Be Smart, 5 Cara Mengelola Keuangan Ini Cuma Mitos Lho

Ternyata, banyak saran soal cara mengelola keuangan yang disampaikan khalayak umum itu cuma mitos, lho.

Saran tersebut udah kadung dipercaya namun ternyata gak efektif. Yang lainnya karena saran tersebut udah gak sesuai dengan perkembangan zaman.

Oleh sebab itu, yuk perhatikan kembali saran-saran tersebut. Mari kita pertimbangkan beberapa saran cara mengelola keuangan yang sering disampaikan oleh masyarakat berikut ini.

Lima saran berikut sebaiknya gak perlu kamu turutin mentah-mentah.

[Baca: 15 Kebiasaan Mengatur Keuangan Pribadi yang Bisa Bikin Masa Depan Cerah]

1. Bikin bujet ribet, let it flow aja

cara mengelola keuangan
Bikin bujet katanya ribet. Cuma bujet buat diri sendiri bukan perusahaan, kok ribet (wowkeren)

Bikin bujet buat perusahaan udah pasti ribet lah. Cuma orang yang emang punya latar belakang pendidikan tertentu yang bisa hitung-hitungan seperti itu. Akan tetapi, bikin bujet rumah tangga atau bujet sendiri gak bakal ribet.

Yang kamu butuhkan cuma kertas dan pena. Kemudian, kamu tuliskan semua pemasukan dan pengeluaran setiap bulan. Nah, dari situ kamu ikuti deh bujet yang udah kamu bikin tersebut.

Beberapa orang malas buat mengikuti bujet yang udah dibikin. Mereka menganggap bahwa pengeluaran sebulan sebaiknya let it flow aja, yang penting gak boros.

Kalau uang kamu gak berseri sih, mungkin gak jadi masalah. Namun, kalau duit kamu pas-pasan dan punya goal tertentu, penting lho buat tahu ke mana aja pengeluaran kamu. Biar kamu tahu seberapa kemampuan kamu sebenarnya buat sisihkan uang untuk goal tersebut.

2. Menabung pangkal kaya

cara mengatur keuangan bulanan
Menabung gak bikin kaya (hipwee)

Percayalah, menabung gak bikin kamu kaya. Pepatah “menabung pangkal kaya” sepertinya kurang tepat buat zaman sekarang.

Kamu tetap disarankan buat menabung namun tabungan bukan buat tujuan jangka panjang. Kenapa? Salah satu alasannya adalah tingkat inflasi yang gak sebanding dengan bunga tabungan.

Tingkat inflasi atau meningkatnya harga-harga barang dan jasa secara umum mencapai tiga persenan. Berdasarkan data Bank Indonesia, pada Februari 2018 inflasi Indonesia adalah sebesar 3,18 persen.

Sementara itu, suku bunga bank, misalnya BCA, berada di bawah angka satu persen. Kamu bisa dapat bunga 1,55 persen per tahun cuma kalau tabungan kamu lebih dari Rp 1 miliar!

Kalau mau kaya, kamu mestinya gunakan metode lainnya selain menabung. Misalnya, kamu bisa berinvestasi yang nyatanya emang memiliki kenaikan nilai cukup signifikan.

[Baca: Ternyata Ini Lho Resep Orang Kaya Buat Mengelola Keuangan]

3. Punya kartu kredit bahaya

cara mengatur keuangan rumah tangga agar tidak boros
Kartu kredit bila digunakan dengan bijak malah untung (Kumparan)

Punya kartu kredit emang bisa berbahaya kalau kamu pakai dengan sembrono. Namun, kalau kamu bisa gunakan kartu kredit sesuai dengan kebutuhan, maka malah jadi untung.

Contoh, kamu bisa gunakan kartu kredit buat belanja bulanan. Biasanya beberapa kartu kredit kasih cashback buat yang belanja di supermarket tertentu.

Cukup banyak restoran yang kasih promo menarik buat pemegang kartu kredit tertentu. Acara jalan-jalan kamu pas weekend bakal lebih hemat karena kamu punya kartu kredit tersebut.

4. Gak boleh senang-senang

cara mengatur keuangan pribadi dengan gaji kecil
Justru punya penghasilan biar bisa liburan (ugo)

Jangan sampai kamu gak bisa senang-senang cuma gara-gara terlalu kaku ngikutin cara mengelola keuangan yang jadi patokan.

Duh! Buang jauh-jauh pemikiran tersebut. Tujuan bikin bujet bukan membatasi pengeluaran, tetapi mengendalikannya. Dengan begitu, kamu bisa tahu berapa alokasi dana buat senang-senang.

Masih bisa kok mengelola keuangan dengan baik sambil tetap senang-senang. Coba deh metode 50/20/30.

[Baca: Cara Mengatur Keuangan yang Simpel Banget: Metode 50/20/30]

5. Punya asuransi gak penting saat masih muda

cara mengatur keuangan rumah tangga dengan gaji 3 juta
Punya asuransi justru sejak dini (soffront)

Cukup banyak orang yang menganggap kalau punya asuransi adalah kebutuhan orangtua. Kalau masih muda, asuransi gak gitu guna.

Eits, sakit gak pandang usia, lho. Asuransi bertujuan buat melindungi risiko finansial akibat musibah tertentu.

Dengan asuransi, kamu bakal terbantu secara finansial saat sakit. Yang harusnya kamu bayar biaya pengobatan secara full, dengan punya asuransi kamu gak perlu bingung lagi soal dana pengobatan.

Ini karena kamu udah sisihkan sebagian dana setiap bulannya buat asuransi. Nah, pihak asuransi mengelola dana tersebut agar bisa digunakan oleh nasabah yang membutuhkan. Gitu prinsip kerjanya.

Jadi, mulai sekarang bila dengar saran soal cara mengelola keuangan, sebaiknya kamu uji dulu. Jangan telan mentah-mentah semua saran yang ada karena belum tentu cocok dengan kondisi kamu atau pun perkembangan zaman. Be smart ya!