Antara Hemat dan Pelit, Pahami Dulu Deh Biar Gak Ngatain Teman Pelit

“Bang gorengannya berapa nih?” tanya Kiki yang baru pulang kantor ke tukang gorengan dekat rumahya. “Dua rebu dapet 3 neng,” sahut si abang gorengan sambil asyik goreng ubi.

“Yah mahal banget sih gorengan doang, seribu 3 biji ya bang.” Walhasil si abang gorengan langsung dorong gerobaknya menjauh dari Kiki sambil komat-kamit baca mantra, Et dah si Kiki beli gorengan masih juga nawar!

Menekan pengeluaran emang bagus sih, apalagi kalau uangnya dimanfaatin buat hal-hal bermanfaat kayak tabungan, deposito, investasi atau untuk beli properti. Tapi ya gak gitu juga kali sis.

Hati-hati loh terjebak antara hidup hemat dan pelit. Emangnya beda ya? Keduanya sama-sama menekan pengeluaran kan. Ya jelas beda lah.

Simak nih ya, hemat itu berarti mendasarkan pengeluaran pada prioritas dengan gak melakukan pengeluaran-pengeluaran yang gak penting. Sementara pelit itu memangkas pengeluaran, tapi gak menggunakan akal sehat dan pikir panjang. Ibarat kata nih ye, kalau bisa semua serba gretong alias gratisan.

Ya gak apa-apa dong, kalau emang bisa jadi banyak uang, pelit gak masalah. Gak gitu juga bro!

hemat dan pelit

Gratisan emang enak, tapi jangan jadi hobi deh yeee, malu sama gaji yang udah dua digit bro! (Sign Gratis / Wp) 

Itu namanya egois, cuma mikirin apa yang enak buat diri sendiri. Emang kamu pikir jadi orang pelit dalam hidup bermasyarakat itu baik?

Jangan-jangan gak mau ya punya simpanan di bank karena ada biaya administrasi. Apa iya mau simpan duit bergunung-gunung di bawah kasur? Nih, perbedaan antara orang yang hidupnya hemat dengan yang pelit biar gak ketuker lagi.

Perbedaan orang yang hemat dan pelit

1. Dalam hal menabung

Menabung merupakan hal mendasar dalam mengelola keuangan yang dilakukan oleh hampir semua orang. Tujuan dari menabung dan cara orang menabung juga pasti beda ya. Ada yang konsisten menabung sejak sekolah hingga dewasa dan ada juga yang baru menabung saat sudah mulai memiliki penghasilan sendiri.

Si hemat akan menyisihkan sekian persen dari penghasilannya untuk tabungan sehingga selain memiliki simpanan, ia juga memiliki sisa uang untuk hal-hal yang lain. Sementara si pelit akan menghabiskan semua penghasilannya untuk ditabung. Ia gak berfikir untuk mengeluarkan uang demi hal-hal lain.

hemat dan pelit

Bang bing bung hey jangan dihitung, awas jangan diambilin nanti jadi buntung! (Celengan Ayam / Ehloo) 

Apakah ia nantinya harus hidup dari belas kasihan orang lain atau gak bisa menikmati me time ya gak peduli. Yang ada dalam benak hanyalah uangnya akan utuh dan beranak-pinak dalam tabungan.

2. Dalam hal bersosialisasi

Manusia diciptakan sebagai makhluk sosial, artinya gak bisa lah ya hidup mengandalkan kemampuan diri sendiri, emangnya situ hidup di hutan gitu. Akan ada saatnya kita harus dengan rela mengeluarkan budget untuk punya waktu have fun bareng teman-teman.

Semisal, gak ada salahnya kok sesekali dapat giliran traktir teman-teman satu tim pas ulang tahun atau dapat kenaikan gaji atau promosi jabatan misalnya. Gak bakal langsung bikin kita jadi blangsak kok kalau cuma traktir teman-teman makan di warteg atau order pizza.

Sementara si pelit sudah bisa ditebak ini mah, bakalan menolak untuk traktir, kalau bisa ditraktir aja terus. Ini nih yang namanya egois kelas kakap.

