Belanja Pakaian Kerja Gak Harus Mahal. Ini 6 Caranya Supaya Tetap Hemat

“Jangan menilai buku dari sampulnya.” Pasti tahu dong dengan pepatah yang satu ini? Artinya jangan cuma menilai apa pun dari permukaannya saja, termasuk penampilan seseorang.

Memang sih baik atau tidaknya seseorang gak cuma dinilai dari cara mereka berpakaian. Tapi bukan berarti juga kamu harus cuek dengan urusan yang satu ini. Apalagi kalau di lingkungan kerja.

Saat sudah menjadi seorang profesional, penampilan menjadi hal yang penting. Bagaimana tidak? Ini secara tidak langsung menunjang performa kerja kamu lho. Soalnya kamu bakal sering ketemu dengan bos, rekan kerja, sampai klien perusahaan. Pastinya penampilan harus selalu terjaga.

Untuk urusan bisnis dan pekerjaan, tentunya pakaian formal harus selalu ada dalam lemarimu. Konsekuensinya, kamu harus menyiapkan bujet rutin untuk kebutuhan ini setiap bulan.

Wah bakal tekor dong tiap bulan? Kan pakaian kerja formal biasanya mahal!

Jangan khawatir. Kalau tahu caranya, belanja pakaian kerja formal juga bisa jadi hemat kok! Simak dulu tipsnya berikut ini ya.

1. Belanja di toko yang menawarkan diskon atau promo

 

belanja pakaian kerja
Beli pas ada diskon biar gak rugi (diskon/genesis mining)

Kamu gak perlu habiskan banyak uang untuk membeli busana formal keluaran butik-butik mahal yang harganya sampai jutaan rupiah. Kecuali gajimu memang besar ya.

Kamu bisa pilih untuk berbelanja di toko yang sedang menawarkan diskon atau promo tertentu. Misalnya Marks & Spencer dan Forever New yang sedang ada diskon 10 persen kalau menggunakan kartu kredit tertentu. Promonya berlaku sampai Agustus 2017.

Promo-promo semacam ini banyak lho. Kamu cuma mesti rajin-rajin ngecek di Internet atau follow akun sosial media brand fashion kesayanganmu. Bisa juga dengan sering update daftar promo kartu kredit yang kamu pakai. Siapa tahu sedang ada diskon di toko fashion tertentu.

2. Prioritaskan untuk membeli pakaian “luaran”

Prioritaskanlah membeli pakaian luaran seperti blazer, jas, atau vest yang bagus ketimbang beli kemeja atau celana formal yang mahal. Kenapa?

Sederhana saja, membeli pakaian luaran seperti blazer atau jas akan lebih efektif karena dapat digunakan lebih sering ketimbang kemeja atau kaos. Bentuk dan warnanya yang cenderung gak aneh-aneh, bikin banyak orang gak ngeh kalau kamu sering pake luaran yang sama.

Luaran juga bisa berfungsi untuk mengkamuflase setelan kerjamu yang itu-itu aja. Jadi kamu tinggal kreatif memadupadankan. Kantong aman, tapi tetap bisa gaya kan?

3. Hindari membeli pakaian formal secara online

Beli pakaian kerja formal secara online mungkin bisa lebih murah, tapi hal itu sebaiknya gak kamu lakukan. Kenapa? Karena bahan pakaian formal beda dengan pakaian casual.

belanja pakaian kerja
Tuh, kalau kamu beli jas dengan online dan pas barang sampai taunya kegedean, akibatnya ya gini (Jimmy Fallon pakai Jas milik Shaq O’Neil/pandawhale)

Bahan pakaian formal jelas gak bisa melar seperti kaos atau polo shirt. Kamu harus melakukan fitting terlebih dulu untuk memastikan bahwa pakaian itu cocok di badanmu. Apalagi kalau yang ingin kamu beli adalah celana bahan.

Mungkin gak masalah buatmu untuk beli online asalkan kamu sudah mengenal ukuran dan potongannya dengan baik. Namun kalau belum, lebih baik kamu meluangkan waktu untuk pergi ke pusat perbelanjaan dan membeli pakaian kerja formal favoritmu.

