Asuransi Jiwa: Jenis, Kelebihan, dan Kekurangannya

Asuransi jiwa punya beberapa jenis. Setiap jenis memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Namun kita sebagai konsumen kerap hooh-hooh saja mendengar penjelasan agen untuk kemudian menyetujui tawaran yang diberikan.

Padahal belum tentu asuransi yang ditawarkan sesuai dengan kebutuhan kita. Ketika sudah bayar premi, baru sadar. Akhirnya marah-marah sendiri. Menuding ada penipuan, atau malah menjelek-jelekkan perusahaan asuransi di ranah publik.

Sekarang sudah zamannya Internet. Kita patut bersyukur karena begitu banyak informasi yang bisa kita dapatkan dari dunia maya, asal bukan berita bohong alias hoax.

Jadi, sebelum setuju mengeluarkan uang dalam jumlah besar untuk suatu hal, termasuk asuransi jiwa, kita bisa riset sederhana dulu dengan menelusuri Internet. Apa betul uang itu bakal sepadan dengan yang akan kamu dapatkan? Betulkah kamu memerlukannya? Jangan-jangan justru gak butuh.

Contohnya di bawah ini. Kita akan menelisik jenis asuransi jiwa dan kelebihan serta kekurangannya. Bila kamu sedang mencari perlindungan jiwa yang tepat, informasi ini bisa dijadikan salah satu acuan:

1. Asuransi Jiwa Berjangka

asuransi jiwa
Asuransi ini kerap dipilih mereka yang memiliki profesi dengan risiko tinggi dalam jangka waktu tertentu, bukan selamanya (youtube)

Oleh perusahaan asuransi, produk ini sering disebut term life insurance. Asuransi ini memberi proteksi sesuai dengan jangka waktu yang disepakati. Bila selama periode proteksi gak ada klaim, dana premi otomatis hangus.

Premi asuransi jenis ini umumnya lebih murah dibanding produk lainnya. Berdasarkan jenis, asuransi jiwa ini masih dibagi menjadi beberapa produk, yakni:

Yearly renewable term insurance: premi dan polis diperbarui tiap tahun dan biasanya nilainya naik per tahun.

Level term insurance: premi dan manfaat yang diberikan tetap selama jangka waktu berlaku polis.

Decreasing term insurance: manfaat yang diberikan menurun hingga jangka waktu polis berakhir.

Increasing term insurance: manfaat yang diberikan naik hingga jangka waktu polis berakhir sesuai dengan inflasi. Produk ini amat jarang ditawarkan.

Family income benefit: keluarga mendapat manfaat berupa penghasilan bulanan, kuartalan, atau tahunan, ketika pemegang polis meninggal.

Kelebihan:

– Bisa mendapat proteksi dengan premi minimal, bahkan disesuaikan dengan kemampuan keuangan.

Kekurangan:

– Uang premi hangus jika tak ada klaim pertanggungan selama polis berlaku. Sebenarnya bagus juga sih karena berarti gak terjadi apa-apa pada si pemegang polis, termasuk kematian.

[Baca: Asuransi Jiwa Itu Penting, Ini 4 Alasannya Kamu Harus Punya]

2. Asuransi Jiwa Seumur Hidup

asuransi jiwa
Adanya nilai tunai menjadi poin plus dari asuransi jiwa ini (blogspot)

Nama lain asuransi jiwa ini adalah whole life insurance. Berkebalikan dengan asuransi jiwa berjangka, produk asuransi ini menawarkan proteksi seumur hidup (hingga umur 99 atau 100 tahun).

Ada unsur tabungan dalam asuransi ini, karena premi yang disetor bisa dicairkan setelah periode kontrak berakhir jika tak ada klaim. Asuransi jenis ini umumnya masih terbagi dua, yakni:

– Berpartisipasi

Jika memilih asuransi jiwa seumur hidup ini, pemegang polis akan mendapat dividen dari keuntungan berlebih perusahaan asuransi.

– Tidak berpartisipasi

Sebaliknya, jika memilih jenis asuransi jiwa ini, pemegang polis tidak mendapat dividen.

Kelebihan:

– Ada nilai tunai atas premi yang disetorkan

– Nilai tunai bisa digunakan untuk membayar premi selanjutnya

– Setelah periode proteksi selesai, uang premi tidak hangus

Kekurangan:

– Premi lebih mahal

– Imbal hasil nilai tunai lebih kecil dari tingkat inflasi secara umum

[Baca: Punya Pekerjaan Berisiko, Lebih Baik Punya Asuransi Jiwa atau Kecelakaan Diri?]

3. Asuransi Jiwa Dwiguna

asuransi jiwa
Asuransi ini kerap dipilih untuk dana pendidikan anak, terutama sebelum booming asuransi unit link (yayasanmuslimin.org)

Di brosur perusahaan asuransi, nama asuransi ini biasanya disebut endowment. Sesuai dengan namanya, asuransi ini menawarkan dua kegunaan: proteksi dan tabungan.

Ada nilai tunai dari premi yang dikembalikan kepada pemegang polis dalam jangka waktu tertentu, misalnya setiap tiga tahun atau lima tahun. Produk ini sering dipilih sebagai alternatif tabungan pendidikan anak.

Kelebihan:

– Bisa digunakan untuk merancang dana pendidikan anak sesuai dengan periode pemberian nilai tunai

– Dana pertanggungan bisa cair walau pemegang polis masih hidup saat kontrak proteksi berakhir

Kekurangan:

– Premi yang relatif lebih mahal ketimbang jenis asuransi jiwa lainnya

Asuransi jiwa ini mirip dengan asuransi jiwa dwiguna. Perbedaan utamanya adalah adanya fungsi investasi dalam produk asuransi ini.

Nantinya, premi yang dibayarkan akan dijadikan modal investasi oleh perusahaan asuransi. Pemegang polis akan mendapat laporan investasi sekaligus imbal hasil dari investasi tersebut. Namun itu juga berarti ada risiko kerugian karena bukan mustahil investasi tersebut merugi.

Kelebihan:

– Cocok buat peminat investasi yang tak paham, tak sempat, atau tak mau ambil pusing soal instrumen investasi

– Pemegang polis berpeluang mendapat imbal hasil dari premi yang disetor

Kekurangan:

– Premi relatif lebih besar

– Imbal hasil yang diberikan umumnya lebih kecil ketimbang investasi lain secara langsung, misalnya reksa dana

– Ada risiko kerugian investasi, sehingga uang pertanggungan pun lebih kecil dari yang diilustrasikan

Menurut catatan Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), premi asuransi ini cenderung meningkat. Artinya, ada kecenderungan orang mulai paham akan pentingnya produk asuransi ini.

Namun tren ini idealnya diiringi dengan pengetahuan tentang asuransi jiwa yang juga melonjak. Kamu bisa menjadi salah satu pihak yang membantu penyebaran informasi seputar asuransi jiwa ini lho. Pahami, lalu bagikan kepada yang membutuhkan.

[Baca: Gak Semua Orang Butuh Asuransi Jiwa. Prioritaskan Kalau Kamu Punya 5 Ciri Ini]