Awas, Harga Mobil Pribadimu Bisa Anjlok karena 5 Kebiasaan Ini

Semua orang tentu tahu kalau harga mobil bekas bakal sangat bergantung sama usia mobil dan jarak tempuh. Makin tua dan makin jauh jarak tempuh, otomatis harga jualnya pun makin merosot. Itu yang membuat mobil pribadi gak bisa dijadikan sebagai barang investasi.

Tapi ternyata, masih ada faktor lain yang mempengaruhi harga mobil lho, dan itu berkaitan sama kebiasaan pemiliknya. Kalau memiliki kebiasaan berkendara yang buruk, harga mobilmu bakal anjlok. Otomatis, bakal rugi dobel deh.

Sebab kalau ada rencana beli mobil baru lagi, biaya nomboknya tentu makin besar. Kalaupun bujetnya pas-pasan, paling cuma dapat mobil yang spesifikasinya gak sesuai dengan ekspektasi.

Nah kalau gak mau mengalami hal seperti ini, ketahui yuk lima kebiasaan yang harus dihindari supaya harga mobil pribadimu gak anjlok pas dijual nanti.

1. Merokok di dalam mobil

harga mobil
Doyang ngerokok di mobil? Siap-siap interior rusak (Parenting Squad)

Bila kamu perokok dan sering banget ngerokok di dalam mobil, siap-siap aja harga mobilmu bakal merosot pas dijual.

Dengan merokok, aroma rokok bakal nempel terus di interior mobilmu. Karena bau tersebut bakal meresap ke dalam pelapis di interior. Kalau cuma sekali dua kali sih mungkin gak masalah.

Selain aroma rokok, interior pun berpotensi rusak karena rokok. Misalnya, jok jadi bolong-bolong akibat kesundut, atau mungkin saringan AC-mu juga bakal cepat kotor kalau kebiasaan menyalakan AC saat merokok.

Jadi, kalau ingin menjualnya dengan harga yang bagus, otomatis PR-mu banyak banget. Salah satunya harus ke salon mobil dulu buat ngebersihin bau dan interior mobil.

2. Ugal-ugalan

harga mobil
Ngebut, ugal-ugalan ya risikonya tabrakan (action fraud)

Apa sih akibat dari ugal-ugalan? Tentu saja mobil berpotensi lecet atau bisa jadi penyok, kalau memang kamu apes karena tabrakan.

Di kota besar, nyetir pelan-pelan saja sudah rawan senggolan sama motor. Apalagi kalau nyetir ugal-ugalan.

Mengetahui mobil bekas tabrakan tidaklah hal sulit. Walaupun sudah diketok atau direparasi, pasti bisa ketahuan. Apalagi kalau yang beli adalah orang yang paham mobil.

[Baca: Mobil Terlibat Kecelakaan Pas di Kampung Halaman, Bisa Klaim Asuransi Gak Ya?]

3. Gak ada riwayat servis yang jelas

harga mobil
Gak pernah servis di bengkel resmi, ya minimal kumpulin bon di bengkel umumlah (chicaandio)

Poin ini erat kaitannya sama servis rutin. Bila pemilik rajin servis di bengkel resmi, tentu riwayat servisnya bakal tercatat dengan baik. Tapi jika servisnya di bengkel umum terus, maka kadang riwayat servis sering diabaikan.

Ini bukan berarti bengkel umum itu jelek ya. Namun ada kebiasaan cuek dari si pemilik mobil soal memperhatikan masalah riwayat servis mobilnya. Apabila kamu bertemu calon pembeli cukup kritis, maka jangan baper kalau dia menawar mobilmu dengan cukup sadis lantaran gak ada riwayat servis yang jelas.

Maka dari itu, bila memang kamu lebih sering ke bengkel umum, ada baiknya untuk mengumpulkan bon servis dari awal hingga akhir. So, kamu bisa jelaskan dengan baik ke calon pembeli soal bagian mana saja yang sudah diganti.

[Baca: Bengkel Resmi atau Bengkel Umum, Mana Pilihan yang Lebih Cerdas?]

Kalau dia masih ngeyel dan nawar dengan harga yang gak masuk akal, ya sudah tunjukkin saja bon servisnya.

4. Sering modif

harga mobil
Hmmm.. keren gak nih? (pretty motors)

Gak sedikit dari kamu yang hobi ceper-ceperin mobil kan? Atau memodifikasi sektor kaki-kaki biar bannya jadi nongol keluar? Atau mungkin hobi gonta-ganti warna mobil?

Kalau kamu menjual mobil dalam keadaan seperti itu, sudah pasti harga mobil kamu bakal turun drastis. Terlepas dari apakah kamu menggunakan komponen after market yang mahal atau buatan Taiwan yang murah. Intinya spesifikasi mobilmu udah gak standar, titik.

Sebagai contoh, kadang seseorang sering gonta-ganti velg dan ban yang lebih besar agar mobilnya terlihat gagah. Padahal, pabrikan mobil sudah memilih ban dengan ukuran yang dianggap sesuai dengan mobil-mobil yang mereka produksi.

Walau kelihatannya gak keren, cupu, atau ringkih, tapi ban itulah yang memenuhi standar. Ketika digonta-ganti dan gak pas, tentu mobilmu gak lagi bisa dikatakan prima.

[Baca: Mau Beli Mobil Modifikasi? Perhatiin Dulu 3 Hal Ini]

5. Gak sabar ketika banjir

harga mobil
Walaah.. saking gak sabarnya, habis nikahan nekat serobot banjir (merdeka)

Yang  namanya musim hujan, sudah pasti di beberapa wilayah bakal kebanjiran. Nah, alangkah baiknya untuk gak memaksakan mobilmu menerobos banjir dan memilih untuk putar balik.

Apa yang terjadi kalau tiba-tiba kamu apes saat nerjang banjir? Tentu saja air berpotensi masuk ke ruang pembakaran lewat saringan udara. Komponen pun jadi rusak.

Itulah sebabnya mobil bekas kebanjiran harganya bakal jatuh. Mau mobilmu jadi seperti itu?

Nah kira-kira dari lima kebiasaan di atas, ada gak yang jadi kebiasaanmu? Kalau ada, ayo berubah dari sekarang sebelum harga mobil kamu anjlok di masa depan.