Asuransi Jiwa Buat Kaum Milenial? Perlu! Ini 4 Keuntungannya

Baru beberapa tahun bekerja dan masih lajang, memangnya perlu asuransi jiwa?

Sebelum tahu jawabannya, mari kita kenalan dulu sama asuransi yang satu ini. Asuransi jiwa menyediakan perlindungan terhadap risiko kerugian finansial akibat kematian anggota keluarga yang merupakan sumber nafkah keluarga.

Seperti yang kita tahu, kematian adalah hal yang tak bisa kita duga serta bisa terjadi pada siapapun tak memandang usia.

Asuransi ini akan menanggung kebutuhan finansial keluarga yang ditinggalkan, sehingga kelangsungsan hidup mereka tetap terjamin. Untuk mengetahui apakah kamu sudah memerlukan asuransi jiwa atau belum, coba cek dulu dua kondisi di bawah ini.

1. Memiliki tanggungan keluarga

Tanggungan keluarga
Tanggungan keluarga

Kamu memang belum menikah, tapi menanggung hidup anggota keluargamu seperti orangtua atau saudara. Tanpa penghasilanmu, kelangsungan hidup mereka bisa tak stabil.

2. Memiliki tanggungan utang

Tanggungan utang
Tanggungan utang

Tanggungan juga dapat berupa utang, seperti utang kartu kredit, cicilan rumah, cicilan mobil, serta pinjaman bank, dan jenis utang lainnya.

Jika kamu mengalami kedua kondisi di atas, maka memiliki asuransi jiwa jadi wajib hukumnya. Sekalipun usiamu masih muda. Pasalnya, selain menanggung kebutuhan finansial keluarga, asuransi ini juga menanggung utang yang kamu miliki, sehingga tidak membebani keluarga atau ahli waris.

Selanjutnya, kenapa harus punya asuransi jiwa sejak muda? Kenapa gak nanti aja saat sudah tua? Pertama, karena kita tidak bisa memprediksi kematian. Kedua, karena punya asuransi sejak muda memiliki 5 keunggulan ini.

1. Biaya premi jadi lebih murah

Semakin bertambah usia, semakin tinggi harga premi yang harus dibayar. Pada dasarnya, jumlah premi akan dilihat berdasarkan risiko yang dimiliki nasabahnya.

Pada usia muda, risiko terkena penyakit dinilai lebih kecil dibanding saat telah tua. Kemungkinan kamu menggunakan fasilitas asuransi dengan segera pun jadi lebih kecil. Karena itu, besaran premi yang harus dibayarkan jadi lebih terjangkau.

Premi yang rendah tentu membuatmu bisa membayar lebih mudah. Misalnya, pada usia 25 tahun kamu masih bisa mendapatkan premi Rp 5 juta per tahun, sementara pada usia 40 tahun besar premi bisa menjadi Rp 7 juta per tahun, pada produk sama.

2. Pilihan produk lebih banyak

Seiring bertambahnya usia, kemungkinan risiko kesehatan jadi lebih besar. Hal ini dapat menyebabkan berbagai kondisi pengecualian dalam polis, sehingga nasabah tidak bisa optimal mendapatkan manfaat.

Selain itu, tiap polis asuransi jiwa memiliki syarat yang harus dipenuhi. Usia muda memungkinkan kamu dapat memenuhi beragam syarat yang ada pada berbagai pilihan produk. Misalnya, terdapat polis yang memiliki batasan usia maksimum 55 tahun. Dengan begitu, pilihan produk yang kamu punya pun jadi semakin banyak.

3. Masa perlindungan lebih lama

Perlindungan lebih lama
Perlindungan lebih lama

Punya asuransi sejak muda membuatmu memiliki perlindungan pada jangka yang lebih panjang. Misalnya, kamu membeli polis asuransi dengan batas usia hingga 100 tahun saat berusia 25 tahun.

Artinya, kamu memiliki masa perlindungan selama 75 tahun. Sementara jika baru membeli di usia 50 tahun, masa perlindungan yang didapat hanya 50 tahun atau menjadi lebih singkat.

4. Kebutuhan belum sebanyak saat tua

Tanggungan lebih banyak saat tua
Tanggungan lebih banyak saat tua

Semakin bertambahnya usia, kebutuhan hidup biasanya jadi semakin meningkat. Apalagi, jika sudah menikah dan memiliki anak. Membeli asuransi sejak dini membuat kondisi finansial bisa tetap aman. Apalagi, premi yang dibayarkan pun jadi lebih murah.

Biar gak menyesal saat tua, manfaatkan usia muda sebaik mungkin. Selain giat mencari penghasilan dengan bekerja, menjalankan usaha, serta berinvestasi, jangan lupa lindungi finansial diri, dan keluarga dengan asuransi.