Beda! 5 Pengusaha Muslim Ini Justru Sukses dengan Konsep Bisnis Islami

Siapa bilang mengambil peluang bisnis dengan target pasar sempit bakal mengurangi profit? Fakta justru bicara lain.

Mereka yang berani tampil sedikit “berbeda” justru bisa meraup pasar yang lebih luas, lho. Bahkan, akhirnya mereka sukses dikenang sebagai pelopor dan laku keras di pasaran. Bukan cuma oleh target pasar mereka, tetapi juga yang lainnya.

Contohnya adalah lima pengusaha Muslim berikut yang berani menangkap peluang bisnis Islami dan malah sukses mereguk untung. Yuk simak ulasannya!

1. TipTop

Peluang bisnis
TipTop (dream)

Kamu yang berada di Jabodetabek dan sering berbelanja ke supermarket bisa jadi udah gak asing sama supermarket TipTop. Supermarket yang identik dengan warna hijau ini menawarkan sesuatu yang beda dari supermarket biasanya seperti, Carrefour, Giant, atau Hypermarket.

Supermarket ini menawarkan konsep Islami dengan beragam cara. Contoh, di supermarket tersebut kamu gak bakal menemukan minuman keras maupun produk haram. Kemudian, kamu pun bakal diingatkan jadwal sholat. Tentu aja tersedia pula mushola di supermarket tersebut.

Pendiri supermarket TipTop ini adalah Rusman Maamoer. Perjalanan panjang udah dilaluinya saat membangun supermarket TipTop yang awalnya cuma sebuah minimarket. MoneySmart pernah membahas tentang inspirasi bisnis dari supermarket TipTop, lho.

2. Paytren

peluang bisnis 2018
Paytren (tribunnews)

Paytren adalah aplikasi pembayaran digital yang didirikan oleh Ustadz Yusuf Mansur. Bisa dibilang pula produk ini jadi salah satu pembuktian kesuksesan Yusuf Mansur sebagai entrepreneur.

Yang unik dari aplikasi pembayaran digital ini adalah tersedianya fitur sedekah, aqiqah, dan lainnya. Sebagai ulama, tentu Yusuf Mansur ingin mengedepankan visi-misi Islami, bukan?

Sayang, Paytren kini dibekukan oleh Bank Indonesia terkait perizinan. Akan tetapi, sekarang Paytren udah mulai mengurus perizinan dan mulai bekerja sama dengan Kudo dan Grab.

3. Wardah

peluang usaha baru
Wardah (republika)

Kalau ditanya produk kosmetik halal pertama di Indonesia itu apa? Maka kebanyakan orang bakal langsung melirik Wardah Kosmetik.

Produk kosmetik ini emang sukses mem-branding diri sebagai kosmetik halal yang dikenakan oleh para Muslimah. Bahkan, kesuksesannya tersebut diikuti oleh brand-brand lainnya yang menawarkan konsep “halal” tersebut.

Nurhayati Subakat adalah wanita kelahiran tahun 1950 dan berhijab merupakan pendiri kosmetik Wardah. Perjalanan kesuksesan Wardah seperti sekarang mengalami banyak jatuh-bangun, lho.

Kecemasan soal halal atau gaknya sebuah produk menjadi inspirasi Nurhayati Subakat saat meramu produk kosmetik Wardah. Perusahaan Wardah sendiri dia bangun mulai dari nol.

4. Zoya Jilbab

peluang usaha online
Zoya (detik)

Didirikan oleh Feny Mustafa, Zoya Jilbab menjadi salah satu brand jilbab pertama yang mengklaim dirinya halal. Klaim “jilbab halal” tersebut sempat mengundang pro-kontra di masyarakat.

Meski sempat mengundang pro-kontra, justru hal tersebutlah yang menaikkan gaung nama Zoya di pasaran.

Kini, Zoya udah tersebar hingga 160 outlet di seluruh Indonesia. Busana-busana Muslimah dan jilbab syar’i yang diusung oleh Zoya sangat disukai oleh para wanita Muslimah. Jadi, para Muslimah tetap bisa fashionable namun memenuhi tuntutan agama.

5. HIJUP

peluang usaha dengan modal kecil
HIJUP (viva)

HIJUP bisa disebut sebagai e-commerce fashion Muslim pertama yang ada di Indonesia dan bahkan dunia. Perusahaan startup ini didirikan oleh Diajeng Lestari, istri pendiri Bukalapak, pada tahun 2011.

Sejak awal HIJUP emang memposisikan diri sebagai perantara antara desainer dengan pembeli dari seluruh dunia. Kemudian, brand ini juga punya komunitas Muslimah yang cukup kuat sehingga makin laku di pasaran.

Sekarang, HIJUP bahkan sanggup menjadikan Laudya Cynthia Bella dan Dian Pelangi sebagai brand ambassador mereka.

Wah, keren-keren ya para pengusaha Muslim yang udah disebutkan di atas. Berbekal keresahan masyarakat mengenai produk halal dan gak halal, mereka sukses mengambil peluang bisnis dari kesempatan tersebut.

Yang pasti, usaha tersebut pun emang sesuai dengan passion mereka yang emang pengin berbisnis sekaligus beribadah.