Biar Keuangan Aman, Ketahui Langkah-langkah yang Harus Dilakukan Ketika Orangtua Memutuskan Pindah Serumah dengan Kita

Ketika sudah menikah, kita tentu berharap bisa tinggal di rumah sendiri, terpisah dari orangtua. Tapi ada situasi tertentu yang membuat orangtua harus tinggal serumah dengan kita.

Misalnya saat orangtua sudah berumur dan mulai butuh orang yang merawat dan menemani. Mereka lantas memutuskan pindah ke rumah kita. Bisa juga sebaliknya, kita diminta balik menemani mereka.

Lalu bagaimana langkah-langkah yang perlu diambil ketika dihadapkan dengan situasi ini? Poin-poin berikut bisa dijadikan panduan:

1. Bikin pos bujet baru

Dengan bertambahnya kepala di dalam rumah, bertambah pula pengeluaran. Jadi, langkah pertama adalah bikin pos bujet baru khusus buat orangtua. Kelak, bujet ini dijadikan anggaran bulanan.

Caranya, bikin dulu daftar kebutuhan sehari-hari mereka. Misalnya makanan, obat, suplemen, hingga popok dewasa. Setelah itu, cantumkan harga per kebutuhan untuk jadi acuan bujet.

biar keuangan aman
Ayo bu, yang rajin minum susu berkalsiumnya ya biar sehat dan bisa main sama cucu-cucu hehehe (Lansia Minum Susu / livestrong)

Dalam penyusunan pos bujet baru ini, bukan mustahil bujet pribadi mesti dikurangi. Itu wajar. Pangkas saja hal-hal yang sekiranya gak begitu mendesak, misalnya uang rokok atau ke salon.

2. Apakah perlu renovasi?

Melihat kondisi orangtua sekarang, mungkin renovasi kamar diperlukan. Misalnya dibikin kamar mandi dalam agar gampang wara-wiri untuk buang air dan mandi.

Mungkin juga perlu penggantian furnitur. Misalnya dipan tempat tidur yang sebelumnya tinggi dibikin lebih pendek agar lebih mudah naik-turun ranjang.

Atau bisa jadi perlu dibikin tangga landai bila rumah terdiri atas dua lantai atau lebih. Dilihat saja kebutuhannya, juga bujet yang tersedia. Yang pasti, renovasi mesti sudah selesai sebelum orangtua pindah ke rumah.

3. Pakai asisten khusus?

Di panti-panti jompo, orang lanjut usia punya asisten khusus yang membantu mengurus segala keperluannya. Saat di rumah, pertimbangkan apakah perlu menggunakan jasa asisten khusus itu.

biar keuangan aman
Ayo nenek jangan bandel ya, nurut sama suster hehehe (Pengasuh Lansia / jatengprov)

Keputusan ini juga berhubungan dengan duit. Upah asisten khusus manula umumnya lebih tinggi ketimbang nanny atau pembantu biasa. Sebab, diperlukan skill serta kesabaran ekstra dalam menangani manula.

Mungkin bila ada suami atau istri yang gak bekerja, bisa nyambi jadi asisten. Atau pembantu yang sudah ada dikerahkan untuk kebutuhan itu.

4. Tambah dana darurat

Anggota keluarga di rumah bertambah, dana darurat pun sebaiknya ikut ditambah. Tiap-tiap kepala mestinya punya alokasi dana darurat tersendiri, tapi gak perlu kudu dengan nominal sama.

Mungkin untuk anak bisa dipangkas, karena ada asuransi dari kantor atau pribadi sebagai talangan. Dana darurat penting untuk berjaga-jaga bila terjadi hal yang gak diinginkan dan memerlukan dana tunai secepatnya.

Artinya, dana ini harus mudah diakses. Misalnya bukan dalam bentuk emas atau instrumen investasi lainnya yang perlu waktu untuk dicairkan.

5. Atur keuangan orangtua

Bergabungnya orangtua dalam rumah tangga menandakan adanya penambahan aset ataupun utang. Harus dilihat aset atau utang orangtua untuk dimasukkan dalam pengaturan keuangan.

biar keuangan aman
Jangan malas buat kalkulasi ulang semua bujet ya, biar gak ada yang verbujet (Bikin Bujet / themomiverse)

Demikian juga bila ada investasi dan dana pensiun. Semuanya mesti dijelaskan agar perencanaan finansial lebih tepat sasaran.

Ini terutama bila orang tua masih menanggung utang. Harus dipikirkan pelunasannya, apakah bisa langsung dilunasi atau mesti dicicil.

Sebagai anak, wajib hukumnya untuk mengurus orang tua yang sudah renta. Mungkin perilaku mereka di rumah menjengkelkan, tapi hal itu seharusnya bukan alasan untuk bersikap sinis terhadap mereka.

Bagaimanapun, merekalah yang berjasa mengantarkan kita hingga berada di posisi sekarang lho. Jangan lupa juga berdiskusi dengan pasangan yang merupakan menantu bagi mereka.

Sebab, bisa jadi ada penolakan dari dia entah dari sisi kenyamanan maupun keuangan. Tugas kita adalah membuatnya mengerti, dan menjelaskan bahwa kita pun akan menerima jika orangtuanya yang mau tinggal serumah karena butuh bantuan.

 

Yang terkait artikel ini:

[Baca: Mau Renovasi Rumah dengan Dana Rp 20 Juta, Bisa Ngapain Aja Ya?]

[Baca: Mudah Marah atau Sensi di Masa Pensiun? Mungkin Ini Bentuk Post Power Syndrome]

[Baca: Melunasi Utang Itu Wajib Hukumnya, tapi Jangan Pakai 4 Cara yang Salah untuk Membayar Utang Ini Ya!]

[Baca: 2017 Masih Aja Boros? Coba Atur Keuangan Kamu dengan 4 Cara Ini]