4. Pilihlah warna dasar yang soft dan mudah dipadukan

Dalam membeli pakaian formal, hindari memilih pakaian dengan motif atau corak yang ramai. Selain karena susah dipadukan, pakaian dengan motif ramai justru kelihatan kurang formal. Bahkan kamu bisa terlihat kayak badut.

Untuk luaran, pilihlah warna abu-abu muda atau tua, biru gelap, dan hitam. Dan untuk kemeja dalamnya, pilih warna biru muda, pink pastel, putih, atau hitam.

Jika ingin membeli kemeja formal bermotif, pilih saja motif vertikal atau horizontal. Namun kamu harus memadukannya dengan jas atau blazer polos agar tidak terlalu ramai.

5. Khusus buat pria, jangan sepelekan dasi

Jangan abai soal memilih dasi dari sisi warna atau ukuran. Dalam konteks pakaian bisnis formal, tentu dasi panjang (necktie) yang bakal kamu pakai bukan dasi kupu-kupu (bowtie).

Pilihlah dasi berukuran sedang untuk menampilkan kesan modern, dan cocok sekali buat kamu yang punya postur badan sedang atau agak besar. Pemilihan dasi berukuran besar dan lebar tidak disarankan, karena kamu hanya akan terlihat seperti bapak-bapak tahun 1970an.

Bagaimana dengan dasi slim yang ukurannya lebih kecil? Dasi slim memang kelihatan lebih nyentrik, namun kamu harus memadukannya dengan kemeja yang kerahnya tidak terlalu lebar. Jika perutmu cenderung buncit, pikir 10 kali untuk menggunakan dasi slim.

Dan ketika memilih warna dasi, usahakan memilih warna polos seperti hitam, biru, atau hijau olive. Bagaimana dengan merah? Merah bagus, namun akan ada kesan “agresif dan ambisius” di dirimu dengan dasi merah. Gak semua cocok pakai dasi merah lho. Buat yang ingin dasi bermotif, pilih motif garis-garis saja atau herringbone (tulang ikan), jangan yang aneh-aneh.

Patut diingat pula, dasi adalah aksesori. Gak perlu membeli dasi yang harganya terlampau tinggi, apalagi sampai lebih mahal daripada kemejamu.

6. Jika ingin beli sepatu, belilah yang berbahan kulit

belanja pakaian kerja
Mahal dikit gak apa-apalah, tapi keren kan. Bisa dipakai dalam jangka waktu yang lama pula (sepatu kulit/Real Men Real Style)

Daripada beli yang kulit imitasi, lebih baik keluar dana lebih besar sedikit untuk beli sepatu pantofel kulit. Sepatu kulit lebih tahan lama, dan gak akan ngelupas atau crack dalam waktu yang singkat. Daripada beli sepatu murah tapi sering, lebih baik beli sekalian mahal tapi tahan lama kan?

Dalam urusan memilih sepatu, setidaknya kamu punya dua warna yaitu hitam dan coklat tua. Warna hitam pastinya akan terlihat sangat formal. Sesuaikan warna sepatu yang kamu pakai dengan ikat pinggangmu.

Gimana guys, sudah siap mengagendakan mau belanja di mana setelah gajian? Selalu ingat bahwa penampilanmu akan menjadi kesan pertama bagi semua orang yang bertemu denganmu.

Untuk urusan bisnis, penampilan sangat menentukan lho. Pasti gak mau kan gagal pitching untuk klien baru cuma gara-gara penampilanmu gak mendukung? Jadi coba mulai peduli untuk soal yang satu ini ya. Tapi tetap belanja dengan cerdas supaya kantong aman.

 

 

Yang terkait artikel ini:

[Baca: Kenali Tipe Pembelanja yang Manakah Kamu, Supaya Keuangan Makin Sehat]

[Baca: 7 Tips Belanja Pakaian yang Hemat dan Cerdas Buat Pria Modern]

[Baca: Sebelum Belanja di Bazar Simak 6 Tips Ini Dulu Biar Kantong Gak Kebobolan]