Belajar dari Kisah Julia Perez, Yuk Deteksi Dini Kanker Serviks dengan Pap Smear. Berapa sih Biaya yang Dibutuhkan?

Buat yang update sama berita-berita selebriti, pasti tahu dong kalau salah satu seleb Indonesia Julia Perez baru aja meninggal dunia 10 Juni 2017 kemarin?

Artis yang beken lewat lagu dangdut “Belah Duren” di tahun 2014 ini menutup usia karena menderita kanker serviks atau kanker leher rahim selama lebih dari setahun terakhir. Umurnya masih muda lho, masih 37 tahun. Sedih ya.

Kanker serviks adalah jaringan sel kanker yang tumbuh di daerah leher rahim, yang kemudian berkembang hingga tidak terkontrol. Penyakit ini disebabkan oleh Human Papilloma Virus (HPV) yang bisa ditularkan lewat hubungan seksual melalui proses oral, anal, dan vaginal.

Sampai sekarang, kanker serviks masih menjadi penyakit pembunuh perempuan no. 1 di Indonesia lho. Menurut Ketua Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Prof. DR. dr. Aru Wicaksono, rata-rata terdapat 15.000 kasus kanker serviks setiap tahunnya di negara ini.

Saking banyaknya, WHO pun menobatkan Indonesia sebagai negara dengan penderita kanker serviks terbanyak di dunia. Memprihatinkan ya?

Celakanya lagi, walaupun mematikan, penyakit ini susah dideteksi pada stadium awal karena gak menunjukkan gejala apa pun. Alhasil, lebih banyak kasus kanker serviks yang ditemukan saat sudah memasuki stadium lanjut dan pada akhirnya makin sulit ditangani.

deteksi dini kanker serviks
Ayo para perempuan mulai periksakan diri deh! (Perempuan Periksa Diri / majalahkartini)

Deteksi dini kanker serviks dengan pap smear

Nah, berkaca dari musibah yang dialami Julia Perez, kita sebagai perempuan harus lebih telaten dan aware sama kondisi badan kita sendiri. Sebisa mungkin, lakukan upaya pencegahan untuk mendeteksi kehadiran kanker serviks. Salah satu caranya adalah dengan melakukan pap smear.

Pap smear atau Inspeksi Visual dengan Asam Asetat (IVA) adalah pemeriksaan yang bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat pertumbuhan sel yang abnormal pada rahim. Caranya dengan memasukkan alat ini ke dalam vagina. Duh, kok ngeri ya.

Emang sih proses pap smear itu menakutkan dan gak nyaman pas dibayangin. Tapi ini gak ada apa-apanya kok dibanding risiko terkena kanker serviks karena gak ditangani sejak dini.

Sayangnya, sampai sekarang pap smear masih jarang dilakukan sama perempuan Indonesia. Alasannya macam-macam. Ada yang takut, khawatir, bahkan malu. Alasan terakhir ini, biasanya dialami sama perempuan-perempuan yang belum menikah tapi udah aktif secara seksual. Maklum, Indonesia ya.

Padahal, kanker serviks itu gak ngeliat status perkawinan lho. Kalau kamu masih lajang tapi sudah pernah berhubungan seksual, ada baiknya melakukan tes ini demi mengantisipasi risiko kanker serviks di masa depan.

Berapa sih biaya pap smear?

Nah, ini bagian yang paling penting nih. Berapa sih biaya yang dibutuhkan kalau mau ikut tes pap smear? Kalau kamu punya BPJS, gratis!

deteksi dini kanker serviks
Cukup datang dan periksa lewat Pap Smear biar terdeteksi (Pap Smear / klinikutama)

Sekarang layanan pap smear udah ditanggung sama BPJS kalau kamu melakukannya di laboratorium atau fasilitas kesehatan (faskes) yang bekerja sama. BPJS sudah menganggarkan bujet tersendiri untuk ini kok. Jadi, sayang kan kalau gak dipakai.

Cari tahu soal lab dan faskes yang melayani pap smear gratis dengan BPJS di rumah sakit sekitar tempat tinggalmu. Biasanya, ada jadwal tersendiri untuk layanan gratis ini.

Dan gak semua faskes yang kerja sama dengan BPJS menyediakan layanan ini ya. Jadi kamu harus tanya secara spesifik kalau yang kamu cari adalah layanan pap smear gratis.

Buat yang gak punya BPJS, tes pap smear biasanya memakan biaya sekitar Rp 300-800 ribuan di Jakarta. Duit segitu cuma bakal keluar maksimal tiga tahun sekali kok. Karena tes pap smear juga gak boleh dilakukan setiap tahun, dan hanya disarankan untuk perempuan usia 21-65 tahun.

Persiapan kalau mau pap smear

Jangan salah, sebelum memutuskan untuk melakukan tes pap smear, ada beberapa hal yang mesti kamu siapkan dulu agar hasil tes akurat. Berikut ini di antaranya:

– Jangan melakukan hubungan seksual dua hari (48 jam) sebelum tes

– Pastikan kalau gak lagi dalam kondisi haid atau nifas

– Gak membersihkan atau mencuci vagina dengan sabun kewanitaan atau antiseptik

– Jangan lakukan tes ketika sedang mengalami keputihan yang parah

deteksi dini kanker serviks
Ayo jangan malas, mulai gaya hidup sehat (Olahraga / astaga)

Kanker serviks memang jadi momok paling menakutkan buat perempuan. Tapi bukan berarti gak ada hal yang bisa kita lakukan untuk mencegah dan meminimalisir risikonya.

Selain melakukan pap smear, kita juga bisa melakukan langkah-langkah pencegahan seperti vaksinasi, menggunakan alat kontrasepsi saat berhubungan seks, sampai menjalani gaya hidup sehat dengan gak merokok. Yuk diterapkan!

 

 

Yang terkait artikel ini:

[Baca: Ini Akibatnya Kalau Ogah Medical Check Up]

[Baca: Simak Dua Hal Penting dalam Memilih Agen Asuransi Kesehatan Ini]

[Baca: Perluas Wawasan Kamu Tentang Asuransi Kesehatan Terbaik di Portal Ini]