Apa yang Harus Diperhatikan Sebelum Teken Surat Kontrak Kerja

Dapat kesempatan dipanggil wawancara kerja aja udah hepi. Apalagi kalau diterima! Wah, rasanya pengen loncat-loncat kegirangan.

Boleh bangga dikit mengingat sukses singkirkan puluhan atau ratusan orang yang ikutan antre ngelamar.

Bangga yang kedua, ada pengakuan yang sahih sama kualifikasi and kompetensi yang dikuasai. Bangga terakhir, masuk golongan orang beruntung alias masuk kubu orang-orang pilihan. Cieee.

Bagi yang fresh graduate, tentu ini jadi pengalaman pertama masuk dunia profesional. Yang menyenangkan lagi, bebas dari kutukan ‘orang pengangguran’. Jelas kutukan karena mana ada orang pengangguran punya penghasilan!

Cuma masa menikmati hepinya jangan kelamaan. Ada proses lainnya yang perlu diperhatikan. Seseorang baru dianggap sah diterima kalau udah neken surat kontrak kerja.

Ini momen paling krusial karena nasib dan masa depan berkarir berdasarkan lembaran surat kontrak kerja. Ini surat berisikan poin-poin yang harus disetujui dan dipatuhi selama kerja di sebuah perusahaan.

Bisa disebut, surat kontrak kerja merupakan kesepakatan yang mengikat dan dilindungi hukum. Jangan malas dibaca meski panjang banget isinya.

Jadi penting banget untuk dipahami sejak awal isi surat kontrak yang akan diteken nantinya. Poin apa aja yang mesti diperhatikan sebelum bubuhkan tanda tangan di situ?

1. Enggak ada typo error nama di surat kontrak

surat kontrak kerja
Ayo dicek yang teliti jangan sampai ada yang salah ketik ya! (Cek Dokumen / Idntimes)

Cek dulu nama yang tercantum benar dan sesuai identitas yang berlaku. Pastikan juga nama yang tertulis benar tanpa ada typo error satu huruf pun. Bahaya nantinya.

Kesalahan nama bakal berpengaruh luas terhadap yang lain. Misalnya saja asuransi, payroll, dan lain-lain.  

Yang tak kalah penting, pastikan juga pihak yang bertanda tangan adalah orang yang bertanggung jawab terhadap perusahaan itu. Biasanya yang neken surat kontrak kerja adalah atasan tertinggi, bisa direktur atau CEO.

2. Ada job desk yang jelas

Surat kontrak juga menyebut dengan jelas jabatan dan job desk-nya dengan rinci. Misalnya ngelamar jadi staf marketing, maka jenis pekerjaan yang ditulis di surat kontrak ya staf marketing.

Terus jangan sampai di situ juga. Ada rincian pekerjaan yang menjadi tanggung jawab dan kewajiban seorang pekerja. Dengan begitu menjadi clear sejak awal sehingga enggak rancu lagi saat bekerja.

3. Jam kerja

Langsung tanyakan jika surat kontrak kerja tak mencantumkan jam kerja.  Bukan mau curiga, tapi lebih ingin memastikan aja. Atau ada perbedaan dengan informasi yang dijelaskan saat wawancara.

surat kontrak kerja
Waktu itu sangat berharga, jadi jangan main-main ya! (Jam Kerja / Kabarburuh)

Katakanlah di awal diinformasikan jam kerja nine to five, tapi  tertulis kerja shift. Selain itu, tanyakan juga apakah ada pekerjaan yang mengharuskan masuk saat weekend.

Kemudian hitung dengan seksama jam kerja selama seminggu. Kira-kira masuk akal enggak? Pemerintah telah menetapkan jam kerja selama 40 jam selama sepekan. Nah bila lewat dari ketentuan itu, apakah dimasukan lemburan yang ada tambahan tunjangan?

4. Kapan mulai bekerja dan masa percobaan

Harus dicantumkan kapan mulai bekerja dan masa percobaan di surat kontrak. Hal ini menyangkut kompensasi yang bakal diterima. Tanggal mulai bekerja berpengaruh dengan kompensasi untuk masuk pensiun maupun perhitungan masa kerja saat ambil keputusan resign.

Terus kalau masa percobaan pengaruhnya pada kompensasi gaji yang belum full karena belum berhak tunjangan dan bonus. Jadi pastikan semuanya tertulis dengan jelas.

5. Gaji dan semua hak yang diperoleh

Jangan remehkan yang satu ini. Pastikan gaji, deretan tunjangan, dan bonus yang menjadi hak tertulis dengan detail. Tak ketinggalan juga, harus disebut mekanisme pembayarannya.

Maksudnya gaji itu cair tiap tanggal berapa. Kemudian kapan bonus diberikan. Tak ketinggalan juga fasilitas yang menjadi hak selama kerja. Semua mesti jelas tertulis dalam surat kontrak.

surat kontrak kerja
Paling happy setiap terima lembaran merah ya hehehe (Gaji / Stiebbank)

Enggak ada masalah jika bertanya dulu masalah ini sebelum teken karena berhubungan banget sama kesejahteraan isi kantong.

6. Cuti dan hari libur

Surat kontrak kerja juga mengatur soal cuti dan hari libur. Umumnya jatah libur di weekend dan tanggal merah. Tapi untuk jenis pekerjaan tertentu diharuskan masuk di waktu-waktu itu.

Semuanya mesti tertera dalam surat kontrak kerja. Bila diharuskan masuk saat hari libur, konsekuensi apa yang mesti didapat. Misalnya duit lembur yang dihitung per jam saat masuk di hari libur.

Sedangkan cuti adalah hak. Lalu bagaimana jika hak itu tak diambil? Apakah ada kesepakatan dengan perusahaan jika cuti tidak diambil akan diganti dengan sejumlah uang? Pastikan semuanya ada di surat kontrak kerja.

7. Aturan main PHK

Ih, masak belum apa-apa udah bahas PHK alias pemutusan hubungan kerja (PHK). Lha, poin ini tetap penting dibahas. PHK itu keniscayaan. Jadi perusahaan yang bener pasti udah aturan main soal ini.

Soal PHK, sebenarnya ada tiga hal yang wajib diperhatiin. Pertama, PHK yang dilakukan perusahaan karena performa kerja yang buruk sampai pelanggaran peraturan perusahaan.

Kedua, PHK yang dilakukan pekerja. Istilah kerennya resign. Ketiga, PHK karena perusahaan pailit atau tutup karena keputusan pengadilan. Masing-masing pemicu PHK itu akan membawa konsekuensi yang berbeda-beda.

surat kontrak kerja
Sebagai karyawan harus tahu hak dan kewajiban biar gak ditindas (Demo Buruh / Prokal)

Itulah kenapa perlu disebutkan dengan detail seputar PHK sehingga masing-masing pihak puas. Selain itu PHK juga bakal berpengaruh dengan kompensasi yang bakal diterima nantinya.

Itulah beberapa hal yang mesti dicermati sebelum teken surat kontrak kerja. Enggak usah buru-buru tanda tangan begitu disodorkan surat itu. Baca baik-baik dengan seksama.

Tanyakan jika ada beberapa hal yang kurang dimengerti kepada pihak perusahaan. Apalagi jika ini adalah pengalaman pertama berkarir.

 

 

Yang terkait artikel ini:

5 Benefit dari Perusahaan yang Wajib Ditanya saat Wawancara Kerja

Strategi Atur Keuangan saat Jadi Korban PHK

Yang Lagi Cari Kerja, Awas Ada Lowongan Kerja Fiktif