Benefit e-Money dalam Financial Planner

Terampil merencanakan keuangan itu sifatnya wajib. Mau yang berpenghasilan pas-pasan atau lebih, ketrampilan merencanakan uang tetap harus dikuasai. Masalah klasik yang dialami banyak orang bukan karena faktor penghasilan yang kurang, tapi kebiasaan yang salah dalam mengelolanya.

Sebenarnya saat ini merencanakan keuangan tak sulit. Sudah banyak ‘alat bantu’ yang bisa digunakan dalam urusan ini. Satu di antaranya adalah e-money. Uang digital ini bisa difungsikan sebagai alat bantu merencanakan keuangan.

Bank Indonesia sendiri merestui penggunaan e-money, bahkan mendorong selalu digunakan untuk beragam transaksi. Satu hal yang mesti diingat, e-money bukanlah tabungan sehingga fungsinya murni sebagai alat pembayaran.

Fungsi inilah yang bisa digunakan untuk merencanakan keuangan lantaran sifatnya sebagai alat pembayaran. Seseorang bisa mengalokasikan sejumlah uang yang menjadi pengeluaran rutin per bulan lewat e-money. Sebut saja pengeluaran transportasi, belanja di supermarket, membayar tagihan listrik atau telepon.

Lewat e-money maka pengeluaran rutin yang sifatnya tetap bisa terukur. Besaran nominal yang tercantum dalam e-money itulah yang menjadi ukuran pengeluaran tiap bulannya. Begitu nominal uang di e-money habis, maka seseorang bisa diingatkan berapa besaran uang yang sudah terpakai.

Keuntungan lainnya e-money dari penggunaan uang fisik adalah ketiadaan uang recehan. Biasanya saat bertransaksi dengan uang fisik yang nilainya lebih dari harga barang maka akan mendapat uang kembalian. Kadang uang kembalian ini dianggap recehan yang tak berguna. Padahal kalau sering bertransaksi, jumlah uang kembalian ini nilainya bisa menggunung.

Meremehkan uang kembalian sama saja menyepelekan nilai uang. Misalnya saja uang logam Rp 500 kalau dikumpulkan dalam botor air mineral ukuran sedang bisa berjumlah Rp 100 ribuan. Kelemahan bertransaksi dengan uang fisik ini yang kadang membuat uang recehan berceceran. Masalah ini tak bakalan ditemui jika menggunakan e-money. Tiap rupiah dalam e-money bisa dimanfaatkan maksimal.

Di samping itu tak ada lagi kasus kesulitan mencari uang pecahan karena e-money bisa melakukan transaksi sampai pecahan 1 rupiah. Sekarang saja mencari uang pecahan Rp 50, Rp 100, sampai Rp 500 sudah sangat sulit. Nah, dengan e-money, uang senilai satu rupiah pun masih bisa berharga.

Inilah yang menjadi kelebihan e-money. Saat seseorang merencanakan keuangan lewat e-money, maka nilai uang yang ada di dalamnya bisa digunakan seluruhnya sampai tak tersisa. Tak ada lagi uang pecahan kecil yang menganggur. Lagi pula, E-money jelas unggul dibanding kartu debit ATM yang mengharuskan penggunanya menyisakan saldo tertentu. Yuk, fungsikan e-money sebagai financial planner.

 

“Penulis adalah Adjang Khalifah, praktisi writerpreneurship bidang keuangan”