Berbisnis di Bidang Percintaan, 3 Anak Muda Indonesia Ini Sukses Berat

Ketiga anak muda ini awalnya mengalami kegagalan hubungan cinta, tetapi justru menjadikan hal tersebut ladang bisnis mereka. Kok bisa?

Melakoni bisnis percintaan terbilang cukup unik di Indonesia. Pasalnya, kamu bakal jarang menemukan perusahaan yang seperti ini.

Jika biasanya kamu menemukan perusahaan yang berfokus pada konsultasi bisnis atau yang sedang hits saat ini adalah, digital marketing maka ini beda.

Pendirinya malah menyediakan konsultasi percintaan. Klien mereka bahkan udah sampai puluhan ribu orang.

Seperti apa cerita ketiga anak muda ini membentuk Kelas Cinta? Yuk, simak di sini:

Sejarah awal terjun membentuk Kelas Cinta

Kelas Cinta (MoneySmart/Helda Sihombing)
Kelas Cinta (MoneySmart/Helda Sihombing)

Dibentuk sejak tahun 2006, pada waktu itu Kelas Cinta masih dikenal dengan nama Hitman System. Awalnya masih berfokus pada konsultasi pria saja, dan belum berbadan hukum.

Berada di kawasan Kebon Jeruk, Jakarta Barat, tim MoneySmart.id bertemu dengan founder Kelas Cinta. Pendiri Kelas Cinta terdiri dari tiga anak muda asal Jakarta, yaitu Jet Veetlev, Kei Savourie, dan Lex dePraxis.

“Jawabannya sih sederhana ada banyak cerita gagal di sekitar kita. Dulu kan fokusnya laki-laki dulu di 2006. Baik teman-teman maupun diri sendiri dilanda kegagalan yang namanya hubungan cinta, pada saat itu kita kan single. Jadi kita berusaha mencoba mencari jawaban,” ungkap Lex menceritakan alasan awal terjun ke bisnis percintaan ini.

“Karena jawaban-jawaban yang beredar di masyarakat turun-temurun banyak ngaconya. Ada benarnya memang tetapi ada juga ngaconya. Jadi kita berusaha update pengetahuan baru. Setelah kita menemukan formula kita dan kita tawarkan, ternyata banyak peminatnya,” sambungnya.

Dari situ ternyata peminat mereka yang mulanya cuma pria merambah ke wanita, dan pasangan suami-istri. Perkembangan tersebut akhirnya memacu ketiga anak muda tersebut mendirikan perusahaan yang bergerak di bidang konsultasi cinta.

Perusahaan yang berulang tahun sehari sebelum Valentine itu akhirnya memiliki badan hukum berbentuk Perseroan Terbatas (PT) pada tahun 2011.

Baca juga: Dari Blogger ke Pebisnis, Ini Kisah Sukses Diana Rikasari Jadi Ikon Asia di Swiss

Kelas Cinta (MoneySmart/Helda Sihombing)
Kelas Cinta (MoneySmart/Helda Sihombing)

Karena melihat kekosongan informasi soal hubungan percintaan di Indonesia, dan kebanyakan masyarakat masih menganggap tabu buat konsultasi percintaan ke psikolog, Jet, Kei, dan Lex pun terjun ke bisnis gak biasa ini.

Ketiga anak muda tersebut sebenarnya gak punya background di bidang psikologi, lho! Jet bekerja di bidang IT hingga kini. Kemudian, Kei dulunya pernah jadi guru. Sementara Lex sempat berpindah-pindah pekerjaan, mulai dari PR hingga jadi pengajar.

Meski gak punya di bidang psikologi, salah satu founder Kelas Cinta, Lex, menuturkan bahwa dia emang punya passion di psikologi. Dulunya Lex pengin lulus di jurusan Psikologi saat UMPTN, namun nasib berkata lain.

