Biar Makin Gampang Pakai Kartu E-Money, Lakukan 5 Hal Ini

Sudah tahu dong kalau bayar tol wajib menggunakan kartu e-money? Nah, buat yang biasa bayar tunai, tentu hal ini bakal jadi hal baru. Dan gak dimungkiri, kamu harus beradaptasi sama kebiasaan baru ini.

Kalau dulu, banyak dari kita yang biasa menaruh tumpukan uang kertas dan receh di dasbor atau kotak di dekat persneling. Tujuannya agar ketika sudah sampai di loket tol, tinggal ambil duit dan bayar.

Namun ketika kartu e-money menjadi alat pembayaran satu-satunya di gerbang tol, maka kebiasaan lama itu bisa ditinggalkan. Lagi pula, lebih praktis dan aman kan kalau bayarnya dengan kartu?

Nah, untuk membantumu beradaptasi dengan kebijakan baru ini, coba lakukan lima langkah berikut:

1. Beli tongtol

Tongkat tol atau tongtol lahir untuk mempermudah para pengemudi menjangkau alat scanner kartu e-money di gerbang tol.

Konon kabarnya, kartu e-money sering terjatuh saat pengemudi mencoba melakukan pembayaran lantaran jarak mobil dan mesin scanner cukup jauh.

kartu e-money
Kalau takut kartu e-money kamu jatuh saat ditap, belilah Tongtol (Tongtol/Tribunnews)

Harga tongtol itu sendiri gak mahal kok. Kalau mau yang ujungnya alumunium, harganya Rp 50 ribu. Sementara yang bahannya plastik cuma Rp 15 ribu. Kamu bisa beli di toko aksesori handphone, di pinggir jalan, dan di sejumlah toko online.

[Baca: Pengin Punya “Tongtol”? Ini Info Harga dan Tempat Belinya]

2. Pakai kartu e-money dari bank yang sama dengan rekening tabungan

Untuk memudahkanmu top-up atau isi ulang, pakai kartu e-money dari bank penerbit yang sama dengan rekening bank-mu. Misalnya, kalau kamu punya rekening Bank Mandiri, pakai Mandiri E-Toll. Punya rekening BNI, pakai BNI Tapcash, dan seterusnya. Dengan begitu, kamu bisa top-up dengan transfer dari rekening bank-mu.

3. Bikin e-banking atau m-banking

Masih terkait dengan poin no. 2, nantinya isi ulang e-money bakal kena biaya tambahan lho. Ini terutama jika kamu melakukannya di luar kanal pembayaran bank penerbit e-money (off us).

Biaya top-up bisa dihilangkan kalau kamu bayar lewat ATM, e-banking, atau m-banking bank penerbit kartu. Itu kenapa sebaiknya kamu pakai kartu e-money dari bank yang sama dengan rekening tabunganmu.

[Baca: Ini 3 Cara Top Up E-Money Biar Gak Kena Biaya Tambahan]

Selain itu, kalau belum punya e-banking dan m-banking, bikin sekarang! Supaya kamu gak harus repot nyari-nyari ATM ketika saldo kartu e-money habis. Tinggal isi ulang lewat ponsel, beres deh. Gak repot, gak kena biaya top-up juga.

kartu e-money
Buat mempermudah isi ulang kartunya, buatlah m-banking (m-banking/epaypilipinas)

4. Rajin-rajin cek saldo kartu e-money

Gak lucu kan kalau tiba-tiba pas bayar tol, eh saldo gak cukup. Kalau memang saat itu ada penjual kartu, kamu bisa beli kartu e-money baru seharga Rp 50 ribu dengan saldonya Rp 40 ribu. Tapi kalau pas lagi gak ada, ya apes deh.

Makanya rajin-rajin cek saldo kartu e-money milikmu dengan cara mengambil struk yang keluar di mesin e-toll. Kamu juga bisa mengeceknya di ATM bank penerbit e-money milikmu atau di minimarket yang udah bekerja sama.

5. Simpan kartu e-money di tempat yang mudah dijangkau

Karena saat ini kedudukan kartu e-money jadi penting, maka jangan simpan kartu itu sembarangan. Misalnya di dompet atau di kantong celana. Bisa-bisa nanti kartunya malah patah.

kartu e-money
Biar kata bentuknya cuma kartu, ini isinya duit lho (kartu e-money/bukalapak)

Taruh saja di tempat yang mudah dijangkau di dalam mobil, dan kembalikan ke tempat asalnya setelah dipakai. Dengan begitu, kamu gak bakal panik nyarinya ketika mau masuk tol.

Nah, sekarang gak perlu bingung atau ngedumel lagi dengan kebijakan baru ini ya. Lima langkah di atas bisa kamu terapkan supaya transaksi bayar tol tanpa cash berjalan lancar.

Jadikan kartu e-money sebagai alat pembayaran yang bermanfaat, bukannya momok yang harus ditakuti, apalagi dimusuhi. Non-tunai? No problem!

[Baca: Tahun Ini Bayar Tol Gak Boleh Pakai Uang Tunai. Ini Keuntungannya]