Berhenti Merokok Bisa Bikin Kamu Lebih Sejahtera

Data rilisan terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkkan penurunan jumlah penduduk miskin di Indonesia. Dari sebanyak 28,28 juta orang di bulan Maret 2014, menjadi 27,73 juta orang di bulan September 2014.

 

Tapi data BPS itu juga menyebutkan dua faktor penyumbang kemiskinan terbesar di Indonesia tetap beras dan rokok. Faktor pertama telah dicoba untuk diatasi pemerintah lewat program beras miskin atau raskin. Dengan mensubsidi beras, pemerintah berharap bisa mengurangi angka kemiskinan di Indonesia.

 

Pemerintah mengimbau masyarakat tidak melulu mengkonsumsi beras yang harganya lebih tinggi daripada alternatifnya yang punya manfaat serupa, seperti jagung atau singkong. Dengan demikian, masyarakat bisa lebih menghemat pengeluaran.

 

Namun soal rokok sepertinya lebih sulit diatasi. Data BPS tersebut menyebutkan rokok kretek/filter menyumbang angka 11,18 persen terhadap angka kemiskinan di perkotaan. Sedangkan di pedesaan pengaruhnya 9,39 persen.

 

Artinya, pengeluaran untuk membeli rokok berkontribusi meningkatkan angka kemiskinan. Semakin sering orang mengkonsumsi rokok, semakin dekat dia dengan jurang kemiskinan.

 

Industri rokok memang menyumbang pemasukan yang besar bagi negara. Jumlah tenaga kerja yang terserap industri ini pun melimpah. Sayang, dampak jangka panjang rokok kurang baik bagi kehidupan masyarakat.

 

Fenomena yang kerap ditemui di kalangan masyarakat miskin adalah pendapatan yang rendah tak menghalangi seseorang untuk mengkonsumsi rokok dalam jumlah besar. Bahkan konsumsi rokok bisa menjadi yang terbesar dalam pengeluaran total keluarga setiap bulan.

 

Tak hanya kaum pria, kalangan perempuan pun banyak yang gemar membelanjakan duitnya untuk membeli rokok. Padahal telah banyak kampanye antirokok yang digaungkan aktivis. Bahaya rokok yang diketahui antara lain kanker, gangguan kehamilan, penyakit paru-paru, jantung, dan impotensi.

 

Namun kampanye bahaya rokok ini belum tampak membuahkan hasil yang diinginkan. Upaya pemerintah membatasi iklan rokok juga telah dilakukan. Semua itu punya satu tujuan, yakni mengurangi angka kemiskinan.

 

Kini, semuanya berpulang pada niat masing-masing individu untuk membebaskan diri dari rokok. Dengan berhenti merokok, artinya kamu sudah setingkat lebih sejahtera. Sebab, pengeluaranmu untuk membeli rokok sudah tidak ada. Duit rokok bisa kamu alihkan ke hal lain, terutama yang produktif, seperti modal usaha.

 

Menghentikan kebiasaan merokok memang tak semudah membalikkan telapak tangan. Namun berhenti merokok bukanlah hal yang mustahil. Berikut ini tips bagi kamu yang hendak berhenti merokok:

 

1. Pelan-pelan

Berhenti merokok total dalam waktu sekejap tidak disarankan. Apalagi jika kamu sudah masuk tahap kecanduan. Sebab, tubuh akan berontak karena sudah terbiasa menerima asupan nikotin. Walhasil, keinginan merokok malah lebih tinggi.

 

Sebaliknya, berhentilah merokok setahap demi setahap. Misalnya jika biasanya kamu menghabiskan satu bungkus rokok per hari, cobalah kurangi menjadi setengah bungkus dalam seminggu. Setelah itu kurangi lagi menjadi 5 batang, 4 batang, dan seterusnya dalam minggu-minggu berikutnya hingga tak mengkonsumsi sama sekali.

 

2. Kunyah permen

Banyak orang bilang lidahnya terasa asam jika tak merokok. Untuk mengatasi hal ini, cobalah mengganti rokok dengan permen. Pilih permen rasa mint agar mulut terasa lebih fresh. Jika datang keinginan merokok, segeralah makan permen itu.

 

3. Rokok elektrik bukan solusi

Kehadiran rokok elektrik sering dilihat pecandu rokok sebagai cara untuk mengurangi kebiasaan merokok secara konvensional. Padahal inti merokok elektrik sama saja dengan merokok filter atau kretek. Keduanya sama-sama rokok. Jadi, sebenarnya tidak ada upaya untuk berhenti merokok di sini.

 

4. Minta dukungan

Cara ini bisa menjadi yang terampuh. Terutama jika yang mendukung mampu memotivasi kamu. Orang yang bisa kamu minta mendukung niat berhenti merokok misalnya saudara dan pasangan. Dalam beberapa kasus, dukungan dari pasangan bisa lebih membantu seseorang terlepas dari candu rokok.

 

 

Jadi, sudah siap hidup lebih sejahtera? Mari kurangi konsumsi rokok sampai bisa berhenti!