Alasan Serius Buang Jauh-jauh Beresi Uang Muka Pakai Kartu Kredit

Sudah jadi keharusan beli hunian rumah mesti siapkan sejumlah duit untuk uang muka atau down payment (DP). Minimal nilainya 20 persen dari harga rumah.

Angka itu enggak bisa ditawar lagi karena Bank Indonesia (BI) yang kasih aturannya. Masih untung lho dibanding sebelumnya uang muka tuh di kisaran 30 persen.

Meski sudah direvisi sama BI, tetap aja bagi sebagian kalangan keharusan uang muka minimal 20 persen memberatkan. Ya berat mengingat harga rumah sudah melambung tinggi.

Contoh, yang kepincut rumah di kisaran harga Rp 500 juta saja minimal mesti punya gepokan Rp 100 juta untuk uang muka.

pakai kartu kredit
Ketika biaya DP terlalu besar, biasanya banyak yang kegoda nih tarik tunai pakai kartu kredit. Hati-hati lho sama bunganya (ilustrasi rumah/ekompas)

Itu baru uang muka lho, padahal ada lagi tambahan biaya lainnya seperti administrasi, pengurusan surat, dan lain-lain.

Kepikiran berutang buat genapin uang muka? Misalnya pakai kartu kredit?

Benar sih di satu sisi, kartu kredit menawarkan kemudahan dapat uang tunai dalam sekejab. Enggak pakai syarat ini itu. Asal ada kartunya, cair deh duit.

Cuma gimana dengan sisi lainnya? Ambil duit lewat fasilitas kartu kredit kan sama saja menciptakan utang. Lagian duit itu bukan milik sendiri alias punya bank!

pakai kartu kredit
Ingat lho ketika kamu tarik tunai pakai kartu kredit, yang kamu ambil itu uangnya bank. Beda sama tarik pakai kartu debet (Tarik tunai/Merdeka)

Enggak perlu lama-lama mikirnya. Segera buang jauh-jauh melirik kartu kredit sebagai solusi menggenapkan keperluan uang muka rumah.

Kalau mau pinjam kalimat pemuka agama, solusi kartu kredit tuh lebih banyak mudharat-nya ketimbang manfaatnya.

Mudharatnya itu timbul dari besaran bunga pinjaman kartu kredit yang selangit yang rata-rata di level 6 persen. Kebayangkan berapa duit yang mesti dikembalikan buat lunasin pinjaman kartu kredit?

Di saat bersamaan, pengeluaran buat beli rumah bukan berhenti di uang muka saja. Masih banyak pengeluaran ikutan lainnya yang timbul dari transaksi pembelian rumah.

Praktis, kebutuhan dana di kemudian hari sudah pasti besar pula. Bayangkan bila masih ada kewajiban pelunasan pinjaman kartu kredit, apa enggak bakal sempoyongan cash flow tiap bulan?

Belum lagi kalau kartu kredit itu digunakan untuk transaksi harian seperti belanja, lunasin tagihan rutin, atau keperluan tetek bengek lainnya.

Yang lebih mengkhawatirkan lagi, kegagalan bayar pinjaman kartu kredit bisa memengaruhi catatan kredit lho.

Sudah ngos-ngosan bayarnya karena bunga yang tinggi, ditambah lagi hari yang was-was masuk golongan hitam yang tercatat di Bank Indonesia.

Adakah jalan keluar selain kartu kredit?

Enggak usah kelamaan galau. Semua masalah ada jalan keluarnya, termasuk urusan uang muka rumah ini.

Bila memang mesti butuh uluran pihak lain untuk genapi uang muka rumah, ada baiknya tetapkan dulu skala prioritasnya.

Pastinya yang pertama, berapa kebutuhan dana. Kemudian kalkulasi kapasitas keuangan diri sendiri untuk mengembalikan pinjaman.

Usahakan dapat pinjaman dari pihak terdekat seperti kerabat atau keluarga. Bila itu opsi yang mustahal bin mustahil, barulah lirik aset apa yang dipunya.

pakai kartu kredit
Nah daripada tarik tunai kartu kredit, gimana kalau jual Lamborghininnya aja bos? hehe (Lamborghini Gallardo/Otosia)

Katakanlah mobil. Bila masih ada opsi lain untuk mobilitas, bisa jual mobil. Kalau merasa berat, bisa digadiakan. Toh, pinjaman dengan jaminan bunganya cenderung lebih kecil.

Usahakan besaran pinjaman itu sekadar untuk MENGGENAPKAN kekurangan uang muka. Maksimal porsi pinjaman itu 30 persen untuk menutupi kekurangan.

Misalnya butuh uang muka Rp 50 juta, maka porsi pinjaman bisa di angka Rp 15 juta. Tujuannya agar enggak memberatkan cash flow bulanan.

Pendeknya, pertimbangkan panjang kali lebar dulu bila berniat beresi kewajiban uang muka lewat pinjaman berupa produk perbankan atau pihak lain.

Jangan sampai niat menghuni rumah idaman gagal total gara-gara dirusuhi utang yang tak berkesudahan. Semoga enggak ya.

 

 

Yang terkait artikel Ini:

[Baca: Sebelum Kamu Tarik Tunai Kartu Kredit Pahami Dulu Cara Kerjanya Ya]

[Baca: Masih Usia Kepala 2, Nabung Buat Traveling atau Nyicil Rumah?]

[Baca: Kamu Masuk Daftar BI Checking Karena Kredit Bermasalah? Pulihkan Yuk]