Ajukan KPR Rumah Baru dan Rumah Bekas Ternyata Beda. Loh, Bedanya di Mana Saja Dong?

Beli rumah baik baru maupun bekas ada tata caranya sendiri-sendiri. Apalagi kalau belinya lewat kredit pemilikan rumah (KPR).

 

Kalau dibanding beli rumah pakai duit tunai alias cash, memang KPR lebih rumit. Tapi kerumitan itu seperti gak ada artinya jika dibandingin sama kemudahan yang ditawarkan.

 

Coba, kalau udah mau beli rumah tapi duit di tabungan cuma Rp 500 juta. Padahal rumah yang diincar harganya Rp 800 juta.

 

Beli lewat cash jelas gak mungkin. Solusinya ya cuma KPR.

 

[Baca: Kenalan Dulu dengan Istilah dalam KPR Sebelum Ajukan Aplikasi, daripada Clingak-Clinguk, Ya Kan?]

 

Tapi cara ajukan KPR untuk rumah baru dan rumah bekas itu berbeda dalam prosesnya. Apa aja perbedaannya? Simak saja tips yang dibalut dengan soal tanya-jawab di bawah ini:

 

Q: Gimana deal awalnya?

KPR baru: Secara garis besar, kita harus hubungi developer yang juga memasarkan rumah itu. Setelah deal harga dengan developer, baru lanjut ke urusan dengan bank.

 

KPR bekas: Mirip ama KPR baru. Cuma, yang dihubungin bukan developer, melainkan pemilik rumah itu. Kalau nego harga udah kelar, baru hubungi bank yang nyediain layanan KPR.

 

kpr rumah baru

 Langkah pertama ya ketemu developer untuk rumah baru atau pemilik rumah untuk rumah bekas

 

 

Q: Proses urus KPR?

KPR baru: Siapkan syarat dokumen pribadi yang diperlukan, misalnya KTP, slip gaji, dan surat kerja. Dari developer akan ngasih salinan sertifikat tanah, izin mendirikan bangunan, dan surat tanda jadi transaksi pembeli dan developer rumah. Setelah syarat lengkap, baru ke bank buat ngurus KPR.

 

KPR bekas: Syarat dokumen pribadi mirip ama KPR baru. Tapi salinan surat-surat rumah harus diminta dari pemilik rumah. Setelah itu, barulah ke bank. Kalau perlu, ajak si penjual rumah biar lebih meyakinkan pihak bank bahwa kita mau ajukan KPR.

 

[Baca: Yang Wajib Diketahui tentang Kredit Pemilikan Rumah (KPR)]

 

Q: Langkah pertama bank?

KPR baru: Bank akan mengecek segala dokumen persyaratan. Bank juga bakal ngelihat data kredit kita selaku pihak yang ajukan KPR alias BI Checking. Kalau developer udah kerja sama ama bank dan kita lolos BI Checking, langsung ke langkah selanjutnya.

 

Tapi kalau gak ada kerja sama antara developer dan bank, setelah kita lolos BI Checking, bank akan melakukan appraisal. Appraisal adalah penilaian bank terhadap harga rumah yang akan dibeli.

 

Kalau kerja sama di atas ada, artinya bank udah setuju harga yang ditawarkan developer. Tapi kalau gak ada kerja sama, bank turun tangan sendiri.

 

Artinya, ada kemungkinan harga rumah yang ditawarkan developer beda dengan appraisal bank. Misalnya rumah dihargai Rp 400 juta, ternyata bank menilai cuma Rp 350 juta. Berarti bank bakal ngasih KPR dengan patokan harga Rp 350 juta itu.

 

Selain itu, kalau udah ada kerja sama, gak ada biaya appraisal. Kalau belum kerja sama, ada biaya appraisal. Kecuali bank yang kita tuju adalah bank syariah, yang appraisal-nya gratis.

 

KPR bekas: Setelah dokumen persyaratan dianggap lengkap dan kita lolos BI Checking, proses selanjutnya langsung appraisal. Sama seperti KPR baru, harga rumah yang dipatok penjual ama hasil appraisal bank bisa saja beda.

