Berapa pun Gajimu, 5 Tujuan Keuangan Ini Harus Kamu Punya

Berapa pun gajimu, memiliki tujuan keuangan adalah hal wajib. Memiliki tujuan dapat memengaruhi gimana kamu mengelola keuangan. Kamu jadi menyadari pengeluaran yang penting dan gak demi mencapai tujuanmu ini.

Persoalannya, apa kamu udah punya tujuan keuangan yang tepat? Jika kamu pengin memiliki fondasi keuangan yang kuat, sebelum mengalokasikan danamu buat hal lain, pastikan kamu telah memiliki lima tujuan keuangan di bawah ini.

1. Dana darurat

tujuan keuangan
(Image: thecheatsheet)

Beberapa waktu lalu industri migas mengalami kelesuan hingga ratusan karyawannya di-PHK tiba-tiba. Sebelumnya, gaji pegawai di industri ini terkenal cukup tinggi dibanding pekerja di industri lain. Saat di-PHK, idealnya mereka punya cukup dana buat bisa bertahan sebelum mendapatkan pekerjaan baru.

Faktanya, gak sedikit mantan pegawai yang kelimpungan dan berakhir alih profesi dengan penghasilan yang turun drastis. Sementara yang berakhir menganggur juga banyak jumlahnya. Tanpa ada dana darurat hal ini mungkin banget terjadi.

Contoh kasus ini bisa terjadi pada siapa pun, termasuk kamu. Itulah mengapa penting banget punya dana darurat.

Sesuai namanya, dana darurat adalah dana yang digunakan cuma ketika kita berada di situasi darurat. Kena PHK hanyalah salah satu contohnya. Punya dana darurat memungkinkan kamu memiliki gaya hidup yang sama dengan ketika saat masih berpenghasilan.

Dana darurat juga bisa kamu gunakan saat ada pengeluaran dadakan di luar rencana seperti biaya beli smartphone baru saat ponselmu hilang atau dicuri, atau jika ada anggota keluarga yang sakit dan membutuhkan biaya yang besar.

2. Dana pensiun

tujuan keuangan
(Image: Shutterstock)

Pekerja formal biasanya telah mendapatkan program dana pensiun dari perusahaan atau layanan dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS). Namun, kamu juga perlu memperhitungkan apakah besaran dana ini cukup buat masa pensiunmu nanti atau gak.

Dana pensiun gak cuma diperlukan buat keperluan saat masa tua nanti. Kamu juga bisa menggunakannya buat kebutuhan beribadah seperti umrah atau travelling ke destinasi yang kamu impikan.

Keinginan dan kebutuhan tentu harus didukung kesiapan finansial yang matang. Selain dana pensiun dari kantor, kamu bisa menambahnya dengan program dana pensiun dari lembaga perbankan atau reksadana.

3. Tabungan

tujuan keuangan
(Image: news.bitcoin)

Perlu diketahui, saldo di rekening kita gak mutlak menjadi tabungan. Simpanan di dalam rekening adalah uang yang biasanya kita gunakan buat memenuhi kebutuhan sehari-hari. Berbeda dengan tabungan yang sengaja disimpan dan disiapkan buat tujuan tertentu.

Pastikan kamu menabung di bank yang telah terdaftar oleh Lembaga Penjamin Simpanan Indonesia (LPS). LPS bakal  menjamin simpananmu di bank jika ada hal yang tak diinginkan pada bank terkait.

Berapa besaran tabungan yang ideal? Hal ini tentu relatif banget, bergantung pada gaya hidup dan kesehatan keuangan. Buat mengetahui kesehatan keuanganmu, kurangilah total aset dengan utang-utang yang kamu miliki.

Idealnya, aset lancar yang kamu punya sekitar 15-20 persen dari total kekayaan bersih.

4. Investasi

tujuan keuangan
(Image: Gurufocus)

Meskipun terbilang cukup aman, faktanya bunga yang kita dapatkan dari tabungan gak sebanding dengan peningkatan inflasi. Jika dibandingkan dengan kenaikan harga barang, uang yang kita simpan di bank bisa jadi malah mengalami penurunan nilai.

Investasi adalah solusi buat mengelola dana yang memberi keuntungan lebih besar dari tabungan. Investasi juga dapat menjadi upaya persiapan dana buat tujuan keuangan lainnya, seperti dana pensiun.

Investasi dapat digunakan buat memenuhi kebutuhan jangka pendek sekaligus jangka panjang. Lebih jauh lagi, investasi juga dapat menjadi sumber dana pasif buatmu.

5. Asuransi

Asuransi emang mengharuskanmu rutin membayar premi, tapi keuntungan yang kamu dapatkan bisa jadi sepadan. Banyak hal tak terduga yang tak bisa kita hindari, terutama soal kesehatan dan keselamatan jiwa.

Musibah bisa datang kapan pun, pada siapa pun. Asuransi adalah bentuk proteksi yang bisa meminimalisasi risiko yang bakal kita alami. Mulai dari kecelakaan, terserang penyakit, dan semua kejadian tak diinginkan waktu kondisi keuangan gak lagi stabil.

Saat mengalami musibah, besaran premi jadi tak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan uang yang harus kamu keluarkan buat biaya rumah sakit dengan dana pribadi.

Contohnya, Jika kamu sebagai tulang punggung keluarga membayar premi asuransi jiwa sebesar Rp 1 juta sejak usia 30 tahun. Pada tahun ke-10, total dana yang kamu miliki telah mencapai Rp 120 juta. Kamu bisa mendapatkan perlindungan kesehatan hingga Rp 1 juta per hari, perlindungan cacat tetap sebesar Rp 260 juta, dan warisan keluarga hingga Rp 500 juta jika meninggal karena kecelakaan sebelum usia 60 tahun.

Contoh perhitungan diambil dari sini.

Itulah 5 tujuan keuangan yang perlu kamu miliki. Apa kamu udah punya salah satunya atau bahkan semuanya? Kalau kamu punya cara jitu buat siapkan pos keuangan di atas, jangan lupa share di kolom komentar yah!