Awas, Bisnis Investasi yang Menipu Ada Di Mana-mana! Ini 5 Contohnya.

Dengan semakin berkembangnya zaman, orang semakin melek dengan hal-hal baru. Salah satunya investasi. Ada banyak pilihan investasi di Indonesia. Tapi awas, kita wajib berhati-hati sebelum terjun ke bisnis investasi.

 

Soalnya, tak semua pihak yang menawarkan investasi itu bisa dipercaya. Bukannya berpikiran negatif. Tapi kalau sudah urusan duit, kita memang harus waspada biar tak menyesal nantinya.

 

Ada bisnis investasi baru yang memang ujungnya menipu. Tapi ada pula orang yang menggunakan produk investasi yang sudah ada untuk mengibuli investornya.

 

Untuk meningkatkan kewaspadaan, ada baiknya membaca 5 kasus bisnis investasi yang menipu berikut ini untuk dijadikan pelajaran:

 

1. MMM

MMM
Judulnya sih manusia membantu manusia, tapi faktanya? Zonkkk…

 

 

 

MMM atau Mavrodi Mondial Moneybox yang diindonesiakan menjadi Manusia Membantu Manusia ngehit pada 2013-2014. Bisnis investasi ini begitu menggiurkan karena menjanjikan imbal balik 30 % dari modal hanya dalam waktu sebulan tanpa harus ngapa-ngapain!

 

Tapi justru di situlah letak kejanggalan bisnis investasi ini. Janji imbal baliknya tak masuk akal karena sangat besar. Kalau produk investasi ini benar menepati janjinya, produk investasi dari bank bakal tak laku karena pasti kalah oleh MMM.  Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga sudah menyatakan MMM bukanlah jenis investasi dan tidak memiliki izin beroperasi dari OJK.

 

Walhasil, bisnis investasi ini tenggelam tak terdengar lagi kabarnya. Sementara itu, beberapa blog yang mempromosikan MMM dan membuka pendaftaran member kebanjiran protes dari publik yang merasa tertipu lantaran tak kunjung mendapat imbal balik, bahkan modalnya tak diketahui nasibnya.

 

2. MLM

Hayo, sudah dapet downline berapa hari ini?
Hayo, sudah dapet downline berapa hari ini?

 

 

Multi-Level Marketing sebenarnya tidak diciptakan untuk menipu, tapi ada saja orang yang memanfaatkannya untuk mengambil keuntungan pribadi. MLM adalah usaha yang legal, sepanjang ada produk tepercaya yang diperdagangkan oleh pesertanya.

 

MLM yang berujung penipuan biasanya tidak melibatkan penjualan produk. Yang ada hanya janji imbal balik yang akan diberikan jika membernya/downline menyetor duit ke upline dan mencari downline baru yang juga menyetor duit ke dia dan seterusnya. Konsep ini disebut skema Ponzi.

 

MLM yang asli menggunakan skema piramid. Dengan skema ini, downline harus menjual produk dan mencari downline lain agar mendapat bonus. Jika MLM memperdagangkan produk tapi produk itu jelek kualitasnya atau mahal bukan main, hati-hati. Bisa jadi itu penipuan juga.

 

[Baca: Polisi Palsu, Pegawai KPK Palsu, Waspadai 10 Petugas Abal-abal Ini]

 

3. Koperasi

koperasi langit biru
Bung Hatta bisa nangis di surga nih ngelihat koperasi di Indonesia disalahgunakan..hikz..hikz

 

 

 

Koperasi adalah bisnis investasi yang sangat merakyat karena mudah dipahami dan dipraktekkan. Tapi ada orang jahat yang menggunakan koperasi untuk menipu. Kasus Koperasi Langit Biru yang heboh pada 2012, misalnya.

 

Pengelolanya bagi-bagi brosur investasi dengan iming-iming bonus besar di koperasi, sambil bantu pengentasan warga muslim yang miskin. Ujungnya, duit ratusan miliar yang disetor ratusan ribu nasabah koperasi raib. Bosnya sendiri bisa ditangkap polisi tapi tewas di tahanan sebelum sempat diadili.

