Bijak Memilih dalam Pilkada 2018 Agar Bisnis dan Investasi Lancar

Pilkada 2018 sudah di depan mata. Buat masyarakat yang daerahnya menggelar pilkada, inilah saatnya menentukan jalan pemerintahan lima tahun ke depan.

Ya, mungkin beberapa di antara kita gak mau ambil pusing soal pilkada. Politik gitu lho. Sering bikin bingung, gemes, kesel, marah, pokoknya nano-nano.

Tapi mau tidak mau, suka tidak suka, pesta demokrasi ini mempengaruhi kehidupan masyarakatnya, termasuk kamu. Terlebih jika kamu memiliki bisnis dan investasi.

Kebijakan politik sering kali berpengaruh terhadap iklim ekonomi. Lihat saja contoh di Korea Utara.

Pemimpin negara itu, Kim Jong-un, ngotot menerapkan kebijakan uji coba nuklir. Walhasil, banyak negara yang ogah bekerja sama ekonomi. Ujungnya, roda perekonomian gak bisa berputar lancar.

Hal itu juga bisa terjadi dalam skala daerah, bahkan tingkat kabupaten. Makanya, buat pengusaha dan investor, sebenarnya pilkada amatlah penting.

Mau tahu contoh buruknya? Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) beberapa kali mengungkap kongkalikong pemimpin daerah dengan pengusaha.

Pengusaha minta diberi kemudahan usaha, sedangkan pemimpin daerah minta duit pelicin. Duit pelicin itu pun kerap dijadikan modal pilkada. Pada awal 2018 saja, ada setidaknya 8 calon kepala daerah yang ditangkap KPK karena korupsi untuk modal pilkada 2018.

Kamu jangan sampai mengikuti jejak mereka ya. Maksudnya bukan boleh nyogok asal gak ketahuan, melainkan jangan pernah coba-coba nyuap kalau gak mau diterungku.

Lalu, gimana caranya mastiin kepala daerah yang terpilih bakal mendukung iklim usaha dan investasi kita? Di titik inilah diperlukan kesadaran politik setiap pengusaha dan investor.

Kita masih bisa menempuh cara politis yang halal tanpa sogok-menyogok untuk meminta komitmen dukungan calon kepala daerah. Begini caranya:

1. Teliti program kampanye

pilkada 2018
Jangan cuma lihat selebaran atau baliho calon. Minta bundelan programnya yang lengkap buat diteliti (YouTube)

Memang, terkadang program kampanye setiap calon kepala daerah hampir sama. Namun bukan lantas kita bisa main pukul rata semua pasti sama.

Kita tetap kudu meneliti program kampanye yang diusung tiap calon. Siapa tahu ada poin spesifik yang berhubungan langsung dengan bisnis dan investasi kita.

Misalnya calon A hendak membuka keran investasi asing untuk pertambangan di wilayah setempat. Sementara kita punya usaha tambang yang udah lama berjalan.

Di sini kita mesti melihat secara detail poin plus dan minus janji kampanye calon tersebut. Bukan mustahil janji itu malah menghalangi usaha pertambangan lokal. Tapi bisa jadi ada skema khusus yang menguntungkan penambang lokal.

Makanya harus benar-benar dilihat program kampanye masing-masing. Terutama yang berkaitan dengan bidang ekonomi.

[Baca: Bunga Deposito Bank Makin Turun, Alihkan Danamu ke 4 Instrumen Investasi Ini]

2. Diskusi langsung

pilkada 2018
Diskusinya jangan pas kampanye ya, ruame gak kedengeran nanti sarannya (harnas.co)

Namanya calon kepala daerah, umumnya akan menerima dengan tangan terbuka siapa saja yang mau berdiskusi soal janji kampanyenya. Apalagi jika kamu punya posisi tawar tinggi, misalnya punya usaha yang solid atau tergabung dalam organisasi pengusaha tertentu.

Dengan posisi tawar ini, kita bisa meminta bertemu dengan calon kepala daerah itu. Atau paling tidak dengan tim kampanyenya dululah.

Gunanya, memberikan masukan, saran, atau kritik kepada kandidat itu menyangkut program ekonomi yang bakal diambil. Namun jangan sekadar minta ketemu.

Persiapkan segala sesuatunya dulu untuk mendukung diskusi. Terutama data ya. Data ini penting sebagai acuan untuk menerapkan kebijakan.

Misalnya dalam tiga tahun terakhir usaha kecil-menengah loyo, terbukti dengan nilai ekspor yang turun atau banyaknya pengusaha yang gulung tikar. Data ini bisa dijadikan bahan masukan kepada calon itu untuk memperkuat sektor UKM jika kelak terpilih dalam pilkada 2018.

3. Kontrak politik

pilkada 2018
Kontran politik semestinya gak cuma diteken, tapi juga dilaksanakan (imgins.org)

Cara ini bisa ditempuh setelah diskusi langsung. Kontrak politik lumrah dibikin dan ditandatangani kandidat kepala daerah.

Dalam kontrak, pihak kepala daerah memberikan janji tertentu dengan syarat diberi dukungan oleh pihak yang diberi janji. Umumnya sih kontrak politik diterapkan dengan komunitas warga, misalnya nelayan atau petani.

Sebagai pengusaha, terutama kelas kecil-menengah, kita juga bisa meminta kontrak politik. Tapi ingat, harus ada komunitasnya. Buat apa calon kepala daerah meneken kontrak politik dengan satu individu saja?

So, bila belum tergabung dengan komunitas pengusaha serupa, inilah saatnya. Mumpung tahap pilkada 2018 masih berjalan.

[Baca: Tertarik Investasi Bitcoin? Ini 6 Risiko yang Harus Dipahami]

Pilkada Lancar, Bisnis dan Investasi Jaya

Tiga cara di atas bisa ditempuh agar dapat lebih pasti memilih calon yang tepat demi bisnis dan investasi lima tahun kelak. Gak mau dong kepala daerah yang baru terpilih ternyata kebijakannya banyak yang gak selaras dengan usaha bisnis dan investasi kita.

Namun, di atas segala hal di atas, kita mesti memastikan dulu pilkada bisa berjalan dengan lancar. Bila pilkada dipenuhi gonjang-ganjing, siap-siap terima nasib bisnis dan investasimu terganggu.

Misalnya terjadi kerusuhan antar-pendukung calon. Pasti banyak toko tutup karena menghindari insiden yang mungkin bisa merugikan. Warga pun banyak memilih berdiam diri di rumah.

Walhasil, aktivitas transaksi ekonomi gak seperti hari-hari biasa. Buat pengusaha tertentu, misalnya restoran atau pedagang pasar, hal ini bakal sangat menghambat bisnis.

Untuk mencegah hal-hal itu, ciptakan iklim pilkada 2018 yang kondusif. Jangan mudah percaya berita yang belum jelas, terutama yang banyak disebar di grup WhatsApp atau Facebook.

Melihat ada “berita” yang menguntungkan calon yang didukung, meski belum pasti kebenarannya dan pakai nyinggung calon pesaing, langsung like and share. Pastikan dulu kebenarannya, biar gak dibilang sebar hoax dan terancam dijemput penegak hukum.

Pilkada, juga pemilu, amat berkaitan dengan bisnis dan investasi. Buat kita-kita yang berstatus pebisnis dan investor, yuk berkontribusi dengan positif. Toh, ujungnya bermanfaat juga buat bisnis dan investasi kita.

[Baca: Mau Investasi Saham? Ini 3 Sektor yang Diprediksi Menjanjikan Tahun 2018]