Ayo Berubah, 6 Hal Ini Bikin Bujet Perawatan Mobilmu Membengkak Lho

Tanpa kita sadari, ada beberapa kebiasaan yang membuat dompet bocor halus alias kempes perlahan. Di antaranya dalam hal penggunaan mobil.

Mobil termasuk kebutuhan tersier buat kebanyakan orang. Harganya yang terbilang wah membuat gak semua orang mampu menjangkaunya, meski sudah ada low cost green car (LCGC) yang murah meriah.

Namun saat ini makin mudah membeli mobil. Semua dealer menyediakan fasilitas kredit agar uang yang kita keluarkan lebih ringan.

Meski begitu, ada hal lain yang menyedot penghasilan: perawatan. Biaya perawatan mobil relatif mahal, terutama bila dibandingkan dengan sepeda motor.

Bagian bujet perawatan mobil inilah yang mesti kita waspadai. Bisa saja ada kebiasaan yang bikin bujet perawatan mobil bengkak tapi tak kita sadari. Simak kebiasaan-kebiasaan tersebut di bawah ini:

1. Malas ganti oli

Oli amat vital buat mobil untuk menjaga mesin bekerja sebagaimana mestinya. Bila oli jarang diganti, siap-siap saja mesin jadi bobrok dan keluar uang untuk servis besar.

bujet perawatan mobilmu membengkak
Gak pernah ganti oli jangan harap mesinmu bakal bersih (ganti oli/All Pro 91)

Oli berperan sebagai pelumas, pelindung, pembersih, sekaligus pendingin mesin. Oli disarankan diganti rutin setelah menempuh jarak 5.000 kilometer agar mobil tetap prima.

2. Doyan kelayapan

Boleh saja punya hobi hangout, atau nongkrong bareng komunitas klub mobil. Tapi perlu diketahui, hobi itu memerlukan ongkos. Misalnya iuran keanggotaan.

Paling gak kita keluar duit buat bensin dan minum. Yang lebih parah adalah doyan kelayapan tanpa tujuan jelas. Duit dihamburkan hanya untuk memenuhi ego, tahu-tahu bangkrut.

3. Gak pakai asuransi mobil

Asuransi sudah mulai dianggap penting oleh banyak orang. Tapi ada juga yang terbiasa kosongan alias tanpa asuransi, padahal kita gak pernah tahu apa kejadian yang dapat menimpa.

Misalnya mobil hilang di jalan, atau terserempet sepeda motor yang ugal-ugalan. Itu sangat mungkin terjadi, terutama di kota besar yang padat seperti Jakarta. Dengan asuransi, ada pengganti untuk mobil hilang. Bila rusak pun gratis servis dengan ongkos pertanggungan rata-rata Rp 300 ribu saja.

Tapi sebelum memilih asuransi, pastikan dulu mana produk yang paling cocok dengan kebutuhan. Apakah mau ambil asuransi all-risk atau TLO saja? Yang pasti masing-masing punya kelebihannya sendiri, tergantung dengan kondisi kantongmu.

4. Jarang ngecek radiator

Mesin mobil bakal cepat panas jika radiator gak dirawat. Ujungnya, ongkos servis lebih berat ketimbang biaya perawatan rutin.

bujet perawatan mobilmu membengkak
Gak pernah cek radiator, ya gak akan pernah tahu gimana kondisi mesin. Kalau overheat wassalam deh (cek air radiator/AAMCCOJORADO)

Cek radiator setidaknya sebulan sekali. Berikan pelumas. Bersihkan bila ada kotoran. Periksa juga airnya, tambah bila sudah berkurang.

5. Pakai bensin Premium

Hanya warga berpenghasilan rendah yang berhak menggunakan Premium karena mendapat subsidi. Bisa beli mobil, seharusnya minumnya juga lebih dari sekadar Premium dong.

Apalagi mobil zaman sekarang lebih pas dengan bahan bakar minimal Pertalite. Lebih direkomendasikan Pertamax agar mesin lebih awet dan irit.

6. Nyetir ugal-ugalan atau sering dipakai balap liar

Mobil adalah alat transportasi, kecuali dipakai di lintasan balap. Orang yang hobi nyetir ugal-ugalan atau balap liar bisa dipastikan bujet perawatan mobilnya di atas rata-rata.

Misalnya buat modifikasi knalpot biar lebih greeeng. Juga aksesori-aksesori lainnya. Itu belum kalau terjadi kecelakaan di jalan, yang sangat mungkin terjadi. Lha iya to, jalan raya kok dipakai buat balapan.

bujet perawatan mobilmu membengkak
Balapannya di Sentul dong, jangan di jalanan. (Balap mobil/Sentul International Circuit)

Makin besar kekuatan finansial, makin besar pula tanggung jawab. Inilah salah satu prinsip yang kudu dipegang pemilik mobil.

Bila memiliki mobil, umumnya berarti secara ekonomi kita lebih mampu ketimbang yang gak memiliki. Dengan demikian, tanggung jawab dalam penggunaan mobil harus diutamakan agar kondisi finansial gak terguncang.

Mungkin masih ada kebiasaan lain yang luput dari pengawasan dan membuat bujet perawatan mobil membengkak. Coba cek kebiasaan masing-masing, jangan sampai tanpa sadar mengancam dompet sendiri, ya.

 

 

Yang terkait artikel ini:

[Baca: Pilih Asuransi Mobil Terbaik Ini untuk Mobil Kesayanganmu]

[Baca: Asuransi Mobil Enggak Perlu Menguras Kocek Asal Teliti dan Kreatif Utak-atik]

[Baca: Beli Mobil Kredit Rugi, Ah Masak Iya Sih?]