BI Rate Naik Lagi, 4 Negara Ini Suku Bunganya Malah Minus Lho!

Terhitung hingga hari ini suku bunga Indonesia udah naik tiga kali. Kini suku bunga yang dinaikkan Juni lalu berada di angka 5,25 persen. Padahal sebelumnya suku bunga acuan stabil di angka 4,25 persen, dari September 2017 hingga April 2018.

Naiknya suku bunga acuan tentu aja gak lepas dari lemahnya rupiah terhadap dolar. Sebagai informasi, nilai tukar rupiah saat ini sekitar Rp 14 ribuan per dolar. Di sinilah kenaikan suku bunga berperan biar orang-orang, terutama investor, tertarik dengan rupiah.

Selain bertujuan buat memperkuat nilai rupiah terhadap dolar, naik suku bunga juga berpengaruh terhadap kehidupan kita sehari-hari.

Pertama, keuntungan deposito kamu meningkat karena bunganya ikut naik. Kedua, cicilan KPR bertambah karena bunganya ikut naik. Ketiga, harga barang-barang impor mahal, semisal laptop atau suku cadang. Keempat, harga rumah ikutan naik sebab harga bahan-bahannya juga naik.

Intinya, naiknya suku bunga emang ada enaknya dan gak enaknya.

Tapi ngomong-ngomong, apa cuma Indonesia aja yang suku bunganya naik? Ternyata ada lho beberapa negara yang suku bunganya malah turun, bahkan minus.

Gak percaya? Nih empat negara yang suku bunganya minus.

1. Jepang: -0,10 persen

suku bunga
Bank of Japan (ft)

Jepang, selain dikenal sebagai salah satu negara dengan utang terbesar di dunia, juga memiliki suku bunga yang minus. Kok bisa?

Gaya hidup masyarakatnya yang populer dengan gaya minimalisnya dan gemar menabung bikin bank sentra di sana menurunkan suku bunganya hingga minus 0,10 persen. Tujuannya jelas: biar orang-orang Jepang menghentikan perilaku ekstremnya dalam menabung uang.

Menabung itu emang baik. Tapi yang berlebihan itu bikin rugi. Selain terbatas dalam menikmati hidup, juga menyebabkan ekonomi lesu.

Gimana gak lesu? Orang-orang malas belanja. Pedagang yang pusing barang dagangannya sepi pembeli. Terus produsen gak bisa nikmati banyak untung. Satu-satunya cara ya mereka mesti ekspor.

Inilah kenapa Bank of Japan (BoJ), bank sentral Jepang, merendahkan suku bunganya sejak 2016 biar orang-orang di sana berminat berbelanja. Teorinya, kebijakan ini bisa bikin ekonomi kembali bergairah.

2. Swedia: -0,50 persen

suku bunga
Sveriges Riksbank (leaprate)

Swedia yang masuk 10 besar negara paling bahagia di dunia ini juga menerapkan suku bunga minus. Penurunan suku bunga ini mulai terjadi sejak 2015 hingga saat ini.

Sveriges Riksbank, bank sentral Swedia, beralasan penurunan suku bunga hingga minus ini bertujuan memperkuat ekonomi mereka. Turunnya daya beli di sana menyebabkan inflasi terlampau rendah. Dampaknya, pertumbuhan ekonomi melambat.

Itulah kenapa Swedia memberlakukan suku bunga minus.

3. Denmark: -0,65 persen

suku bunga
Denmark Nationalbank (wikiwand)

Satu lagi negara paling bahagia di dunia yang menerapkan bunga minus adalah Denmark. Negara Skandinavia ini menjadi negara pertama yang memberlakukan bunga minus.

Krisis utang Eropa tahun 2012 menjadi alasan kenapa Denmark Nationalbank, bank sentral Denmark, menerapkan kebijakan ini. Denmark gak pengin mata uangnya terus menguat. Soalnya rentan oleh aksi-aksi spekulasi.

Krisis utang memicu perpindahan dana investor ke Denmark. Khawatir bakal terjadinya aksi spekulasi bikin Denmark menurunkan suku bunganya.

4. Swiss: -0,75 persen

suku bunga
Swiss National Bank (leaprate)

Negara berikutnya yang memberlakukan suku bunga minus adalah Swiss. Sama seperti Denmark, negara ini juga khawatir terhadap aksi spekulasi akibat krisis utang Eropa. Maklum aja, negara ini dikenal sebagai safe haven, tempat mengamankan aset.

Lho, kalau banyak dana dari luar yang berdatangan dan disimpan bukannya bagus buat jadi modal? Kenyataannya gak sesederhana itu.

Saat Rubel Rusia jatuh, banyak investor yang memindahkan dananya ke Swiss. Dampaknya, mata uang Swiss menguat terlampau tinggi. Hal ini tentu aja berefek pada ekspor Swiss yang ujung-ujungnya menyebabkan pemasukan Swiss jadi seret.

Daripada terjadi lagi, Swiss National Bank (SNB) memilih lebih dulu menurunkan suku bunganya sebelum semakin banyak dana investor masuk.

Dari ulasan di atas, jelas kan sekarang kenapa suku bunga dinaikkan atau diturunkan hingga minus?

Bukan tanpa alasan tentu aja. Di balik naik atau turunnya suku bunga sebenarnya ada maksud baik, yaitu biar ekonomi tetap stabil. Dengan gitu, negara terhindar dari krisis.