Bayarnya Gak Lama, tapi Cicilannya Besar! Ini Plus Minus Pinjaman Jangka Pendek

Pengin pinjam uang, tapi gak mau lama-lama? Ajukan pinjaman jangka pendek aja! Sekarang ini banyak lho pilihan pinjaman yang jangka waktu cicilannya terbilang singkat. Tinggal dipilih aja mana yang cocok dengan kamu.

Asal tahu aja, karena perkembangan inovasi teknologi di bidang finansial, saat ini banyak pilihan pinjaman jangka pendek yang ditawarkan.

Perusahaan-perusahaan pemberi pinjaman yang dikenal dengan nama fintech bersaing dengan bank menawarkan pinjaman yang satu ini.

Banyaknya permintaan pengajuan pinjaman jangka pendek inilah yang mendorong perusahaan fintech memunculkan pinjaman dengan tenor singkat.

Sekilas mengajukan pinjaman jangka pendek emang menguntungkan. Namun, apakah benar-benar sepenuhnya untung memilih tenor pinjaman pendek?

Buat menjawab pertanyaan ini, cari tahu aja yuk dari plus minusnya dalam ulasan di bawah ini:

Plusnya

Pinjaman jangka pendek (Ilustrasi).

Tiap pinjaman, apapun bentuknya, pasti ada plus minusnya, termasuk pinjaman jenis ini. Di balik jangka waktu pembayaran cicilannya yang singkat, ini plus-plus yang kamu dapat kalau memilih pinjaman jangka pendek.

1. Bayar cicilan gak lama-lama

Bayar cicilan pinjaman dianggap banyak orang sebagai beban dalam keuangan. Makanya, gak sedikit orang yang gak betah punya utang lama-lama. Inilah yang kemudian menjadi alasan kenapa memilih pinjaman jangka pendek. Sebab makin cepat utang lunas, makin baik.

2. Bunga yang dipatok lebih kecil

Saat sedang mencari-cari pinjaman, coba deh bandingkan besaran cicilan pinjaman jangka pendek dengan pinjaman jangka panjang.

Pasti kamu bakal menemukan perbedaan besaran pinjaman yang kamu kembalikan berikut bunganya. Besaran pinjaman jangka panjang berikut bunganya jelas lebih besar pengembaliannya. Ini juga yang jadi alasan orang-orang ambil pinjaman jangka pendek.

3. Beban pikiran gak terlalu berat

Semua orang setuju kalau punya utang itu bikin stres. Makin lama bayar cicilannya, stres makin bertambah.

Gimana gak? Pembayaran utang dengan jangka waktu yang lama bisa bikin bunga pinjaman membengkak.

Makanya, lebih baik ambil pinjaman jangka pendek. Selain bayar cicilannya gak lama-lama, beban pikiran gak terlalu berat karena bunga yang dibayarkan gak sebesar ambil pinjaman jangka pendek.

Minusnya

Uang pinjaman (Ilustrasi).

Seperti yang udah diterangkan sebelumnya, pinjaman jenis ini juga ada minusnya. Apa aja yang menjadi kekurangannya? Yuk disimak di sini:

1. Bunga kecil, tapi bayar cicilannya besar

Emang benar kalau ambil pinjaman jangka pendek itu bunganya kecil. Dengan bunga yang kecil, cicilan yang dibayarkan gak terlalu menjadi beban.

Faktanya, karena waktu pembayaran cicilannya pendek, dihitung-hitung besaran cicilan yang kamu bayarkan lebih besar ketimbang ambil pinjaman jangka panjang.

Sialnya, niat kamu menghindari stres dengan membayar cicilan jangka pendek jadi sia-sia. Pasalnya, kamu setiap bulan sering mengeluh dengan besarnya cicilan pinjaman yang mesti ditanggung.

2. Gak menguntungkan sebagai modal usaha

Memulai usaha dengan bermodalkan pinjaman jangka pendek? Ini sangat-sangat gak disarankan.

Seperti yang udah dijelaskan di atas, nilai cicilan yang mesti ditanggung lumayan besar sekalipun tanpa bunga. Apalagi pinjaman buat usaha itu nilainya gak kecil.

Selain itu, apakah kamu yakin keuntungan dari usaha yang kamu jalankan cukup buat menutupi pembayaran cicilan pinjaman tiap bulannya?

Bahayanya, kalau sampai terjadi, kamu bisa-bisa menunggak cicilan. Udah gitu, simpanan atau dana darurat yang kamu punya terpakai demi menghindari tertunggaknya cicilan.

Gimana pun juga harus diakui pinjaman dengan waktu yang singkat buat usaha itu sangat berisiko dan berpotensi gagal bayar.

Udah tahu kan sekarang plus dan minus dari pinjaman jangka pendek? Oh, iya satu lagi nih. Karena cicilan yang dibayarkan terbilang besar, kamu perlu hitung-hitung berapa besaran yang cicilannya sanggup kamu bayarkan tiap bulan.

Dengan begitu, kamu gak tekor-tekor ama buat bayar cicilan nanti. Semoga informasi di atas membantumu ya!  (Editor: Chaerunnisa)