Artis Tajir dan Sukses Kok Bisa Bangkrut? Ternyata Ini 4 Biang Keroknya

Kedudukan orang itu seperti gedung. Makin tinggi, angin yang mengancam posisinya makin kencang bertiup. Bila tak ada fondasi yang kukuh, tinggal tunggu waktu saja sampai gedung runtuh.

Perumpamaan itu tepat menggambarkan perjalanan sejumlah artis yang sukses, baik di dalam maupun luar negeri. Menjajal peruntungan dari nol, mereka lantas mampu jadi orang.

Tapi sayangnya, setelah berada di puncak kesuksesan, mereka malah jatuh bangkrut. Penyebabnya bermacam-macam, dari kasus kriminal hingga skandal. Dari pengalaman para artis itu kita bisa mencoba belajar agar tak bernasib sama.

1. Narkoba

artis-yang-sukses
Artis dan dunia narkoba amatlah dekat. Sekali terpikat, karier bisa tamat. (pexels)

Narkotik dan obat-obatan berbahaya alias narkoba sudah banyak makan korban, tapi tetap saja ada yang mengkonsumsinya. Tak terkecuali para artis.

Di Indonesia sendiri, tak terhitung sudah artis yang tertangkap polisi gara-gara narkoba dan akhirnya kariernya terhambat. Bahkan ada yang lebih dari sekali jadi pesakitan tapi tak kunjung bertobat.

Padahal pemerintah sudah punya aturan dengan hukuman yang dianggap bakal membuat peredaran narkoba berhenti: mati. Namun, seperti di negara-negara lain, tampaknya vonis mati tak bisa menghentikan praktik bisnis ilegal narkoba.

Contoh teranyar artis yang sukses berada di tubir kebangkrutan adalah Tio Pakusodewo. Artis senior ini dituntut hukuman penjara 6 tahun dan denda Rp 800 juta. Sudah kariernya terancam habis dan pendapatan hilang selama di penjara, masih harus merelakan aset ratusan juta buat bayar denda.

2. Investasi palsu

 

artis-yang-sukses
Hati-hati, diiming-imingi untung besar taunya malah terjebak (flickr)

Praktik investasi abal-abal tak kenal siapa korbannya. Bahkan keluarga artis yang sukses sekelas Addie MS pernah tertipu investasi palsu dengan kerugian hingga miliaran rupiah.

Artis lain yang pernah jadi korban investasi palsu adalah Annisa Bahar, Hengky Kurniawan, Rizal Djibran, dan Cynthiara Alona. Tak pelak, lantaran terancam bangkrut, mereka harus banting tulang mengembalikan kerugian.

Beberapa di antaranya sampai menuntut pelaku penipuan investasi ke pengadilan. Kebanyakan tertipu karena tergiur iming-iming keuntungan yang besar.

Meski nilai imbal hasil itu tak masuk akal, mereka seperti tak mengacuhkan. Walhasil, mereka jadi sasaran empuk penipu yang pandai bersilat lidah untuk menggaet artis sebagai investor dengan dana investasi jutaan hingga miliaran rupiah.

3. Skandal

artis-yang-sukses
Aktor Charlie Sheen bangkrut di tengah puncak popularitasnya (wikimedia commons)

Penyebab kebangkrutan yang satu ini mungkin tak lazim di Indonesia. Sebab, skandal apa pun kerap kali ditutupi, dari perselingkuhan hingga korupsi.

Di luar negeri, tepatnya Amerika Serikat, ada satu contoh bagus bagaimana skandal bisa membuat seorang artis yang sukses jatuh bangkrut. Adalah Charlie Sheen, aktor kawakan yang pernah dapet bayaran US$ 1,8 juta per episode untuk serial TV yang ia bintangi.

Gara-gara skandal perempuan dan pemborosan, Sheen harus bercerai dua kali dan terpaksa tinggal di rumah orangtuanya. Duit di rekeningnya dikabarkan habis untuk membayar banyak hal, dari pajak, tagihan kartu kredit, sampai tunjangan ke mantan istri dan anaknya.

Bahkan Sheen diberitakan terkena HIV/AIDS. Tahu sendiri seberapa mahalnya biaya perawatan pengidap HIV/AIDS.

4. Pidana

artis-yang-sukses
Angela Lee bisa mendapat jutaan rupiah dari Instagram, tapi itu terhenti gara-gara masalah pidana (instagram)

Artis yang terjerat masalah pidana hampir 100 persen tak bisa lagi menghidupkan kariernya. Kasus hukum membuat kredibilitas orang hancur. Padahal kredibilitas adalah modal artis, terutama untuk mendapat sponsor.

Angela Lee contohnya. Status selebgram dengan penghasilan berlimpah miliknya dengan sekejap hilang gara-gara jadi tersangka kasus penipuan. Tak diragukan lagi, sumber pemasukannya tertutup akibat ulah sendiri.

Lihat juga kasus Gatot Brajamusti. Bahkan Gatot bisa dikatakan sebagai “Bapak” para artis karena jadi ketua persatuan artis Indonesia. Karena kasus pidana, Aa Gatot tak bisa lagi berkarier.

Penyebab kebangkrutan di atas tak hanya bisa menimpa para artis yang sukses. Orang biasa pun bila tak berhati-hati melangkah bisa terperosok ke lubang yang sama.

Segala upaya yang dikerahkan untuk meraih sukses jadi sia-sia jika sudah demikian. Dan yang jadi korban bukan cuma diri sendiri, tapi juga keluarga.