Arisan yang Menyenangkan dan Menguntungkan

Pernah mendengar kata arisan? Pastinya bukan suatu hal yang aneh di lingkungan kita. Tradisi ini sudah dilakukan banyak orang terutama oleh para wanita entah sejak kapan, yang pasti dalam satu keluarga setidaknya ada satu anggota keluarga yang tergabung dalam satu kelompok arisan.

 

Ada arisan keluarga, arisan komplek rumah, arisan dengan teman-teman atau bahkan arisan di kantor. Hadiah yang ditawarkan bisa beraneka ragam mulai dari uang, peralatan dapur, hingga perhiasan. Demi hadiah yang menggiurkan seseorang bisa mengikuti beberapa arisan dalam satu waktu, tanpa memperhatikan pemasukan serta pengelolaan dana yang baik.

 

Yang jadi pertanyaan, lalu bagaimana cara memilih arisan yang baik serta cara menyisihkan uangnya agar tidak mengacaukan pengelolaan dana tiap bulan.

 

Pertama Anda perlu memahami betul bahwa tujuan utama arisan sebenarnya untuk kegiatan sosialisasi atau kumpul-kumpul. Jangan diasumsikan bahwa arisan merupakan bentuk lain dari menabung.

 

Jika tujuan Anda betul-betul menyisihkan dana untuk ditabung atau untuk digunakan dengan tujuan tertentu silakan buka rekening tabungan tersendiri atau berinvestasi dengan reksadana. [Baca: Belajar Investasi Reksa Dana yang Menguntungkan]

 

Nilai uang yang akan Anda dapatkan di akhir akan bertambah seiring dengan berjalannya waktu, sementara jika Anda mendapatkan uang arisan apalagi di urutan terakhir, jumlah uang yang Anda dapatkan akan tetap sama dengan nominal di awal urutan pemenang dengan nilai yang mungkin sudah berubah. konsep ini dikenal denganĀ time value of money.

 

Pastikan niat awal Anda mengikuti arisan bukan karena Anda harus menutupi kebutuhan yang sifatnya mendesak, atau dengan kata lain arisan bukanlah ajang untuk kredit, jika Anda ingin meminjam uang silakan mengajukan pinjaman pada lembaga lain seperti bank atau pegadaian. [Baca: Mari Kenali Seluk-Beluk Pinjaman dengan Jaminan]

 

Setelah Anda memutuskan untuk mengikuti satu kelompok arisan, pilihlah arisan yang memiliki iuran yang masuk akal. Artinya, Anda akan mampu membayar iuran yang telah disepakati.

 

Saat mengikuti arisan Anda perlu menjalaninya dengan komitmen, artinya jangan sampai lalai membayar iuran tiap bulan meskipun Anda sudah mendapatkan urutan penarikan. Terakhir, bergabunglah dengan kelompok arisan yang anggotanya sudah Anda kenal, misalnya teman-teman bermain atau teman-teman kantor, hal ini guna menghindari kejadian penipuan berkedok arisan yang semakin sering dijumpai belakangan ini.

 

Ada beberapa tips yang dapat Anda pertimbangkan dalam mengelola dana terkait dengan arisan:

  • Pastikan kebutuhan utama sehari-hari seperti pengeluaran untuk dana pendidikan anak tiap bulan dan tagihan rutin (listrik, telepon, air) telah tertutupi. Setelah itu prioritas berikutnya adalah untuk tabungan dan investasi. Barulah dana lain-lain mengikuti termasuk untuk iuran arisan. Alokasi dana arisan ini termasuk dalam biaya gaya hidupatau lifestyle, besarnya iuran bulanan dari seluruh arisan yang Anda ikuti idealnya tidak lebih dari 10% pendapatan bulanan Anda.
  • Rencanakan dengan baik peruntukan hadiah yang akan Anda dapatkan dari arisan, bahkan sebelum arisan dimulai. Ada baiknya hadiah arisan Anda manfaatkan dengan baik untuk investasi misalnya dengan memasukkan ke dalam deposito, reksadana, saham atau bahkan modal untuk membuka bisnis. Karena Anda perlu berkomitmen membayar iuran arisan dalam waktu yang cukup panjang, jangan sampai hasilnya Anda habiskan untuk sesuatu yang tidak bertahan lama,misalnyamembeli pakaian, sepatu, atau gadget.

 

Dengan tips-tips di atas diharapkan Anda dapat bersenang-senang serta meraih keuntungan yang maksimal melalui kegiatan arisan.