Anak Beranjak Remaja Bikin Keuangan Orangtua Kembang Kempis? Coba 7 Cara Ini

“Mah bagi duit dong buat nonton sama teman-teman sekelas aku.” Kalimat kayak gini mah udah biasa di zaman generasi millenial kayak sekarang. Zaman kita remaja dulu, main bareng teman ke mall tuh jarang-jarang bingits.

Beda bro sama anak-anak remaja zaman sekarang. Menurut Wikipedia, usia remaja itu dimulai ketika mereka masuk di usia ke-10 tahun. Tahu sendiri kan masa-masa remaja merupakan masa paling seru.

Yup, banyak hal baru yang begitu menarik untuk dicoba. Dan sayangnya mereka suka mencoba hal-hal yang gak gratis hehehe.

Gak usah plonga-plongo kalau sering lihat anak-anak remaja nongkrong di Starbucks atau nobar di Teater XXI. Gaya bingits sih biar kekinian gitu ya. Emang pada punya duit dari mana? Ya pasti ujung-ujungnya merongrong orangtua.

Eits, jangan salah. Gak semua dari mereka punya orangtua dengan ekonomi mumpuni loh. gak sedikit yang finansial orangtuanya sederhana bahkan menengah ke bawah.

Apa yang bisa dilakuin menghadapi anak beranjak remaja yang bisa bikin keuangan orangtua kembang-kempis karena sibuk bergaul?

Anak Beranjak Remaja 1
Kongkow kalo tiap minggu bisa bikin jiper dompet juga kali. (nongkrong/tribunnews)

1. Buat Aturan Main

Anak remaja zaman sekarang emang gak bisa dikerasin. Semakin mereka dilarang biasanya malah makin nekat. Di sini peranan sebagai orangtua dibutuhkan. Duduk bareng dan bicara dengan mereka secara santai layaknya teman.

Tetap tunjukan padanya siapa ‘bosnya’ dengan membuat aturan main seputar keuangan mereka. Tentukan konsekuensi yang harus mereka jalani jika melanggar aturan main tersebut. Selain mengajarkan mereka tentang belajar menghargai kesepakatan, mereka juga jadi lebih bijak menggunakan uang.

Aturan ini bisa dengan membatasi waktu hangout bareng teman-temannya, wajib menabung setiap hari dan lainnya. 

2. Bersikap Terbuka

Bersikap terbuka di sini adalah menjelaskan kondisi keuangan keluarga. Beri pemahaman bahwa gak semua yang mereka mau bisa mereka peroleh.

Gak mau dong seperti cerita-cerita sinetron tentang anak yang mengancam mogok sekolah kalau gak dibelikan motor. Ironisnya orangtuanya hanya bekerja sebagai buruh cuci. Bahkan di dunia nyata udah kejadian deh tuh.

Jangan biarkan anak berpikir uang kamu tuh gak ada nomor serinya. Beri pemahaman bahwa mencari uang itu gak gampang. Ajak mereka untuk berempati.

3. Jatah Uang Saku

Beri pemahaman kepada anak tentang apa itu kebutuhan dan keinginan. Beri budget untuk semua keinginannya seperti main di mall atau hadir ke pesta perayaan teman sebaya dan sejenisnya

Jangan beri mereka uang dalam nominal yang terlalu besar. Tentukan saja sendiri sesuai dengan kemampuan finansial kamu. Cukup gak cukup ya segitu saja yang kamu berikan kepada anak untuk setiap bulannya.

Dan jangan berikan jatah uang saku sekaligus untuk satu bulan, beri saja per hari. Kalau diberikan sekali sebulan ada kemungkinan besar disalahgunakan.

Anak Beranjak Remaja 2
Jatah uang saku minggu ini udah? (uang saku/bidanku)

4. Kewajiban Membuat Catatan

Wajibkan anak untuk membuat catatan pengeluaran dan melaporkannya sesuai kesepakatan dengan orangtua. Sebagai orangtua harus meluangkan waktu untuk menjadi ‘auditor’ bagi aktivitas keuangan anak, gak boleh malas dan asal memeriksanya.

Tujuannya agar anak gak berani bermain belakang atau belajar berbohong soal pengeluarannya kepada orangtua.

5. Sediakan Waktu

Sharing berbagai hal, quality time supaya sebagai orangtua kita bisa tahu pergaulan anak yang sudah beranjak remaja. Dengan siapa mereka sering menghabiskan waktu saat di luar rumah, buat mereka nyaman bercerita.

Dari situ kita bisa sambil memberikan input agar anak-anak gak kelewat bergaul atau menghabiskan waktu terlalu banyak di luar rumah.

6. Beri Tugas

Beri beberapa tugas dan tanggungjawab seperti membersihkan kamar setiap hari, membantu menyapu pekarangan atau mencuci piring. Pastikan mereka juga mengerjakan PR sepulang sekolah.

Jangan beri mereka kebebasan tanpa batas. Dengan memberi beberapa tugas di rumah, aktivitas mereka di luar terutama yang membutuhkan uang menjadi teralihkan.

7. Kegiatan Kreatif

Dorong anak remaja kita untuk memanfaatkan skillnya untuk bisa menghasilkan uang sendiri. Terutama saat mereka menginginkan sesuatu. Bilang saja jika mereka ingin hangout bareng teman-temannya maka mereka harus menyisihkan sebagian jatah jajan atau mencari uang sendiri.

Banyak loh anak remaja yang zaman sekarang sudah pintar memanfaatkan talenta dan mendapatkan uang darinya. Semisal punya keahlian bikin aksesoris kalung atau gelang yang bisa dijual ke teman-teman sekolah atau lewat media sosial.

Anak Beranjak Remaja 3

Tapi ingat ya, tekankan ke mereka kalau kegiatan menambah uang saku itu gak boleh bikin lalai sama kewajiban belajar.

Intinya sih setiap orang tua dan keluarga pasti memiliki pola asuh dan pendidikan anak yang berbeda. Satu hal yang pasti, gak ada orang tua yang gak ingin anaknya punya masa depan yang cerah, khususnya soal keuangan.

Sayang anak bukan berarti gak boleh bersikap tegas dan sedikit keras. So, selamat mendidik dengan penuh kasih sayang yang gak menjerumuskan anak ya!

 

Yang terkait artikel ini:

Kasih Bonus Selain Jajan Buat Anak Perlu Gak Sih

Ajarin Anak Soal Keuangan Sambil Belanja Bulanan Bisa Banget Loh

5 Cara Menumbuhkan Jiwa Entrepreneur di Anak Biar Masa Depannya Sukses