Atur Keuangan Pribadi dengan 5 Tips Simpel Ini Biar Dompet Tebal

Mengatur keuangan pribadi bisa dibilang gampang-gampang susah. Gampang karena cuma butuh cara simpel berupa budgeting agar keuangan kamu tetap stabil. Akan tetapi, bakal jadi susah kalau kamu gak bisa patuh pada pengaturan bujet yang udah dibikin.

Meski cukup sulit, mau gak mau kamu harus coba buat patuh pada pengaturan bujet yang kamu bikin sih.

Mau keuangan kamu gitu-gitu aja tanpa ada perkembangan signifikan? Duh, jangan deh. Jangan biarkan dompet kamu kempes melulu, sekali-sekali dompet kamu harus bisa tebel. Siapa tahu ada kali berikutnya.

Nah, biar gak kesulitan buat memulai pengaturan keuangan pribadi. Coba deh tips simpel gak pakai ribet berikut ini. Simpel tapi dijamin bikin dompet kamu tebel.

1. Tunda keinginan

Tunda keinginan
Kalau bisa tunda, ya tunda dulu (themodernman)

Perlu diakui bahwa keinginan adalah salah hal yang paling sulit dibendung, bahkan dibandingkan dengan kebutuhan.

Kadang kala kamu bisa tunda beberapa kebutuhan, misalnya menunda buat bayar tagihan. Akan tetapi, kamu merasa sulit buat menunda keinginan karena merasa gak ada kesempatan di lain waktu.

Contoh, kamu lihat pakaian menarik di satu toko. Kamu pengin banget buat beli bukan karena kebutuhan tetapi takut pakaian tersebut nantinya gak ada lagi.

Iya emang sih model pakaian tersebut bisa jadi habis bulan depan. Akan tetapi, bisa jadi bakal ada model yang lebih menarik lagi di bulan selanjutnya. Bisa jadi pula di bulan depan kamu punya dana buat belanja.

Jadi, gak ada salahnya buat menunda keinginan, kan? Keinginan bakal terus update karena selalu aja ada yang baru.

[Baca: Hari Gini Kok Masih Bingung Perbedaan Antara Keinginan dan Kebutuhan]

2. Beli merek sesuai penghasilan

Keuangan Pribadi
Belanja sesuai kemampuan (atlantisbahamas)

Sering kali dompet jadi kempes karena kamu mungkin terlalu maksain diri buat beli barang-barang branded. Goal-nya? Mungkin agar dipandang keren.

Gak salah buat punya barang bermerek. Namun, mindset buat cuma pamer aja sebaiknya dienyahkan deh. Mark Zuckerberg aja bangga sama kaos abu-abunya yang itu-itu aja.

[Baca: 13 Tips Sukses Sederhana Tapi Dilakukan Banyak Orang Kaya di Dunia]

Bila kamu emang butuh barang branded karena alasan lebih berkualitas dan tahan lama, itu lebih baik. Kemudian, sebisa mungkin sesuaikan dengan penghasilan kamu saat ini. Dengan gitu, kamu gak bakal maksa buat ngutang ‘cuma’ buat bisa punya barang tersebut.

Alternatifnya bila kamu emang pengin banget punya satu barang bermerek yang cukup mahal, kamu bisa menabung dulu.

3. Hati-hati sering belanja yang bernominal kecil

Hati-hati sering belanja yang bernominal kecil
Hati-hati belanja yang kecil-kecil lho (detik)

Ini nih kadang yang gak sadar bikin kantong kamu kempes pas akhir bulan. Ngeluarin duit ratusan ribu biasanya bikin mikir tetapi bila jumlahnya cuma ribuan, kamu gak terlalu permasalahkan.

Pepatah “sedikit demi sedikit jadi bukit” berlaku buat poin ini. Nominal yang kecil jika dihitung-hitung ternyata menghabiskan sebagian besar gaji kamu.

Contoh, kamu terbiasa buat beli air mineral botol minimal dua per hari. Harganya Rp 4 ribu. Nah, kalau kamu lakukan itu selama sebulan maka kamu keluarkan uang Rp 120 ribu per bulan.

Uang Rp 120 ribu tersebut padahal bisa kamu gunakan buat alokasi dana paket data Internet kamu di bulan itu.

Biasanya, pengeluaran kecil tersebut gak cuma air mineral aja. Kamu bisa jadi beli jajanan cuma karena lapar mata atau yang lainnya.

Dalam sebulan, gak terasa kamu udah habiskan uang lebih dari Rp 120 ribu itu. Di akhir bulan baru deh kamu menghitung-hitung buat apa aja uang kamu habis.

4. Selektif memilih layanan berlangganan dan keanggotaan

Selektif memilih layanan berlangganan dan keanggotaan
Gak semua layanan harus berlangganan (hackernoon)

Cukup banyak orang yang berlangganan keanggotan gym tetapi ternyata jarang datang. Belum ada data jumlahnya sih tetapi mungkin kamu salah satunya?

Nah, daripada kamu ‘bersedekah’ ke pusat kebugaran, kenapa uang tersebut gak kamu manfaatkan aja?

Buat selanjutnya, bakal lebih bijaksana kalau kamu selektif memilih layanan keanggotan atau berlangganan. Misalnya, kalau kamu emang berkomitmen buat rutin datang ke gym maka kamu boleh mendaftar.

Begitu juga dengan beberapa layanan berlangganan, seperti televisi berlangganan atau aplikasi musik tertentu. Bila emang gak urgen banget dan kamu jarang gunakan, gak perlulah berlangganan.

Dana buat berlangganan layanan tertentu mungkin terlihat kecil. Misalnya aja, Spotify yang dibanderol Rp 49 ribu per bulan, Netflix Rp 169 ribu per bulan, dan beberapa aplikasi berbayar lainnya yang variatif.

[Baca: 5 Layanan Streaming Musik Paling Murah dan Paling Cocok Buat Kamu]

Jika ditotal, semua layanan tersebut bisa mencapai ratusan ribu hingga jutaan. Padahal kamu gak butuh banget.

5. Segera lunasi tagihan dan pisahkan tabungan saat gajian

Segera lunasi tagihan dan pisahkan tabungan saat gajian
Lunasi seluruh tagihan (wikihow)

Cara ini adalah cara paling penting buat mengatur keuangan pribadi kamu terjaga.

Saat kamu terima gaji, segera sisihkan dana buat ditabung dan diinvestasikan. Kemudian, lunasi semua tagihan dan belanjakan yang kamu butuhkan. Dengan gitu, kamu gak tergoda buat pakai gaji untuk kebutuhan yang gak diperlukan karena udah ngepas banget.

[Baca: Hemat Uang Bulananmu dengan Membatasi Pengeluaran untuk 5 Hal Ini]

Penting buat kamu pisahkan rekening buat tabungan dan kebutuhan sehari-hari. Kalau bisa, rekening buat tabungan gak perlu pakai ATM.

Siap buat tips yang sebenarnya simpel ini saat gajian nanti? Yuk, belajar atur keuangan pribadi kamu mulai sekarang biar gak tongpes alias kantong kempes di akhir bulan.

Bukan cuma gak tongpes, kamu pun bisa mencapai financial goal kamu di masa depan.