“Saya bahkan apply psikologi. Tapi saat UMPTN, saya salah masukin urutannya. Saya taruh paling bawah. Harusnya nyangkutnya di psikologi,” akunya.

Akhirnya, passion-nya tersebut dia kejar setelah beberapa kali berpindah profesi. Baik Jet, Kei, dan Lex gak main-main terjun ke bisnis unik ini.

“Banyak baca, ikut kursus tambahan. Nah, banyaknya di kursus itu tuh. Saya sendiri banyak ikut kelas-kelas pribadi seperti NLP (Neuro Linguistic Programming), ilmu komunikasi, ilmu coaching, hingga public speaking. Kelasnya bentuknya short-course selama beberapa minggu,” papar Lex mengenang saat-saat awal terjun membangun Kelas Cinta.

Dengan modal pengetahuan yang lengkap seperti itu, akhirnya mereka bertiga serius menekuni Kelas Cinta. Bahkan, mereka yang tergolong introvert kini mampu berbicara di depan ratusan peserta.

Baca juga: Jual Pakaian Dalam tapi Punya Ferrari, Ini 6 Cara Hanan Supangkat Besarkan Bisnis

Pencapaian kini hingga 10 ribu peserta

Kelas Cinta (MoneySmart/Helda Sihombing)
Kelas Cinta (MoneySmart/Helda Sihombing)

Sejak awal berdiri hingga saat ini, Kelas Cinta berhasil menggandeng sampai dengan 10 ribu peserta kelas. Kelas-kelas yang diadakan antara lain seminar satu hari, kelas online, dan private class.

Tiket buat bergabung di kelas-kelas tersebut mulai dari Rp 100 ribu aja. Namun, buat private class dibanderol Rp 15 juta selama 3 hari!

Ditanya bagaimana mengenai kepuasan klien mereka, Jet menjawab bahwa hasilnya berbeda-beda sesuai kebutuhan.

“Banyak yang datang ke kita misal gak pede, result-nya jadi pede. Sesuai kebutuhan mereka,” papar Kei.

“Ada jaminan kalau itu semua dikerjain dan gak ada hasil, kita kembalikan 100 persen garansi. Makanya sejak tahun 2006 gak ada yang klaim,” sambungnya.

Selain, mengadakan kelas, Kelas Cinta punya produk digital. Melalui website KelasCinta.com, mereka menghadirkan produk digital berupa e-book hingga video.

Bahkan, buku berjudul “The Lovable Lady Formula” udah hadir di toko-toko buku terdekat. Untuk produk digital tersebut bahkan Kelas Cinta udah bisa meraih puluhan ribu pembeli.

Dari kegagalan dalam hubungan cinta, kini Kelas Cinta berhasil jadi perusahaan cukup sukses. Mereka bahkan bisa memperkerjakan tim yang cukup solid. Mulai dari customer service, finance, sosial media, hingga tim produksi seperti video editor dan content writer.

Kemudian, pengajar Kelas Cinta bukan cuma di Jakarta tetapi juga Bandung, Yogyakarta, dan Bandung. Pengajar-pengajar tersebut merupakan alumni kelas yang diadakan oleh Kelas Cinta.

“Saya pengin company ini growth terus, bisa bantu banyak orang termasuk staf-staf kita juga. Bisa berkembang lebih maju lebih sukses bisa bantu banyak orang,” ungkap Kei menjawab pertanyaan soal goal selanjutnya. Inspiratif banget ya!

Tertarik pengin bangun bisnis yang unik seperti ini, atau kamu malah mau coba join dengan Kelas Cinta?

Yang pasti dari kisah ketiga anak muda pendiri Kelas Cinta ini, kamu bisa belajar bahwa permasalahan justru bisa jadi ladang kesuksesan.

Gimana kamu bisa lihat sisi lain dari masalah yang kamu atau masyarakat hadapi. Dari situ, kamu bisa ciptakan solusi yang membantu orang sekaligus pula sumber cuan buatmu! (Editor: Chaerunnisa)