Beli Rumah Over Kredit? Jangan Sepelekan Hal-Hal Ini Kalau Gak Mau Rugi

Hidup ini memang terkadang gak sesuai dengan rencana. Ada yang rencana nikah, tahu-tahu batal lantaran ditinggal pasangan.

 

Ada juga yang sudah mantap berencana ambil kredit rumah 20 tahun, tapi di tengah jalan ada hal mendesak yang mengharuskannya mengover kredit rumah itu. Misalnya mau cari rumah lain atau mungkin kepentok masalah keuangan.

 

Kalau berniat beli rumah over kredit, ada aturan yang harus kita taati biar gak menyesal di kemudian hari. Bila tak menerapkan cara melakukan oper kredit rumah yang benar, bisa-bisa kita bermasalah dengan hukum.

 

Setidaknya ada 3 cara yang sering digunakan orang untuk melakukan over kredit rumah, yaitu:

  1. Lewat bank
  2. Lewat notaris
  3. Di bawah tangan

 

Berdasarkan keamanan transaksi, proses beli rumah over kredit di bawah tangan atau tanpa sepengetahuan bank dan notaris adalah yang paling gak aman. Biayanya memang yang paling murah, karena hanya butuh materai.

 

Tapi posisi pembeli rumah itu gak kuat di mata hukum. Proses pengambilan sertifikat rumah di bank saat cicilan KPR lunas bakal susah. [Baca: Yang Wajib Diketahui tentang Kredit Pemilikan Rumah (KPR)]

 

Jika lewat notaris, posisi pembeli memang lebih kuat karena ada tanda tangan notaris dalam akta jual-beli rumah. Tapi tetap saja. Tanpa sepengetahuan bank, proses over kredit rumah itu keliru.

 

iklan over kredit rumah

 

 

Cara melakukan over kredit rumah yang paling benar adalah melalui bank yang memproses KPR rumah itu. Cara ini sama-sama baik buat pembeli maupun penjual.

 

Namun banyak orang, terutama pihak penjual rumah, yang gak mau melalui bank karena prosesnya yang rumit. Zaman sekarang memang banyak yang instan, tapi ini soal hukum! Gak ada proses hukum yang kayak mi instan, 5 menit langsung jadi.

 

Prosedur Over Kredit Lewat Bank

Prosedur melakukan over kredit lewat bank memang lebih panjang daripada lewat notaris saja. Apalagi kalau dibandingkan dengan proses di bawah tangan.

 

Tapi dengan membeli rumah lewat over kredit KPR dengan sepengetahuan bank, kita akan menghindari sejumlah risiko, antara lain:

  1. Pengambilan sertifikat rumah di bank akan rumit karena bank masih mencatat penjual rumah sebagai pemilik yang membayar cicilan, walau sebenarnya kitalah yang meneruskan cicilan itu.
  2. Kalau penjual nakal, pada akhir periode cicilan, bisa-bisa dia datang ke bank dan melunasi segala administrasi lalu meminta sertifikat dan menjual rumah itu ke orang lain atau mengklaim kepemilikannya.

 

over kredit rumah lewat bank 

 

Karena itulah sebaiknya proses beli rumah over kredit dilakukan di hadapan penjual, notaris, serta bank. Prosedur over kredit yang paling aman di mata hukum yakni:

 

1. Melapor ke bank

Setelah deal dengan penjual, ajaklah si penjual datang ke bank penerbit KPR itu untuk melaporkan adanya rencana transaksi itu.

 

2. Pemeriksaan bank

Setelah melaporkan rencana transaksi tersebut, bank akan memeriksa pembeli rumah itu. Yang diperiksa antara lain kemampuan membayar cicilannya. Juga riwayat kreditnya, apakah punya catatan kredit macet.

 

3. Persetujuan bank

Kalau menyetujui transaksi itu, bank akan mendata pembeli rumah itu sebagai debitur yang baru. Dengan demikian, sertifikat rumah itu akan menjadi atas nama pembeli. Begitu juga cicilannya. Penjual sudah gak ada urusan lagi dengan bank.

 

over kredit rumah dengan aman

 

Melihat prosedur di atas, kita sebagai pembeli rumah yang diover kredit itu diperlakukan sama dengan orang yang hendak membeli rumah lewat KPR. Itu artinya ada biaya-biaya KPR yang harus kita lunasi, seperti biaya provisi dan notaris. [Baca: Apa Saja Kerugian Kredit Perumahan (KPR)? Hah? Masak Sih Ada Ruginya?]

 

Tapi itu seharusnya bukanlah masalah. Daripada biaya transaksi murah tapi kelak menghadapi masalah hukum karena bank gak tahu rumah itu sudah kita beli, hayo?

 

 

 

Image Credit: 

  • http://olx.co.id/iklan/over-kredit-rumah-perum-telagasari-ID822Q2.html
  • http://4.bp.blogspot.com/-JbFe1FC-6s0/TpHGwa25SYI/AAAAAAAAAHE/aGveruQFKT8/s1600/over+kredit.jpg
  • http://www.usahaproperti.com/wp-content/uploads/2014/12/Cara-Beli-Rumah-Over-Kredit.jpg