Begini Nih Perkiraan Harga Rumah Angker Menteri Susi

Selain punya rumah pribadi berukuran besar serta rumah dinas dari Pemerintah RI, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti ternyata juga punya rumah Belanda. Kabarnya sih rumah tersebut gak pernah dihuni dan angker.

Bangunan peninggalan Belanda yang terletak di Jalan Raya Babakan Nomor 156, Dusun Bojongsari, Desa Babakan, Kecamatan Pangandaran itu bernama Gedong Uyeng. Menurut informasi dari situs Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, bangunan berdenah segi empat itu berukuran 12,85 m x 9,00 meter = 115,65 meter persegi.

Kabarnya sih dulu Susi membeli rumah ini dari seorang warga keturunan Cina bernama Uyeng yang tinggal di Pangandaran. Pada saat dibeli, rumah itu benar-benar gak terawat.

Sejatinya, gak ada info di media yang menyebutkan soal berapa Rupiah Menteri Susi keluar duit untuk beli rumah ini. Tapi jika kita buat perkiraan, harga tanah di wilayah Pangandaran sendiri umumnya berkisar antara Rp 1,4 juta per meter persegi.

Anggap saja, luas tanah di wilayah tersebut mencapai 300 meter persegi. So, harga tanahnya bisa jadi, 300 x Rp 1,4 juta = Rp 420 juta.

Sementara itu untuk harga bangunannya, dengan asumsi ongkos renovasi dan bangun rumahnya Rp 3 juta per meter persegi, adalah 115,65 meter persegi x Rp 3 juta = Rp 346.950.000. Jadi harga tanah dan rumah itu kurang lebih Rp 346.950.000 + Rp 420.000.000 = Rp 766.950.000.

Berhubung ini adalah rumah peninggalan masa kolonial, bisa jadi harganya malah lebih tinggi lho. Ini kan terhitung bangunan bersejarah.

Saat ini, rumah Belanda tersebut justru terlihat cantik. Pekarangannya juga tertata rapi, mungkin karena setiap hari juga dibersihkan oleh para petugas ya.

Ngomong-ngomong, seperti apa sih rumah Belanda yang valuasi harganya ada di kisaran Rp 700 jutaan itu? Yuk kita simak ulasannya

1. Menggunakan atap limasan

rumah belanda
Beginilah penampakannya (Grid)

Rumah Belanda yang satu ini menggunakan atap limasan. Jenis atap yang satu ini memang cukup tepat digunakan buat rumah-rumah di daerah tropis.

Dengan menggunakan atap limasan, sebuah bangunan pasti bakal terlihat lebih megah. Karena atap seperti ini juga kerap digunakan di rumah Joglo khas Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Selain megah, rumah juga bisa terlindung dari terik matahari yang luar biasa panas. Curah hujan juga bakalan merata di sisi-sisi sekitar rumah.

Meski demikian, konstruksinya emang terbilang cukup rumit. Kamu bakal membutuhkan banyak tiang kuda-kuda untuk atap ini.

Itulah sebabnya, atap jenis ini memang kurang cocok buat lahan rumah yang gak terlalu luas. Belum lagi proses pemasangannya yang agak rumit serta biaya pemasangannya yang mahal.

2. Jendela model krepyak terpasang di rumah Belanda tersebut

rumah belanda
Jendela krepyak rumah Bu Susi (My Pangandaran)

Berhubung ini adalah rumah Belanda yang notabenenya adalah rumah klasik, kamu bisa menemukan adanya jendela krepyak di dindingnya. Sebenarnya kenapa sih jendela tersebut disebut jendela krepyak?

Hal itu dikarenakan ketika jendela itu dibuka, akan muncul suara “krepyak” dari kaca dan besi yang saling bersinggungan. Keberadaan jendela ini memang memunculkan kesan vintage atau klasik dari sebuah rumah. Jendela ini juga sangat cocok diaplikasikan di rumah berukuran kecil.

Selain terlihat artistik, jendela ini tentunya aman dari gangguan pencuri. Mengapa demikian? Karena jendela ini sulit dicongkel.

Untuk memasang jendela krepyak, kamu tentunya butuh kusen yang tebal terutama jika kamu ingin menempatkan gorden dan kawat nyamuk juga.

Kalau memang ini jadi jendela pilihan di rumahmu nanti, rajin-rajin dirawat ya. Keuntungannya ya biayanya mungkin murah. Tapi, kalau dibiarin gitu saja, besi-besi bukaannya bakal seret karena berkarat.

3. Menggunakan plafon gypsum

rumah belanda
Tampak samping (Rancah Post)

Plafon berfungsi untuk menahan agar hawa panas dari atap gak menyengat seisi rumah. Nah, rumah Bu Susi ini menggunakan plafon gypsum.

Selain meredam panas, plafon gypsum membuat rumah terlihat rapi karena genteng gak bakalan terlihat dari dalam. Sementara itu, suara bising di luar rumah juga gak bakal terdengar dari dalam.

Unik juga ya ide bu Susi yang memasang plafon ini di rumah Belanda tersebut. Alhasil,  penggunaan plafon memberikan kesan modern pada rumah klasik tersebut.

Selain itu, rumah juga bakal bebas dari kotoran dan debu. Kok bisa? Karena kotoran dari luar rumah yang masuk dari celah genteng, gak bakal jatuh ke dalam ruangan.

Dengan plafon gypsum, rumahmu juga bakal terlihat lebih elegan lho. Desain plafon jenis itu juga bisa dipesan sesuai keinginan kita. Motifnya lumayan banyak dan kalau memang matching sama konsep desain interior rumah, pastinya makin nyaman deh rumahmu.

4. Di terasnya ada pagar langkan

rumah belanda
Ini foto Gedong Uyeng dulu, coba perhatikan di sebelah kanan pagar langkan dekat tanaman, maka kamu bakal melihat penampakan sosok kecil berwarna hitam, yang gak lain adalah pot bunga (My Pangandaran)

Adanya pagar langkan di rumah Belanda ini juga membuat kesan Gedong Uyeng terlihat sangat klasik. Pagar langkan sendiri adalah sebuah pagar yang digunakan untuk menutup lorong di candi-candi.

Pagar tersebut gak terlalu tinggi, palingan cuma sepinggang. Pagar ini memang seringkali diaplikasikan di bangunan-bangunan kuno. Sebut saja seperti The Palazzo dei Conservatori, yang didirikan pada abad ke-16 di Roma.

Pagar langkan juga bisa bagus kok kalau diaplikasikan ke rumah-rumah modern. Tentunya bangunan-bangunan modern bisa terlihat lebih megah kalau mereka mengaplikasikan pagar ini di terasnya.

Jika pemilik rumah memilih warna putih, maka bangunannya bakal terlihat kokoh deh.

Seperti itulah rumah Belanda milik bu Susi yang katanya sering ada penampakan orang tinggi besar di sana. Selain penampakan itu, di malam hari warga juga sering mendengar ada suara orang bercakap-cakap dengan Bahasa Belanda di rumah tersebut, hiii….

Sempat juga tersiar kabar bahwa sebuah reality show di televisi membatalkan niatnya untuk shooting di rumah Belanda itu. Mereka bilang karena penghuni ghaib di rumah itu gak ada yang asyik alias gak bersahabat.

Tapi semenjak rumah itu dibeli bu Susi, peristiwa aneh itu katanya udah gak pernah terdengar lagi.

Intinya, mau angker atau tidak angker, ini adalah bangunan bersejarah. Bisa dijual kembali dengan harga tinggi atau malah bisa dimanfaatkan sebagai ladang duit, sebut saja jadi lokasi shooting atau yang lain.