Apa Bedanya Kredit Beragunan dari Bank dan dari Lembaga Pembiayaan? Yuk Cari tahu!

Di dunia perkreditan, ada setidaknya dua jenis pinjaman: kredit tanpa agunan (KTA) dan kredit dengan agunan (multiguna). Selain itu, ada dua macam pula pihak yang bisa memberikan pinjaman: bank dan lembaga pembiayaan.

Soal perbedaan KTA dengan kredit multiguna sudah banyak dijelaskan. Perbedaan utama terletak pada ada-tidaknya agunan alias jaminan yang diberikan untuk pencairan kredit. Berikut ini dijelaskan karakteristiknya.

Karakteristik Kredit Beragunan

KTA tak memerlukan aset nasabah sebagai jaminan. Sebaliknya, kredit dengan agunan memerlukan jaminan tersebut.

Sebagai timbal balik, kredit dengan agunan bisa memberikan plafon pinjaman lebih besar ketimbang KTA. Di sisi lain, bunganya pun lazimnya lebih rendah ketimbang bunga KTA dengan tenor yang lebih panjang karena adanya aset yang menjamin pinjaman.

Namun proses pencairan kredit beragunan biasanya lebih lama daripada KTA. Sebab, bank perlu menaksir nilai aset dan mensurvei tempat tinggal kita, juga wawancara.

Aset yang biasanya dijadikan agunan antara lain kendaraan dan rumah atau tanah. Tapi bukan berarti kendaraan kita berikan ke bank atau lembaga pembiayaan untuk pencairan kredit.

kredit beragunan dari bank
Gak ada ruginya kan beli rumah, selain bisa ditinggali, bisa buat jaminan deh! (Rumah / rumahdijual)

Yang kita berikan sebagai penanda aset hanyalah sertifikat bukti kepemilikan, dalam hal ini SHM (properti) dan BPKB (kendaraan).

Cocok Buat Siapa?

Melihat karakteristik kredit beragunan yang dijelaskan di atas, yakni:

– Memerlukan aset
– Plafon lebih besar
– Tenor lebih panjang
– Bunga lebih kecil
– Proses lebih lama

Layanan ini cocok bila kita gak dikejar waktu untuk mendapat dana pinjaman. Misalnya buat renovasi rumah agar makin cantik, BPKB mobil bisa “disekolahkan” dulu buat tambah-tambah dana.

Namun bila renovasinya mendesak, misalnya bocor di sana-sini, KTA lebih cocok. Soalnya, bila berlama-lama, bisa-bisa tiap hari repot karena air hujan masuk ke rumah terus.

Cari Kredit Beragunan di Mana?

Kredit beragunan bisa jadi pilihan jika butuh dana karena plafonnya besar dan bunganya cenderung lebih bersahabat. Namun harus diperhatikan pihak yang memberi pinjaman.

Di atas sudah disebutkan, ada setidaknya dua pihak tersebut, yaitu bank dan lembaga pembiayaan atau multifinance. Apa saja bedanya?

1. Kredit beragunan dari bank

kredit beragunan dari bank
Anak kecil saja tahu kalau mau nabung ya di bank! (Bank / bprdbl)

Bank adalah lembaga yang umumnya dituju orang ketika mencari pinjaman, termasuk kredit dengan agunan. Berikut ini poin plus-minus meminjam uang di bank:

Poin Plus:

– Suku bunga lebih rendah karena ketatnya persaingan antarbank yang amat banyak.
– Keamanan dokumen yang diagunkan lebih terjamin, karena bank sangat mengandalkan kepercayaan nasabah. Bila sekali saja data itu tersebar, masyarakat bakal kehilangan kepercayaan. Ujungnya, bank kehilangan nasabah.
– Proses lebih ketat. Artinya, petugas bank akan teguh menjalankan standar operasional prosedur sehingga meminimalkan kesalahan dalam proses administrasi.
– Kadang ada promo gratis biaya-biaya yang menyertai, seperti provisi dan administrasi.
– Aset lebih aman dalam penjagaan.

Poin Minus:

– Proses yang ketat membuat pencairan jadi lebih lama, bahkan hingga sebulan lebih.
– Bakal sering bolak-balik ke bank, terutama bila berkas tidak lengkap.
– Bank mungkin meminta wawancara ke perusahaan tempat kita bekerja atau tetangga.

2. Kredit beragunan dari multifinance

kredit beragunan dari bank
Biar kenal, pelajari nih lembaga pembiayaan yang juga bisa kasih kita fasilitas pinjaman. (BFI Multifinance / majalahreviewweekly)

Ada banyak perusahaan multifinance, namun kita mesti selektif memilihnya. Berikut ini poin plus-minus meminjam dana dari multifinance:

Poin Plus

– Proses bisa lebih cepat, bahkan dalam hitungan jam. Yang penting, syarat identitas dan bukti kepemilikan aset valid dan lengkap.
– Tidak rumit, tak perlu pakai survei dan wawancara.
– Bisa sekalian kredit barang, misalnya sepeda motor. Jadi, perusahaan itu bekerja sama dengan leasing atau sekaligus berperan sebagai leasing. Yang menjadi jaminan adalah BPKB sepeda motor yang dikredit tersebut.

Poin Minus:

– Suku bunga umumnya lebih tinggi daripada bank.
– Jika gagal bayar dan aset disita, bakal lebih susah menebusnya karena bisa saja aset itu langsung dilego ke pihak lain.
– Jarang ada promo gratis biaya administrasi.
– Rawan “dikunjungi” debt collector ketika telat bayar cicilan bahkan sehari saja.
– Karena modal yang kurang kuat dibanding bank, lebih rentan bangkrut atau pindah lokasi demi uang sewa tempat lebih murah. Aset yang kita jaminkan pun lebih rentan hilang karena pengamanan yang lebih minim ketimbang bank.

Jika melihat penjelasan di atas, kredit dengan agunan dari bank sepertinya lebih oke ketimbang dari multifinance. Tapi gak begitu juga.

Kita tetap mesti membandingkan satu produk dengan produk lainnya untuk mendapatkan yang terbaik. Salah satu lembaga pembiayaan terpercaya yang menyediakan kredit multiguna beragunan adalah BFI.

Proses pencairan di BFI sangat cepat, hanya 8 jam bila berkas lengkap. Plafonnya bahkan sampai Rp 10 miliar dengan tenor maksimal 48 bulan.

Khusus dalam layanan Paket Mobil Gemilang, jaminan mobil apa pun bisa diberikan, kecuali merek asal Jepang. Namun ada penawaran gratis asuransi mobil selama periode kredit plus cashback Rp 1 juta.

BFI bisa dipilih karena sudah puluhan tahun berdiri dan jaringannya tersebar di 34 provinsi. Tentunya beda dengan multifinance yang sering nempel iklan di tiang listrik di jalanan.

Kita mesti pandai-pandai menyeleksi lembaga pembiayaan yang terpercaya. Jangan sampai terjebak rayuan iklan yang akhirnya membuat kita menyesal.

CTA BFI

 

Yang terkait artikel ini:

[Baca: Mengajukan Kredit Tanpa Agunan Kok Jadi Hobi, Pikir Panjang Deh]

[Baca: Mau Ajukan Pinjaman Multiguna dengan Jaminan BPKB, Begini Simulasinya]

[Baca: Nyekolahin BPKB Emang Salah Satu Cara Dapat Dana Cepat. Tapi, Baca Ini Dulu!]