Belajar Menjadi Pemimpin yang Baik dan Dicintai Seperti Abraham Lincoln

Semua orang pasti menginginkan menjadi seorang pemimpin. Entah di sebuah keluarga, perusahaan, atau bahkan negara. Ketika udah berada di puncak organisasi, tentu kita berusaha buat menjadi seorang pemimpin yang baik.

Setiap pemimpin yang baik pasti juga dicintai oleh bawahannya. Di dalam perusahaan sendiri, hal tersebut menjadi sebuah keistimewaan sendiri bagi karyawannya, jika memiliki pemimpin yang mampu menjalankan tugas dengan sangat baik. Alhasil, pemimpin seperti itu kemungkinan besar bakal jadi panutan.

Selalu ada cara buat menjadi seorang pemimpin yang baik. Di antaranya adalah coba perhatikan tutur kata dan sikap ke pada bawahan. Tegas tanpa kekerasan bisa juga dibilang baik, atau membimbing tanpa menggurui juga bisa dibilang baik.

Buat mengetahui standar pemimpin yang baik kamu bisa kok melihat dari berbagai pengalaman para orang-orang hebat, salah satunya Abraham Lincoln. Presiden AS ke-16 ini dikenal sebagai pemimpin yang sangat hebat, seorang politisi dan ekonom yang handal.

Berkat komandonya, sistem perbudakan yang dulu marak di Amerika Serikat udah lenyap. Kesejahteraan warganya pun meningkat hingga akhirnya menjadi negara adidaya hingga saat ini.

Nah, kalau kamu ingin menjadi pemimpin yang baik, coba deh perhatikan lima pelajaran berharga dari Abraham Lincoln ini dikutip dari Entrepreneur.

Baca juga: Jadi Pemimpin Negara, 3 Orang Ini Lebih Sering Tampil Sederhana

1. Mau belajar secara mandiri

Mau belajar secara mandiri adalah contoh pemimpin yang baik, (Ilustrasi/Shutterstock).

Kamu tahu gak kalau misalnya Abraham Lincoln gak menempuh pendidikan umum layaknya anak-anak lain. Lahir dari keluarga tukang kayu dan petani, ia hanya menjadi seorang anak yang gemar membaca. Selain membantu sang ayah, masa kecilnya dihabiskan buat melahap buku-buku bacaan. Hingga akhirnya ia bergabung dengan partai politik dan berhasil menjadi anggota parlemen dan sukses memenangkan pemilihan presiden.

Dari sikapnya ini kita bisa memetik pelajaran bahwa belajar adalah proses yang tak terhingga dan memiliki batasan. Bagi Lincoln yang gak mengenyam pendidikan formal saja bisa menjadi pemimpin yang dicintai oleh rakyatnya, apalagi kamu yang bahkan sekolah sudah sampai tinggal universitas.

Jadi cobalah untuk tetap belajar meskipun pendidikanmu sudah tinggi. Karena pelajaran gak cuman didapatkan dari sekolah formal, tapi juga lingkungan sekitar dan tentunya dari berbagai macam buku!

Baca juga: Penasaran Sama Sekolah Mewahnya Pemimpin Korut di Swiss? Intip Faktanya

2. Terbuka dan rendah diri

Terbuka dan rendah diri merupakan contoh pemimpin yang baik, (Ilustrasi/Shutterstock).

Banyak pemimpin yang lebih memilih buat mengerjakan segalanya di ruangan secara tertutup atau bahkan enggan buat terjun langsung ke bawahannya. Tapi hal itu beda dengan Abraham Lincoln.

Saat menjabat sebagai presiden, ia lebih banyak menghabiskan waktu di luar Gedung Putih. Semua karyawan maupun prajurit yang saat itu tengah bersiap buat Perang Sipil ia sapa.

Gak cuman itu aja, Lincoln juga sering mempersilahkan bawahannya bahkan masyarakat umum buat gak sungkan-sungkan masuk ke ruangannya sekedar mengobrol ringan.

