Begini Strategi Jiwasraya Selesaikan Masalah Tunggakan Polis Nasabah hingga Rp 802 Miliar

PT Asuransi Jiwasraya tengah mendapatkan sorotan publik karena kasus. Dikutip dari Liputan6, Jiwasraya telat melakukan pembayaran polis ratusan nasabahnya. Jumlah tunggakannya pun gak tanggung-tanggung, mencapai Rp 800 miliaran. Mereka semua merupakan nasabah dari program Saving Plan.

Dilansir dari Kompas, Saving Plan merupakan produk asuransi milik Jiwasraya yang diluncurkan di tahun 2013 silam. Produk ini memberikan manfaat terkait perlindungan diri serta jaminan dana di masa depan.

Pembayaran premi dilakukan sekaligus atau single premium, dengan nilai mulai dari Rp 100 juta. Durasi kontraknya lima tahun, dengan keistimewaan, nasabah bisa menarik keluar dana investasinya setiap tahun.

Tapi karena adanya kasus penunggakkan bayar polis nasabah Saving Plan, Jiwasraya memutuskan buat menutup produk tersebut mulai awal tahun 2019 ini.

Baca juga: Gak Perlu Ragu, Ini Cara Jitu Pilih Perusahaan Asuransi yang Aman

Asuransi Jiwasraya tunggak pembayaran polis nasabah senilai Rp 802 miliar

Asuransi Jiwasraya
Jiwasraya tunggak pembayaran polis nasabah senilai Rp 802 miliar, (Instagram/@jiwasraya).

Kasus klaim mandek ini mulai disadari pada Oktober 2018 lalu. Seperti dikutip dari CNBC, Jiwasraya menyatakan mengalami tekanan likuiditas yang membuat perusahaan terpaksa menunda pembayaran klaim jatuh tempo produk Saving Plan. Jumlah tunggakan disebut-sebut mencapai Rp 802 miliar

Seperti dikutip dari Kontan, salah satu penyebabnya ini adalah buruknya pengelolaan investasi dana nasabah. Jiwasraya Saving Plan merupakan produk asuransi sekaligus investasi, namun ternyata dalam pelaksanaannya, Jiwasraya gak bisa mencairkan asetnya di saham, hal itu terjadi karena adanya penurunan nilai aset akibat kondisi pasar yang tengah tertekan.

Sementara itu, 25 persen dana nasabah dialokasikan berupa tanah dan properti, bentuk ini dinilai sangat menyulitkan Jiwasraya memenuhi kewajibannya memberikan dana tunai ke pada nasabah.

Baca juga: Jatuh Bangun George Lucas Membawa Star Wars Menembus Box Office

Solusi dari pihak PT Asuransi Jiwasraya dan Menteri BUMN

Asuransi Jiwasraya
Jiwasraya dan Menteri BUMN bakal memberikan solusi buat masalah ini, (Instagram/@jiwasraya).

Menghadapi masalah ini, pihak Asuransi Jiwasraya gak  tinggal diam dan lepas tangan. Perusahaan asuransi plat merah itu mencari beberapa solusi buat menutupi tunggakan tersebut.

Dikutip dari Kontan, mereka tengah mencari strategi buat mendapatkan pendanaan segar. Sumber yang ditempuh adalah dengan menerbitkan surat utang jangka menengah (MTN) senilai Rp 500 miliar. Proses penerbitan surat utang direncanakan rampung pada Mei 2019 mendatang.

Jiwasraya juga menawarkan roll over atau perpanjangan kontrak dengan tawaran bunga sebesar 7 persen per tahun dan bayar di muka. Tawaran tersebut cukup menggiurkan nasabah dan dikutip dari CNBC, tercatat 33 persen nasabah Saving Plan menerima tawaran ini.

Sementara itu, Kementerian BUMN, selaku pemegang saham Asuransi Jiwasraya mengambil langkah cepat dengan mengganti jajaran direksi. Salah satunya adalah direktur utama dari Asmawi Syam menjadi Hexana Tri Sasongko. (Editor: Mahardian Prawira Bhisma).