Bengkel dan Asuransi: Pertimbangan Penting Saat Kredit Mobil

Niat beli mobil secara kredit? Jangan sampai mengalami kejadian yang menimpa Irma, teman saya yang jadi manager di perusahaan advertising. Sedan ungu asal Eropa yang dicicilnya penyok terserempet bus kota dan pagi ini dia ngomel di sosial media mengenai pelayanan bengkel rujukan perusahaan asuransi kredit mobilnya.

 

“Aseliiikk…Pagi-pagi udah bikin ribut dan mumet kepala. Nyesel deh pake asuransi XXX kalau tahu bengkel rekanannya kayak gini kerjanya. Masak ngurus klaim bodi mobil penyok saja mesti butuh seminggu. Itu juga yang kena satu panel, bukan satu bodi. Alasannya segudang!”

 

Apa hubungannya curhatan Irma dengan kredit mobil? Jangan salah, pengalamannya bisa jadi pelajaran berharga. Selama ini perhatian orang yang niat beli mobil secara kredit lebih pada memilih lembaga pembiayaan yang tepat, jangka waktu, besaran uang muka, dan suku bunga.  Dan tak sedikit orang, contohnya Irma, yang melupakan poin penting, yakni asuransi mobil.

 

Sebagai calon konsumen, asuransi itu wajib dimasukan dalam paket kredit mobil. Pasalnya, selama masih dalam status kredit, pihak leasing masih sangat berkepentingan dengan mobil tersebut karena pihak pembeli – istilahnya – hanya ‘menyawanya’.

 

Namun biasanya, sales mobil membahas asuransi hanya basic-nya saja. Paling hanya membahas dua jenis asuransi yang harus dipilih calon pembeli. Pertama, Total Lost Only (TLO) yang berarti asuransi yang hanya menjamin jika mobil hilang. Kedua adalah asuransi All Risk di mana pihak asuransi akan menanggung semua kejadian dari penyok ditabrak sampai hilang dicuri.

 

Nah, kita musti menguasai pengetahuan lebih jauh soal mekanisme asuransi yang ditawarkan, mulai dari track record perusahaan asuransinya hingga tata cara pengajuan klaim. Ketentuan pengajuan klaim sendiri sejatinya tertera pada polis atau sesuai dengan peraturan PSKABI (Polis Standar Asuransi Kendaraan Bermotor Indonesia).

 

Berikut ini adalah hal-hal yang perlu diketahui lebih jauh:

 

Pelajari SOP Klaim Perbaikan Mobil

Langkah awalnya adalah mempelajari risiko dan penggantian apa saja yang ter-cover dalam polis asuransi. Apakah prosedur klaim sudah jelas? Kondisi apa yang tidak akan ditanggung perusahaan asuransi? Berapa lama waktu maksimal melapor klaim ke asuransi dihitung sejak waktu kejadian? Kapan petugas asuransi mensurvei kerusakan mobil?

 

And let’s say kita mengambil asuransi All Risk seperti Irma dan kebanyakan konsumen kredit lainnya. Jangan buru-buru puas dengan jawaban pertanyaan di atas. Kita masih perlu menimbang kualitas pengerjaan klaim perbaikan mobil yang akan didapat. Dengan kata lain, mencari tahu lebih lanjut daripada dibuat dongkol seperti Irma.

 

Durasi Waktu Perbaikan

Kita butuh kepastian. Atas dasar itulah, bengkel rujukan yang bagus biasanya sudah punya standar pengerjaan perbaikan mobil. Misalnya saja kerusakan di satu panel bodi bisa membutuhkan waktu 1-2 hari. Masa perbaikan bakal lebih lama lagi jika skala kerusakannya terbilang parah. Dengan demikian, konsumen bisa tahu estimasi kapan mobil selesai diperbaiki.

 

Ada empat hal yang perlu diperhatikan di sini.

 

  • Mutu bengkel

Pastikan semua servis dan layanan di bengkel rujukan punya standar yang jelas. Mendeteksinya gampang. Lihat di dinding apakah ada sertifikasi dari pihak yang berwenang dalam memberi standar mutu dan layanan bengkel.

 

  • Konsumen bisa pantau langsung

Berikutnya adalah memberi kebebasan kepada konsumen untuk melihat langsung proses perbaikan. Dengan begitu konsumen bisa tenang. Yang terpenting lagi, konsumen tahu kalau bengkel itu menggunakan spare part asli standar pabrikan.

 

  • Garansi

Tanyakan dengan detail apakah semua pengerjaan yang dilakukan bengkel sudah mendapatkan garansi. Hal ini penting jika konsumen merasa tak puas dengan hasilnya bisa mengajukan keluhan dan tanpa ada tambahan biaya apapun.

 

  • Menggunakan komponen orisinal

Bengkel yang bagus akan selalu menggunakan komponen orisinal. Mereka tak segan-segan mengganti komponen yang rusak dengan komponen orisinal. Jadi, begitu mobil keluar dari bengkel akan tampak seperti baru. Maka itu, perhatikan dengan seksama komponen yang diganti oleh bengkel dan sebisa mungkin minta kepada bengkel untuk menunjukkan komponen yang rusak.

 

Jika bengkel mengganti komponen dengan yang aftermarket dan tak sesuai dengan yang distandarkan pabrikan, bahayanya adalah garansi mobil bakal hangus.

Dari penjelasan di atas, bisa disimpulkan urusan asuransi mobil ada hubungan yang erat dengan bengkel rekanan. Pasalnya, bengkel rekanan inilah yang nantinya diserahi tanggung jawab memperbaiki segala kerusakan mobil kita.

 

Jangan sampai asuransi mobil hanya bagus di atas kertas saja tapi hasilnya jauh dari memuaskan. Survei bengkel rekanan dulu, baru lah putuskan pilih perusahaan asuransi mobil.