Aturan Baru, Penumpang Wajib Selfie Sebelum Pesan Grab!

Platform transportasi online asal Malaysia, Grab mengeluarkan terobosan baru. Penumpang wajib menyerahkan foto selfie mereka sebagai syarat penggunaan aplikasi tersebut, sebelum 12 Juli mendatang.

Verifikasi identitas dengan selfie alias swafoto wajib dilakukan para penumpang yang ingin menggunakan jasa Grab di Negeri Jiran.  Langkah ini sama dengan yang telah berlaku di Singapura.

Cara tersebut dapat memberikan keamanan penumpang dan pengemudi ke depannya lebih terjamin. Begitu penjelasan yang diterima lewat keterangan resmi Grab.

“Kami meminta verifikasi penumpang melalui selfie sebagai bagian usaha membangun platform menjadi lebih aman untuk penumpang dan mitra kami,” bunyi pernyataan Grab seperti dilansir Suara.com jaringan MoneySmart.

Dengan selfie juga akan membantu petugas kepolisian mengindentifikasi sebuah kasus kejahatan.

Selfie atau verifikasi identitas keamanan yang dapat digunakan pihak berwenang ketika diperlukan,” sambung mereka.

Mengapa harus selfie sebelum memesan?

Grab
Selfie sebelum memesan Grab (Instagram/@grabmy)

Verifikasi lewat foto selfie sangat membantu penyelidikan polisi atas kasus pembunuhan seorang pengemudi Grab di Malaysia, bulan Mei lalu.

Selama penyelidikan, pihak mereka memberikan informasi kepada polisi termasuk foto tersangka dan informasi yang diperlukan dari fitur verifikasi swafoto penumpang dalam aplikasi.

Grab pun menjamin kerahasiaan identitas pribadi pengemudi dan penumpang kecuali bila memang diperlukan.

Baca: Kalahkan Go-Jek, Ternyata Para Investor Ini yang Bikin Grab Kini Berstatus Decacorn

Beri data lengkap

Grab
Beri data lengkap sebelum memesan Grab (Instagram/@grabmy)

Pemerintah Malaysia melalui Kementerian Transportasi dan Kementerian Perhubungan juga meminta pengemudi dan penumpang jasa transportasi online untuk menyetorkan nama lengkap, salinan kartu identias dan nomor telepon yang bisa dihubungi.

Azlan Shah Paramaes Albakri Jenderal Transportasi Darat (APAD) Malaysia, data-data itu sangat diperlukan untuk menjamin keamanan.

“Kami memiliki beberapa kasus seperti pengemudi yang diperkosa. Jadi, kami membutuhkan data seperti itu untuk melindungi kedua belah pihak,” tandasnya.

Itulah alasan mengapa Grab di Malaysia memberlakukan swafoto bagi pelanggan yang ingin memesan platform tersebut. Gimana di Indonesia?