 

Biaya appraisal udah pasti dibebankan ke kita. Kecuali ada perjanjian ama pihak penjual bahwa yang nanggung itu penjual. Atau ngajuin KPR ke bank syariah.

 

Q: Setelah appraisal?

KPR baru: Setelah appraisal, bank akan memutuskan KPR kita disetujui atau enggak. Kalau disetujui, kita tinggal lihat syarat dan ketentuan KPR dalam Surat Persetujuan Kredit (SPK) dari bank itu. Kalau kita juga setuju, set..set..set..tanda tangan.

 

Kemudian kita akan diminta tanda tangan akad kredit. Tanda tangan ini hanya sah dilakukan di hadapan notaris dengan kehadiran pembeli, perwakilan bank, dan developer.

 

KPR bekas: Sama kayak KPR baru, kalau bank setuju ngasih KPR akan ngasih SPK. Kalau kita juga setuju ya tanda tangan aja.

 

kpr rumah baru

KPR pasti urusannya dengan bank, urusan dengan bank ya pastinya harus melengkapi dokumen yang diperlukan

 

 

Tapi, tanda tangan akad kredit dalam KPR bekas gak perlu perwakilan developer. Tetep harus di hadapan notaris, namun tanda tangan hanya perlu kehadiran pembeli, perwakilan bank, dan penjual.

 

Q: Soal pembayaran DP?

KPR baru: Down payment (DP) alias uang muka dibayar setelah tanda tangan akad kredit ke pihak bank. Jadi developer gak ada urusannya ama pembayaran DP.

 

Tapi ada juga developer yang ngasih fasilitas cicilan DP. Jadi, DP dibayarin developer dulu ke bank. Nah, kita ganti persekot itu dengan cara mencicil.

 

Layanan ini jarang ditawarin developer. Biasanya rumah yang harganya lebih dari Rp 1 M yang ada fasilitas kayak gini.

KPR bekas: DP langsung dibayar ke bank. Penjual rumah second jaraaaaaaaaanggg banget yang mau ngasih fasilitas cicilan DP. Malahan mereka seringnya minta cash karena butuh duit tunai secepatnya tanpa urusan dengan bank.

 

[Baca: Uang Muka KPR Turun Nih. Apakah Itu Tandanya Makin Gampang Ajukan Kredit ke Bank?]

 

 

Q: Biaya-biaya siapa yang bayar?

KPR baru: Kalau KPR baru, tergantung developernya. Kalau developer kerja sama ama bank, kadang biaya-biaya ini dibebasin ke pembeli alias gratis. Paling pembeli cuma bayar booking fee.

 

KPR bekas: Tergantung negosiasi ama penjual. Kalau hasil negosiasi mengatakan kita yang bayar, ya kita bayar. Tapi kalau penjual mau bayarin, kita gak perlu pusing mikirin biaya yang mencakup:

 

– Biaya notaris

– Provisi

– Asuransi

 

Itulah kira-kira perbedaan KPR rumah baru dan rumah bekas. Soal rumit-enggaknya emang relatif. Tapi kebanyakan bank punya aturan sendiri-sendiri soal KPR rumah baru dan rumah bekas.

 

kpr rumah baru

 Mengajukan KPR untuk rumah baik itu baru atau bekas harus siap mental dan dana pastinya ya!

 

 

Adapun soal peluang diterimanya pengajuan KPR bekas dan baru kurang-lebih sama. Yang penting, kita ngasih semua syarat yang diwajibkan.

 

 

Mau ambil KPR baru atau bekas? Tinggal kita sesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan finansial masing-masing.

 

[Baca: Tahapan dan Cara Mengajukan KPR, Lengkap sampai Tandatangan Akad Kredit]

 

 

 

Image Credit :

  • http://1.bp.blogspot.com/-szV-m2hqNxQ/VUATf3hvE2I/AAAAAAAAImE/fMgL8WSxcKo/s1600/Kemudahan-pembayaran-tips-membeli-rumah.jpg
  • https://bicarabicara.files.wordpress.com/2012/06/prosedur-dan-mekanisme-kpr.jpg
  • http://oproperti.com/wp-content/uploads/2015/09/19474351408503620X310-Shutterstock-1-780×390.jpg