Kalau kamu menginginkan menjadi pemimpin yang baik, cobalah tiru sikap Abraham Lincoln ini. Karena dengan demikian secara gak langsung kamu juga bakal meningkatkan rasa kepercayaan antar pemimpin dan bawahan.

Baca juga: 7 Prinsip Tri Rismaharini, Pemimpin Wanita yang Dicintai Warganya

3. Persuasif

Memiliki sifat persuasif itu penting bagi seseorang pemimpin, (Ilustrasi/Shutterstock).

“Saya menghancurkan musuh saya ketika saya menjadikan mereka teman saya,” itulah kata Abraham Lincoln seperti dikutip dari Entrepreneur. Dari perkataannya itu, kamu bisa mengambil kesimpulan bahwa Lincoln lebih mengutamakan pendekatan-pendekatan persuasif ketimbang kekerasan.

Pendekatan secara halus dan damai menjadi satu-satunya cara baginya buat menyelesaikan masalah.

Keistimewaannya adalah kamu gak bakalan deh dibenci oleh bawahan kalau ngikutin cara Lincoln ini. Karena memang di zaman sekarang ini, memimpin dengan cara kekerasan sangat gak dibenarkan dan bahkan justru gak efektif.

Cobalah buat berbincang santai dengan bawahan jika ada masalah kantor yang belum diselesaikan. Selesaikan permasalahan tersebut secara bersama-sama dengan penuh kehati-hatian.

4. Memotivasi

Memotivasi timnya merupakan salah satu contoh pemimpin yang baik, (Ilustrasi/Shutterstock).

Lincoln selalu hadir dengan inovasi-inovasi canggihnya. Bahkan ia tercatat sebagai penemu yang memiliki paten di bidang teknologi. Karyanya adalah alat yang mampu mengangkat perahu di perairan dangkal dan melewati penghalang di sungai.

Gak cuma itu aja, ia bahkan seorang yang sangat melek teknologi, gak menggunakan telepon, ia lebih memilih buat menggunakan telegraf guna keperluan komunikasi dengan jenderal-jenderal militer AS kala itu.

Nah, ia pun selalu mendorong para bawahannya buat selalu berpikir canggih dan membawa ide-ide khas kemajuan teknologi.

Inilah kenapa ia sangat dicintai oleh rakyat dan bawahannya. Lincoln telah menjadi pemimpin yang baik dengan berusaha membuat bawahannya lebih pintar dengan memiliki inovasi tinggi. Semuanya dilakukan demi kemajuan sang bawahan, dan bahkan warga AS lebih luasnya.

5. Keterampilan Berbicara

Terampil dalam berbicara dengan tim kerjanya merupakan salah satu contoh pemimpin baik, (Ilustrasi/Shutterstock).

Gak bisa dipungkiri, pemimpin yang baik juga mampu menggerakkan bawahannya. Bukan hanya dari contoh sikap, tapi juga dari perkataannya yang turut menggetarkan hati. Abraham Lincoln, diketahui sebagai pencerita yang hebat.

Bahkan usai perang saudara di Amerika Serikat berkecamuk, pidatonya selama 3 menit mampu merubah suasana. Sekitar tahun 1863 usai pertempuran Gettysburg, ia berorasi bahwa perang yang dilakukannya buat mencapai prinsip-prinsip kebebasan dan kesetaraan bagi semua warga Amerika Serikat.

Bagi semua orang yang mendengarnya tentu ucapan tersebut sangat berarti lebih. Menggambarkan citra pemimpin yang baik dan peduli terhadap nasib warganya. Bicaralah dengan singkat tapi memiliki kebijaksanaan yang besar.

Itu tadi lima sikap Presiden Amerika Serikat ke-16, Abraham Lincoln yang bisa kamu petik sebagai pembelajaran. Siapa tahu, kamu bisa menjadi pemimpin yang baik dan dicintai bawahan seperti yang dialami oleh Lincoln. (Editor: Mahardian Prawira Bhisma).