Apa yang Harus Dilakukan Jika Bank Menawarkan Top Up KTA?

Yes, bentar lagi cicilan kredit tanpa agunan hampir lunas. Saatnya menyusun rencana keuangan yang lebih hebat lagi untuk masa depan.

Tapi tak dinyana, tiba-tiba customer service bank nelpon sembari menawarkan sesuatu. “Bapak, cicilan KTA-nya kan hampir lunas tuh, gimana kalau kami top-up? Nanti Bapak bisa mendapat Rp 50 juta,” kata sang customer service bermanis-manis.

Nah lo? Gimana tuh rasanya bakal mendapat suntikan dana segar? Jangan buru-buru mengiyakan dulu deh! Mending pikirin lagi mateng-mateng segenap pertimbangan berikut.

1. Periode Utang Makin Panjang

Berapa lama sih tenor KTA? Satu tahun? Dua tahun? Atau lima tahun? Butuh perjuangan loh untuk melunasi KTA. Dengan mencicil KTA berarti kamu kudu mengorbankan sebagian pendapatanmu.

Jika memutuskan mengambil top up KTA, berarti kamu kudu siap dengan tenor yang makin panjang. Sudah siap juga membayar utang lagi?

top up kta 2
Diskusikan dulu dengan kepala dingin. (kta standchart/blogspot)

2. Mau Dipakai Buat Apa?

Kadang kita suka gegabah dalam hal keuangan. Tak terkecuali KTA. Karena dorongan impulsif, kita gak punya tujuan pasti mau diapakan itu KTA.

Buat belanja doang? Buat nurutin gaya hidup? Atau memang kepepet? Yang jelas tetapkan tujuan terlebih dulu sebelum mengambil keputusan finansial. Sah-sah saja mengambil top-up KTA selama itu untuk kebutuhan mendesak.

3. Kapan Mencapai Kebebasan Finansial?

Coba pertimbangkan lagi deh, KTA itu adalah utang yang perlu dilunasi. Kalau memutuskan untuk mengambil utang baru, kamu bakal makin jauh dari kebebasan finansial.

Kebebasan tersebut hanya bisa dicapai jika manajemen keuanganmu sudah bagus, tanpa perlu suntikan utang lagi. Dengan kebebasan finansial, kamu bisa bebas ngapain aja tanpa terikat utang.

top up kta 3
Kebebasan finansial bisa dimulai dengan kebiasaan kecil. (financial freedom/ocsj)

4. Jangan Cuma Tergiur Angka

Kadang bank menawarkan top-up yang melebihi angka utang semula. Misalnya saja pertama mengajukan KTA kamu mendapatkan Rp 20 juta, karena performa pembayaran bagus, bank bisa saja menawarkan top-up sebesar Rp 40 juta.

Kalau gegabah, bisa saja langsung disikat tuh tawaran. Tapi makin besar angka pinjaman, makin besar pula cicilan dan bunga.

Intinya, kalau memang gak butuh KTA lagi ya tolak saja tawaran top-up tersebut. Jangan mentang-mentang ditawarin lantas diambil begitu saja. So, bijaklah dengan utang dan capailah kebebasan finansialmu.

 

Yang terkait artikel ini:

Jangan Sampai Salah Memilih Kredit Tanpa Agunan Lalu Terjebak Rentenir

Ini Nih, Mindset Soal Kredit Tanpa Agunan yang Bikin Keuangan Kita Jalan di Tempat

Buat yang Penasaran, Begini Nih Cara Kerja Analis Kredit Bank Menilai Permohonan Kredit