Benar Gak Sih Hobi Belanja Bisa Jadi Cara Mencapai Kebebasan Finansial?

Artikel Ini dipersembahkan oleh Mitra Perencana Keuangan

Kami Finansialku.com

Benar gak sih hobi belanja bisa jadi cara mencapai kebebasan finansial? Ternyata hobi menabung itu tidak selamanya bagus dan suka berbelanja tidak selamanya buruk.

Cari tahu yuk, bagaimana caranya agar hobi belanja bisa menjadi cara untuk mencapai kebebasan keuangan. Tapi sebelum mulai, jawab dulu pertanyaan di bawah ini:

  • Apakah kamu orang yang hobi belanja?
  • Apakah kamu senang berbelanja barang-barang mahal?
  • Apakah kamu sulit untuk menabung?

Jika kamu menjawab ya untuk semua pertanyaan di atas, kamu bisa jadi mencapai kebebasan keuangan lebih cepat dibandingkan orang-orang yang rajin menabung. Tapi ada syaratnya, mari kita bahas syarat dan ketentuannya.

Sekarang kita akan bahas mengenai apa salahnya jika orang kebanyakan menabung di bank? Sebelum menjawab pertanyaan itu, apa sih alasanmu menabung di bank? Apakah karena berharap agar uangnya terkumpul dan mendapatkan bunga?

[Baca: Siapa Bilang Hidup Hemat Itu Susah? Nih 7 Cara Menghemat Keuangan Keluarga]

mencapai kebebasan finansial 1
Gak selamanya belanja itu negatif kok. Ah masa sih?

Banyak orang tidak menyadari bahwa uang di bank sebenarnya tidak bertambah banyak. Kenyataannya uang di bank akan semakin tergerus karena bunga yang diberikan (pada umumnya) lebih rendah dibandingkan kenaikan harga (inflasi). Coba cek lagi deh, berapa bunga tabungan Anda dan berapa inflasi tahunan?

Coba bandingkan dua poin berikut deh:

  • Uang sebesar Rp 10.000.000, ditabung degan bunga 2% per tahun selama 10 tahun, maka uang tersebut akan menjadi sebesar Rp 12.189.444 .
  • Disisi lain, sebuah alat olahraga seharga Rp 10.000.000 mengalami kenaikan harga (inflasi) sebesar 4% per tahun, akan menjadi Rp 14.802.443 pada tahun ke 10.

Tabungan dalam perencanaan keuangan berfungsi untuk menjaga likuiditas dan dana darurat (emergency fund). Nilainya juag maksimal 12 kali dari pengeluaran bulanan. Jika kamu tidak memiliki tabungan sama sekali, juga bukan hal yang baik. Tapi kelebihan uang di tabungan juga kurang sehat.

[Baca: Kenapa Uang Selalu Habis Padahal Udah Dihemat-hemat?]

Belanja yang Produktif dan Belanja yang Konsumtif

Sebenernya ada dua perbedaan mendasar dari berbelanja. Belanja konsumtif dan produktif.

Belanja barang produktif adalah membeli barang atau aset yang dapat mendatangkan pemasukan. Sedangkan konsumtif menyebabkan pengeluaran dan penurunan nilai barang tersebut.

Parahnya, masyarakat masih banyak yang terjebak dalam pola belanja konsumtif. Di mana hal tersebut dapat membawamu ke siklus rat race.

mencapai kebebasan finansial 2
Negara aja udah merdeka, masa kamu gak bisa memerdekakan keuanganmu sendiri? Hehe.

Contohnya begini: Bekerja, mendapat penghasilan, belanja keinginan, membayar tagihan, pengeluaran lebih besar daripada penghasilan, utang menumpuk, bekerja lebih keras. Begitu seterusnya.

Lantas bagaimana dong agar kita bisa mendapatkan kebebasan finansial? Diversifikasi penghasilan dan bedakan keinginan dan kebutuhan. Itu gampangnya.

Contohnya, bagilah beberapa persen penghasilan untuk tabungan dan investasi. Jika memang masih ada sisa untuk belanja keinginan ya nggak apa-apa.

Intinya, kamu harus tahu kapan harus stop berbelanja dan kapan harus membeli.

[Baca: 10 Cara Menabung Harian Rp 50-100 Ribu per Hari]

 

Image credit:

  • http://imgs.oomph.co.id/api_smart/data/shareit/tips-belanja-di-bulan-ramadan-20160610143432.jpg
  • https://www.maxmanroe.com/wp-content/uploads/2015/09/kebebasan-finansial.jpg