Belanja Bulanan Bakal Boncos Kalau Sering Lakukan 4 Kesalahan Ini

Sering khawatir bakal boros pas mau belanja bulanan? Atau jangan-jangan gak sadar selalu boros ketika belanja? Mungkin ada kesalahan yang sering kamu lakukan.

Rutinitas belanja tiap bulan adalah salah satu aktivitas penting dalam soal keuangan. Namun ada sederet kesalahan yang sering dilakukan saat belanja bulanan yang bisa mengganggu fondasi finansial.

Simak daftarnya di bawah ini, semoga gak ada yang pernah kamu lakukan ya.

1. Gak bikin daftar belanjaan

belanja bulanan
Bikin catetan dulu dong biar gak salah beli (catatan belanja/tribun)

Improvisasi dan kreativitas itu penting. Tapi bila soal bujet belanja bulanan, sebaiknya bersikaplah sekaku mungkin.

Dalam hal ini, daftar belanjaan mesti dibikin dan dipatuhi layaknya Undang-Undang Dasar 1945. Daftar ini disesuaikan dengan bujet, dan tentunya kebutuhan selama sebulan ke depan.

Bila pergi tanpa rencana yang mau dibeli apa aja, siap-siap merogoh kocek dalam-dalam saat belanja. Bahkan mungkin kocek orang lain ikut dirogoh saking banyaknya pengeluaran.

Daftar ini harus dijadikan pegangan agar bujet gak bocor. Bikin saja dalam catatan di handphone, simpel. Tapi perhatikan, gak ada gunanya bikin daftar ini kalau gak ditaati.

2. Gak cek promo di supermarket yang dituju

belanja bulanan
Jangan gak peduli ama diskonan guys (diskon/Tribun)

Supermarket sering bikin katalog belanja pada periode tertentu, yang antara lain berisi informasi promosi. Salah kalau kita gak cek promo itu sebelum belanja.

Promo itu bisa dilihat di iklan media massa. Bisa juga mengecek langsung situs web supermarket tersebut dan membandingkannya dengan harga di supermarket lain. Supermarket gede sih biasanya memajang info itu buat di-download dan selalu diperbarui.

Sebelum bikin daftar belanjaan, cek dulu promo ini. Kalau mau cek langsung di supermarketnya sih bisa, karena ada katalog yang dicetak. Tapi kita gak bisa siap-siap sejak dari rumah, juga gak bisa bandingin harga di sana dengan harga di tempat lain.

Selain cek promo, jangan lupa cek kartu kredit mana yang ngasih potongan harga di supermarket yang kamu tuju. Lumayan kan double hematnya.

[Baca: Cek Kartu Kredit Supermarket yang Paling Cocok Buatmu di Sini!]

3. Asal beli banyak

belanja bulanan
Awas borong-borong jadi boncos (borong/nbc)

Banyak produk yang ditawarkan dengan harga lebih murah kalau beli banyak sekalian. Misalnya pasta gigi 1 unit Rp 2.000, kalau beli 3 langsung harganya jadi Rp 5.500 sepaket.

Namun hati-hati, sebaiknya lihat dulu barang yang mau dibeli banyak itu. Ada kalanya barang yang dijual sepaket itu udah mau kedaluwarsa. Dengan dijual banyak sekalian, diharapkan stoknya cepat habis.

Buat konsumen, tawaran seperti itu malah bisa merugikan. Misalnya mau beli tepung terigu. Bila beli banyak sekalian, apa pasti bakal habis sebelum kedaluwarsa?

Kecuali memang mau tiap hari bikin roti. Hal yang seperti ini mesti diteliti agar gak rugi kalau beli banyak sekalian lantaran malah terbuang percuma.

[Baca: Lebih Hemat Mana, Membeli Barang Grosir atau Eceran?]

4. Pede beli produk brand supermarket

Brand supermarket memang umumnya harganya lebih murah ketimbang merek komersial di pasaran. Tapi harganya yang murah bukan berarti harus dibeli.

Bandingkan dulu kualitasnya dengan merek lain. Siapa tahu efisiensinya kalah. Atau rasanya kurang sedap dibanding yang lain sehingga gak dikonsumsi lantaran gak disukai.

Misalnya mau beli tisu dengan merek supermarket yang dikunjungi. Ternyata, tisu itu amat tipis. Habis makan, gak cukup satu lembar tisu untuk mengelap mulut.

Sebaliknya, tisu merek lain lebih mahal, tapi lebih tebal. Cukup satu lembar tisu, minyak dan kotoran lainnya langsung lenyap. Nah, bila dihitung-hitung, harga tisu merek supermarket jatuhnya lebih mahal karena cepat habis.

Lagian, hidup hemat gak selalu identik dengan barang-barang yang murah. Tetap harus dicek kualitasnya agar uang yang keluar gak sia-sia lantaran barang itu hanya dipakai sebentar karena kurang bagus.

Belanja bulanan seharusnya jadi rutinitas yang menyenangkan, bukan bikin males karena mesti keluar duit. Tengok lagi kebiasaan kita dalam belanja, jangan sampai menemukan kesalahan di atas.

[Baca: Gak Usah Galau, Nih 8 Tips Menghemat Uang Belanja yang Ga Pake Ribet]