Bagaimana Prestasimu Mengatur Keuangan Tahun Ini? Yuk Dicek!

Tahun 2017 udah mau berakhir. Pastinya kamu punya resolusi yang mau diwujudkan tahun ini dong. Termasuk soal mengatur keuangan.

Nah, apa udah tercapai resolusinya? Atau malah mentok gak ada kemajuan?

Bila semua resolusi sudah tercapai, syukurlah. Mungkin kamu adalah satu di antara sedikit orang yang berhasil mewujudkan semua resolusi tersebut.

Tapi kalau belum, masih ada waktu kurang dari sebulan buat mengejar target. Coba cek resolusi dalam hal mengatur keuangan.

Bagaimana prestasimu dalam mengelola keuangan menjelang akhir tahun ini? Evaluasi beberapa hal berikut ini untuk mengukurnya:

1. Berapa banyak uang dalam tabungan yang bertambah?

Idealnya, setidaknya 20 persen penghasilan per bulan masuk tabungan. Kalau bisa lebih banyak, itu lebih baik.

Ini hubungannya dengan target masa depan, misalnya buat menikah atau pendidikan anak, juga dana darurat untuk kebutuhan yang datang tak terduga, seperti terkena bencana sehingga perlu dana buat bertahan hidup.

mengatur keuangan
Dana darurat jangan disepelekan, tahu-tahu butuh aja bingung sendiri nanti (inc.com)

Bila masih di bawah target, coba lacak apa ada pengeluaran tak perlu atau tak terduga selama 12 bulan terakhir. Bikin daftar apa saja pengeluaran itu, lalu dijadikan patokan buat menyusun bujet pengeluaran tahun depan.

2. Apa ada investasi yang kamu lakukan tahun ini?

Buat yang belum punya investasi, apa udah mulai terjun ke dalamnya? Kalau sudah, cek bagaimana performa investasi itu.

Ini penting lho. Jangan sampai terjebak pemikiran “asal udah punya investasi” aja. Investasi tentunya harus menguntungkan.

Jika tidak, ya cari instrumen lain yang sekiranya lebih menjanjikan atau melakukan diversifikasi. Dengan diversifikasi, kita bisa mengurangi risiko kerugian investasi.

[Baca: Punya Dana Terbatas, Pilih Asuransi Atau Investasi?]

3. Yang udah punya investasi, sudah diversifikasi belum?

Lihat apakah return investasi kita sudah sesuai dengan target. Sama seperti poin sebelumnya buat yang belum punya investasi, hal ini perlu buat menentukan langkah selanjutnya.

Pilihannya adalah terjun ke instrumen investasi lain atau membagi-bagi dana investasi ke sejumlah instrumen.

Konsultasikan dengan manajer investasi jika punya reksa dana. Selain itu, perdalam literasi keuangan agar bisa lebih memahami dunia investasi.

[Baca: Biar Masa Depan Cemerlang, Kenali 5 Investasi yang Pas Buat Mahasiswa dan Pemula

4. Gimana posisi utang?

mengatur keuangan
Banyak utang konsumtif sama aja bakar uang sendiri. Udah bayar cicilan, bayar bunga pula (jornalpelicano.com)

Melunasi utang mestinya jadi prioritas saat mengatur keuangan biar beban berkurang. Cek apakah kewajiban ini sudah ditunaikan, atau malah bertambah.

Ada kalanya godaan utang datang meski masih ada yang belum dilunasi. Bila ini yang terjadi, harus diatasi sebelum tahun berganti.

Hal ini terutama kerap menimpa pengguna kartu kredit. Fitur kartu kredit memang menarik, tapi kerap disalahgunakan oleh pengguna yang gak bertanggung jawab. Jangan sampai kamu termasuk di antaranya ya.

5. Rutin bikin arus kas tiap bulan gak?

Arus kas keluar dan masuk harus ada kalau kamu mau sukses merencanakan dan mengatur keuangan masa depan. Bila belum ada ada, belum terlambat untuk membuatnya mulai sekarang.

Bila sudah, cek cash flow itu untuk melihat rasio pengeluaran-pemasukan. Idealnya, pengeluaran sebulan tak lebih dari 50 persen penghasilan. Ini pengeluaran belanja ya, gak termasuk investasi dan tabungan.

Bandingkan rasio itu dengan rasio cash flow tahun lalu. Jadikan acuan untuk menyusun target arus kas tahun depan agar tahu poin pengeluaran apa saja yang bisa ditekan.

[Baca: Hemat Uang Bulananmu dengan Membatasi Pengeluaran untuk 5 Hal Ini]

6. Udah punya proteksi keuangan belum?

mengatur keuangan
Asuransi itu adalah bentuk investasi masa depan, sedia payung sebelum hujan (linkedIn)

Uang gak cuma perlu disimpan dan diinvestasikan, tapi juga diproteksi. Caranya ya dengan punya asuransi.

Asuransi ini gak hanya penting buat diri sendiri, tapi juga keluarga. Asuransi dari kantor bisa jadi sudah cukup, tapi kemungkinan besar benefit yang ditawarkan lebih sedikit daripada asuransi pribadi.

Cari penawaran asuransi yang sekiranya dibutuhkan. Jangan lupa jadi peserta BPJS Kesehatan karena selain diwajibkan, manfaat fasilitas ini bisa dikombinasikan dengan asuransi swasta.

Buat beberapa orang, bikin resolusi adalah sekadar ritual tahunan. Gak ada progres yang bisa dilihat dan dimanfaatkan setelah resolusi dibuat.

Khusus dalam soal mengatur keuangan, resolusi penting buat memastikan masa depan finansial cerah. Uang memang bukan segalanya, tapi segalanya bisa lebih mudah kalau fondasi keuangan kita kokoh.