3. Dalam hal belanja

Belanja adalah aktivitas yang gak bisa dilepaskan dari setiap manusia. Baik itu belanja kebutuhan sehari-hari atau belanja keperluan lainnya seperti baju atau sepatu.

Si hemat akan menyiasati pengeluaran belanja kebutuhan dan keinginan dengan selalu mencatat daftar belanja dan memanfaatkan setiap ada diskon atau promo.

hemat dan pelit

Mbak, mau belanja apa ujian? Lama amat sih mikirnya hehehe (Supermarket / Klimg) 

Bagaimana dengan si pelit? Sudah bisa dipastikan mereka bakalan hanya belanja saat ada diskon saja. Padahal ini belum tentu menghemat loh.

Justru saat cuma bersikeras untuk belanja barang-barang yang didiskon saja, belum tentu sebenarnya barang-barang itulah yang dibutuhkan. Tapi karena sudah gelap mata oleh kata ‘sale’ ya sudah.

4. Dalam hal memberi tips

Saat menikmati jamuan makan malam atau menggunakan jasa pelayanan, gak ada salahnya kita memberi penghargaan. Apalagi kalau makanannya enak, pelayanan ramah, cepat dan bagus, gak usah ragu memberi uang tip.

Si hemat bakalan gak segan untuk memberi tips sewajarnya kalau dilayani dengan sangat baik sebagai bentuk menghargai jasa orang. Tapi, si pelit gak akan ada tuh dalam kamusnya memberi tip.

Mereka akan berpikir memberi tip itu sebagai pemborosan dan gak perlu walau hanya sesekali. Wong karyawannya sudah digaji kok, masa iya perlu dikasih uang tip. Hadeh!

hemat dan pelit

Kasih tips pelit, giliran jajanin gebetan boros banget sampai bokek (Restoran / Klimg)

5. Dalam hal menikmati fasilitas

Tahu dong kalau mau menikmati yang namanya fasilitas internet dan tv kabel itu harus berlangganan yang artinya bayar setiap bulan. Si hemat bakal menggunakan paket tv kabel dan internet dengan harga yang paling ekonomis untuk bisa menikmati acara-acara favoritnya dan browsing saat di rumah.

Si pelit bisa saja ingin menikmati semua fasilitas itu tapi gak mau rugi sama sekali dengan cara curang yaitu nyolong-nyolong minta password wifi tetangga. Tepok jidat deh sama orang yang kelakuannya kayak gini tapi muka badak.

6. Dalam hal komunikasi

Di zaman yang serba gadget ini di mana informasi dan komunikasi adalah keniscayaan, kebutuhan akan alat komunikasi juga tumbuh pesat. Gak cuma soal alat komunikasi, kita juga butuh pulsa buat berkomunikasi.

Si hemat akan dengan bijak mengendalikan penggunaan pulsa handphone untuk komunikasi yang penting-penting saja dan seperlunya. Membuat budget pengeluaran untuk pulsa selama sebulan. Si pelit akan sebisa mungkin gak mau tuh yang namanya telepon, misscall aja lah biar ditelpon balik.

Sebenarnya masih banyak contoh nyata dalam kehidupan sehari-hari yang bisa memberi kita gambaran akan perilaku nyata hidup hemat dan pelit. Pastinya hemat itu jauh lebih baik dari pelit. Karena pelit hidup hanya untuk kepentingan dirinya semata, gak punya kesadaran bertoleransi serta bersosialisasi yang baik dengan yang lain.

hemat dan pelit

Ngeriung rame-rame lebih enak kan daripada mojok sendirian kayak sapi ompong (Kumpul Sama Teman / Blogspot) 

Jangan bangga kalau jadi orang pelit guys, tapi banggalah saat kamu bisa mengendalikan pengeluaran dengan baik namun masih bisa punya kehidupan yang seimbang. Ada saatnya bekerja keras, menabung dan bersenang-senang.

 

 

Yang terkait artikel ini:

[Baca: Niatnya Menghemat Pengeluaran Bulanan tapi Cara Ini Justru Bikin Kamu Rugi]

[Baca: Lebih Hemat Mana Membeli Barang Grosir atau Eceran]

[Baca: Cara Menghemat Kuota Internet di Tablet Tanpa Jampi-jampi]