Begini 5 Cara Mengatasi Feedback Negatif dari Klien. Yuk Diterapkan Biar Karier Makin Cemerlang!

Buat yang baru aja masuk kerja dan kebetulan job desc-nya mengharuskan untuk intens berhubungan sama klien, ada satu ilmu yang wajib dipunya: kesabaran.

Yap, ilmu yang satu ini penting banget dan jadi modal utama keberhasilan kamu kalau gak pengin klien kabur.

Tapi kesabaran aja gak cukup. Ketika kamu mendapatkan feedback negatif dari klien, ada beberapa hal lain yang perlu kamu perhatikan. Apa aja? Ini di antaranya:

1. Jangan defensif

Ketika klien mengkritik hasil kerjamu, jangan langsung defensif alias membela diri. Ikuti saja kemauan mereka meskipun sesulit apa pun. Kalau gagal? Baru kasih alternatif dan solusi sesuai dengan keahlianmu.

mengatasi feedback dari klien
Nah biasanya kalo meeting ama klien terus dikritik, ada yang emosi atau baper nih (meeting dengan klien/target training)

Misalnya jadi programmer, disuruh bikin website dengan Flash. Padahal situs seperti itu bakal berat dibuka dan gak populer lagi.

Meski dengan kemampuan terbatas, bikin saja dulu biar klien lihat betapa lamanya loading situs dengan fitur Flash. Kalau mereka sadar, barulah bikin website yang lebih sederhana namun ringan.

2. Mau kompromi

Kadang klien merasa paling tahu, meskipun kamu adalah “ahlinya”. Jangan langsung menolak mentah-mentah ide atau konsep mereka walaupun terdengar sokonyol apa pun, melainkan kompromi dan cari jalan tengah.

Umpamanya jadi desainer grafis. Si klien bilang kerjaan kita kurang bagus karena ada warna yang kurang terang. Padahal hasil di layar monitor bakal berbeda dengan cetakan karena perbedaan kualitas layar dan printer.

Jangan ngotot menerangkan perbedaan itu. Tapi langsung saja coba berikan contoh cetakan dan jejerkan dengan karya di layar monitor. Jika klien tetap gak sreg, ya sudah. Toh kita sudah menawarkan solusi yang menurut kita paling baik.

3. Selalu siapkan rencana cadangan

Klien itu susah puasnya. Karena itu, penting buat kita siapkan rencana B, C, D, dan seterusnya buat jaga-jaga kalau ide ditolak. Ketika feedback negatif yang kamu dapat, bisa langsung segera sodorkan rencana cadangan ini.

mengatasi feedback negatif dari klien
Selalu sedia banyak rencana ya, klien pasti banyak maunya (perencanaan/london coaching)

Bila jadi penerjemah dan menemukan kata asing yang padanannya belum ada, misalnya. Coba berikan dulu satu kata padanan yang kamu rekomendasikan. Buka kamus Tesaurus, lalu cari sinonim kata tersebut sebagai pengganti bila ide itu ditolak.

Saat semua ide ditolak, saatnya pakai rencana terakhir. Pakai saja kata asing tersebut, tapi dimiringkan atau dibikin italic karena belum ada padanan yang pas. Itu cara paling aman.

4. Minta instruksi sedetail mungkin

Sangat penting untuk tahu apa yang klien inginkan. Karena itu, ketika mereka gak puas dengan hasil kerjamu, langsung minta arahan sedetail mungkin mengenai apa yang mereka mau.

Kalau perlu, minta contoh proyek atau apa pun itu yang menurut mereka berhasil dan bagus buat jadi benchmark. Jangan sungkan bertanya, daripada kena feedback negatif melulu.

Saat bekerja sama bikin acara, umpamanya. Ketika sudah disusun rencana kegiatan, ternyata ditolak karena merasa gak cocok.

Coba cari tahu jenis acara sebelum-sebelumnya yang dibikin. Mintalah berkas, termasuk dokumentasi acara, agar bisa disesuaikan dengan acara yang akan dibuat.

5. Telisik lebih lanjut

Ini terutama jika klien melakukan protes keras atas suatu produk. Misalnya kita sebagai sales dimarahi klien yang merasa kecewa lantaran produk yang dibeli dianggap mengecewakan.

mengatasi feedback negatif dari klien
Hayo yang kemaren saya minta udah kelar belom? (klien marah/ultius)

Kita lihat dulu deh produknya apa, lalu bagian mana yang mengecewakan. Siapa tahu klienlah yang melakukan kekeliruan.

Meski kita sangat membutuhkan klien, jika ada yang sembarangan main tuduh, kita berhak menelisik lebih lanjut tuduhan itu. Ingat, kita bukan budak yang mau nurut disuruh ini-itu.

Kita tetap boleh mengutarakan pendapat lho. Tapi harus dipahami pula bahwa kita gak boleh terbawa emosi ketika menghadapi klien, separah apa pun dia. Ini penting agar hubungan baik tetap terjaga, dan dapur tetap mengepul.

Buat beberapa profesi, klien adalah segalanya. Dari desainer grafis sampai praktisi hubungan masyarakat atau humas, daftar klien jangan sampai berkurang, melainkan mesti bertambah panjang.

Kepercayaan klien adalah kunci agar karier bisa meningkat, atau bahkan melesat cepat. Dapur dan dompet sangat bergantung pada cara menghadapi klien yang kita terapkan.

Feedback negatif dari klien bisa kita jadikan pelecut semangat agar berkinerja lebih baik. Dengan demikian, pundi-pundi pun makin gemuk terisi dan karier lancar terbentang.

 

 

Yang terkait artikel ini:

[Baca: Freelance vs Kantoran, Mana yang Lebih Pas Buat Kamu?]

[Baca: Karir Itu Pencapaian Diri, Bukan Tentang Siapa yang Paling Tinggi]

[Baca: Buat First Jobber, Nih 11 Skill Management Trainee yang Harus Dikuasai]