Beli Rumah Lelang Sitaan Bank Pasti Lebih Murah, Ini 7 Tahapnya

Rumah lelang sitaan bank emang cukup menggoda. Di samping karena bangunannya yang udah jadi, harganya juga tergolong lebih murah ketimbang rumah bawru.

Meski demikian, ada sejumah prosedur yang harus kamu lalui ketika pengin membeli rumah ini. Maklum, ini adalah rumah para nasabah kredit pemilikan rumah (KPR) yang gagal ngelunasin cicilan.

Prosedurnya jelas beda dengan membeli rumah baru secara tunai atau KPR. Judulnya aja lelang, tentu aturan mainnya juga beda.

So, jika kamu tertarik membeli rumah lelang yang dipampang di situs-situs bank atau Direktorat Jenderal Kekayaan Negara Kemenkeu, maka lakukan tujuh hal ini.

[Baca: Mau Punya Rumah? Beli Rumah Lelang Bank, Kenapa Gak]

1. Survei

rumah lelang
Survei dulu lah bos biar enak (Liputan 6)

Setelah tahu rumah yang pengin kamu beli, maka lakukan survei terlebih dulu. Datangi rumahnya dan cek juga lingkungannya.

Gak sedikit rumah lelang yang kondisinya udah memperihatinkan lho. Kalau emang udah bobrok banget, tentu biaya yang kamu keluarkan buat perbaikan gak sedikit.

2. Daftarkan diri

rumah lelang
Berhubung ini lelang, ya daftarin diri dulu deh sebelum beli (Rumah)

Kalau kamu gak bisa langsung melakukan lelang dengan si pemilik rumah atau bank yang menyita, lakukan aja lelang secara online.

Lakukan registrasi di situs Direktorat Jenderal Kekayaan Negara buat mengikuti lelang. Caranya mudah, pertama kamu cuma perlu daftarkan nama dan email. Mereka bakal memberikan kode aktivasi ke email. Setelah itu, jangan lupa buat memasukkan informasi rekening bank, KTP, sekaligus NPWP ya.

Atau kalau misalkan kamu melihat rumahnya di situs Bank Tabungan Negara (BTN), mereka punya fitur yang lebih mudah. Tinggal daftarkan aja dirimu di formulir pemesanan, nanti mereka bakal tindak lanjuti via email. Tapi ujung-ujungnya, kamu bakal dioper ke balai lelang.

Pengin cara offline juga bisa sih. Kamu cuma perlu mendatangi balai lelang yang ditunjuk KPKNL (Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang).

3. Pilih rumah lelang yang diinginkan

rumah lelang
Gak semua kondisi rumah lelang itu bagus loh,namanya juga bekas (Tribunnews)

Ketika kamu klik foto rumah yang terpampang di sana, maka bakal keluar tuh data-data seputar informasi rumah. Ada kode lelang, limit harga, dokumen, serta nomor-nomor orang yang bertanggung jawab terhadap lelang tersebut.

Hati-hati, gak semua rumah punya dokumen lengkap ya. Cermati baik-baik deh soal yang satu ini. Biasanya kalau harganya kelewat murah, pasti ada aja kekurangannya.

Di sana juga bakal disebutkan kapan waktu lelangnya. Pastikan kamu udah mencatat baik-baik ya.

[Baca: Beli Barang Lelang Pegadaian Bisa Menghemat Loh, Simak Caranya Nih!]

4. Setor uang jaminan

rumah lelang
Transfer dulu ya uang jaminannya, kalau kalah lelang bisa balik kok (Liputan 6)

Uang jaminan ini wajib disetor sebagai tanda bahwa kamu jadi mengikuti lelang ini. Jumlah uang yang harus disetorkan biasanya 20 sampai 30 persen dari harga rumah lelang yang bersangkutan.

Buat pembayarannya, kamu bakal diberikan nomor virtual account khusus. Jadi kamu tinggal transfer aja, dan setelah itu kamu pun bakal memperoleh kode token yang digunakan buat menawar obyek lelang.

Sebetulnya, apa pun yang dilelang, termasuk rumah, mobil, atau barang-barang lain, semuanya wajib menyetor jaminan. Perlu kamu tahu, kalau emang kamu kalah lelang, uang jaminan ini gak bakal hangus kok. Pasti bakal dikembalikan ke rekeningmu.

Oh ya, batas waktu transfer selambat-lambatnya adalah satu hari sebelum pelaksanaan lelang. Dan uang ini harus dibayar kontan alias gak dicicil.

5. Proses lelang

rumah lelang
Nawarnya harga naik ya, bukan turun (Radar Malang)

Proses lelang ini bisa dilakukan dengan mendatangi balai lelang atau online via e-auction ya. Dan penawaran lelang ini gak kayak nawar sayur di pasar ya.

Penawaran ini dilakukan berkali-kali, dan penawaran yang diajukan selanjutnya harus lebih tinggi. Dan setelah batas waktunya berakhir, bakal dilakukan rekapitulasi hasil lelang yang bakal dikirim ke email-mu.

6. Pelunasan

Bila kamu dinyatakan menang, maka kamu bakal diminta membayar pelunasan rumah paling lambat lima hari kerja setelah pelaksanaan lelang. Buat pelunasannya, kamu juga bakal menerima nomor virtual account yang disediakan.

[Baca: Lelang Mobil KPK 2017 Digelar Lagi, Ini 10 Kuda Besinya!]

7. Klaim rumah lelang yang kamu menangkan

Setelah kamu melakukan pelunasan, maka KPKNL bakal mengeluarkan sejenis surat edaran tentang berita acara lelang. 

Setelah mendapatkan surat edaran tersebut, silakan kunjungi bank penyita rumah yang kamu menangkan. Tukarkan “surat sakti” itu dengan dokumen-dokumen rumah.

Mudah kan? Satu hal yang harus kamu ketahui soal rumah lelang adalah, selalu ada update rumah baru yang ditawarkan bank dalam sebulan. Itu dia sebabnya kenapa kamu harus kepoin situs-situs bank yang bersangkutan.

Satu lagi nih, ada tiga bank plat merah yang cukup aktif dalam menawarkan rumah lelang. Mereka adalah Bank BTN, Bank BRI, dan Bank Mandiri. Yuk cek situsnya sekarang, barangkali nemu rumah idaman.