Begini Nih Cara Biar Bisa Nyambung Sama Teman Kerja yang Beda Generasi

Beda generasi, beda kebiasaan. Coba tanya rekan kerja yang usianya 40 tahun ke atas tentang apa itu baper (bawa perasaan) atau mager (malas gerak). Yakin, lebih banyak yang geleng kepala tanda tak tahu.

Hanya mereka yang gaul dengan kalangan milenial yang tahu kosakata baru itu. Sebaliknya, anak muda sekarang kikuk kalau diminta menulis tangan.

Soalnya, mereka lebih terbiasa pencat-pencet layar dan papan tuts keyboard. Masing-masing punya kebiasaan tersendiri.

Tapi perbedaan budaya itu mesti diatasi di tempat kerja. Kalau tidak, kerja sama tim bisa terganggu. Akhirnya, kinerja individu pun terpengaruh sehingga berdampak pada karir ke depannya.

Kalau punya teman kerja beda generasi, kita mesti tahu cara menghadapinya. Berikut ini cara biar nyambung kalau teman kerja beda generasi.

Rekan Kerja Generasi X

Generasi X adalah mereka yang lahir pada 1965-1980. Karakteristik umum mereka adalah cenderung skeptis alias gak mudah percaya, punya etos kerja dan sifat yang mandiri, dan lugas. Mereka pun umumnya blakblakan ketika diminta memberi saran atau kritik, terutama setelah 1998 saat Orde Baru jatuh.

teman kerja yang beda generasi
Generasi X di Indonesia juga banyak yang paham teknologi, lho, tapi lebih banyak yang kurang tahu (Generasi X / Pinimg)

Cara biar nyambung:

– Jika dalam satu tim, pastikan bagian tugasmu selesai tepat waktu untuk menghindari teguran keras

– Jangan terlalu baper alias bawa perasaan, terkadang ucapan mereka nyelekit, tapi tujuannya sebenarnya baik

– Hindari memuji berlebihan karena pujian semacam itu malah bisa dianggap basa-basi belaka

– Tidak terlalu menekan mereka, jaga biar suasana adem meski ada kesalahan yang mereka buat, apalagi jika mereka adalah atasan

Rekan Kerja Generasi Y

Generasi Y alias milenial adalah mereka yang lahir pada 1981-2001. Kaum milenial biasanya lebih aktif dan ceriwis. Tanpa diminta pun mereka akan berkomentar. Mereka lebih suka bekerja dalam tim ketimbang individu dan mau menerima kritik sepanjang gak mengarah pada kepribadiannya.

Cara biar nyambung:

– Rajin buka media sosial seperti Facebook, Twitter, dan Instagram karena banyak hal yang menyangkut generasi milenial dari media baru itu

– Berikan masukan saat diminta karena mereka merasa membutuhkan dan menganggap penting hal itu

– Jangan heran melihat mereka bad mood sepanjang hari, mungkin status Facebook mereka gak ada yang nge-like atau baru diputus pacar

– Hindari perdebatan, terutama yang menyangkut teknologi terkini, karena mereka menganggap diri lebih tahu ketimbang golongan tua berkat Mbah Google

teman kerja yang beda generasi
Generasi milenial biasanya paham teknologi, tapi ada juga yang cuma merasa paham atau malah sadar gak paham sama sekali (Media Sosial / Confectionerynews)

Di tempat kerja, kolega sama pentingnya dengan atasan maupun bawahan. Mereka ikut menentukan nasib karir kita.

Jika gak pandai-pandai menempatkan diri, bisa-bisa kinerja terganggu karena gak ada dukungan dari rekan kerja. Untuk mencegah perpecahan, saran berikut ini bisa diterapkan:

1. Hormat

Meski mereka lebih muda, rasa hormat haruslah ada. Dari sikap saling menghormati, akan tumbuh kepercayaan satu sama lain karena merasa sama-sama dihargai.

2. Mengalah

Mengalah bukan berarti kalah. Saat ada perbedaan pendapat atau perdebatan, tak apa mengalah ketimbang situasi jadi runyam. Ini beda dengan memperjuangkan ide kerja, ya. Ide harus diperjuangkan dan dibuktikan karena menjadi sarana unjuk prestasi kerja.

3. Jadi diri sendiri

Meski beda generasi, kita gak perlu mencontoh kebiasaan mereka biar nyambung. Cukup pahami saja dan tetap menjadi diri sendiri. Misalnya generasi X sering pakai baju formal necis, kita kalau nyaman pakai baju kasual ya tidak apa-apa.

Atau ketika para generasi milenial sibuk membicarakan film populer, misalnya Harry Potter, kalau kita sukanya film Steven Seagal atau Chuck Norris ya bukan masalah. Gak perlu ikut-ikutan kalau memang gak nyaman.

Namun, agar hubungan lancar, pengetahuan tentang hal-hal tersebut paling tidak nyerempet sedikit di benak kita. Gunanya, ada bahan pembicaraan yang sama-sama dipahami, meski sedikit, ketika sedang bersama.

teman kerja yang beda generasi
Beda generasi, beda karakter. Tapi tetap bisa duduk akur, bahkan saling cinta (Beda Generasi / Carreerpivot)

Dengan demikian, tercipta suasana kondusif di tempat kerja. Kita pun bisa berfokus dalam kerja, yang ujungnya berdampak baik bagi masa depan karena karir yang lancar.

 

 

Yang terkait artikel ini:

[Baca: Susah Mendapatkan Promosi Jabatan, Mending Lakukan Cara Ini Deh]

[Baca: Ketika Teman Jadi Atasan, Jangan Jadi Gak Profesional Dong!]

[Baca: Saat Merasa Karier Mentok, Jangan Buru-buru Ambil Keputusan Pindah Kerja]