 

4. Saham

Yok, main saham aja, bisa dapet duit. Kalo main judi. apalagi main perempuan, duit malah boros..
Yok, main saham aja, bisa dapet duit. Kalo main judi. apalagi main perempuan, duit malah boros..

 

 

Kalau bisnis investasi yang menipu dengan produk saham biasanya menimpa masyarakat umum yang memang awam terhadap bisnis ini. Sebab investasi saham memang memerlukan pengetahuan yang cukup di bidang bisnis dan perbankan.

 

[Baca: Ini Pengertian Saham dan Jenisnya Dibuat Sesimpel Mungkin untuk Pemula]

 

Praktek penipuan investasi saham seringnya menggunakan modus pembuatan dokumen palsu, misalnya akta pendirian perusahaan. Orang yang berniat menipu akan menghimpun dana investor sebagai saham untuk membiayai perusahaan bodongnya.

 

Ada pula yang punya perusahan betulan, tapi pembukuannya dimanipulasi sehingga seolah-olah labanya besar dan menjanjikan keuntungan buat investor. Ini yang dilakukan perusahaan terkenal Amerika, HealthSouth, pada akhir 1990-an sampai 2003. Bosnya akhirnya ditangkap dan sahamnya langsung terjun bebas dari US$ 20 menjadi hanya 20 sen per lembar.

 

5. Emas

Investasi emas bikin untung, asal gak kena tipu. Ati-ati makanya
Investasi emas bikin untung, asal gak kena tipu. Ati-ati makanya

 

Dibanding produk investasi lain, investasi emas relatif lebih aman. [Baca: Beli Emas Tunai atau Kredit Mari Lihat Untung-Ruginya ] Tapi bisnis investasi ini juga rawan penipuan. Modusnya biasanya pengelola menjual emas kepada nasabah untuk dititipkan kepadanya, lalu berjanji memberikan imbal balik setiap bulan kepada nasabah itu.

 

Pada 2013 ada kasus GTIS yang berbisnis investasi emas syariah dengan restu Majelis Ulama Indonesia (MUI). Kasus GTIS meledak karena melibatkan nama-nama besar, seperti Ketua DPR saat itu, Marzuki Alie, dan pejabat MUI.

 

Walau sepertinya menjanjikan, bos GTIS akhirnya kabur menggondol triliun rupiah dan nasabahnya harus menerima nasib kehilangan duitnya. Sementara itu, Ketua MUI saat itu yang punya saham di GTIS mengaku tak tahu-menahu tentang operasional GTIS.

 

 

Itulah sejumlah bisnis investasi yang menipu dan mengintai kita setiap saat sehingga harus diwaspadai. Biasanya penipunya hanya menepati janji pada bulan-bulan pertama. Setelah itu, mereka akan kabur setelah mendapat duit yang banyak.

 

Agar lebih aman, carilah jenis investasi dan penyedianya yang sudah terdaftar di OJK dan otoritas terkait. Misalnya perusahaan manajer investasi yang sudah ada di data Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan. OJK pun sudah punya akun media sosial Facebook dan Twitter yang rutin mengabarkan informasi terkini seputar keuangan dan investasi yang layak diikuti.

 

Sebaiknya kita cari-cari informasi dulu tentang layanan investasi yang relatif baru sebelum menanamkan duit di dalamnya. Mending dapat imbal balik normal dari investasi yang sudah terjamin legalitasnya, daripada ikut investasi yang mengiming-imingkan hasil yang besar tapi ternyata bodong.

 

 

 

Image credit :

  • http://mlmstats.net/wp-content/uploads/2014/03/mmm_indonesia_logo_berbingkai.jpg
  • https://perludiketahui.files.wordpress.com/2012/08/skema-ponzi.jpg
  • http://www.beritaasli.com/wp-content/uploads/2015/03/saham.jpg
  • http://photo.kontan.co.id/photo/2012/09/13/391920201p.jpg
  • http://1.bp.blogspot.com/-WV3uWLytbbU/UQH0hlHZZpI/AAAAAAAAATw/DQvUa13R5aw/s1600/[email protected]_magazine_registry3.jpg