Agar Perjalanan Lancar, Siapkan Biaya-Biaya Ini Saat Mudik dengan Kendaraan Pribadi

Persiapan mudik dengan kendaraan pribadi gak hanya soal kondisi kendaraan yang akan dipakai. Biaya-biaya yang bakal muncul juga perlu diperhatikan.

Kalau gak direncanakan, bisa jadi perjalanan mudik malah berantakan. Duit THR yang sedianya diambil sebagian buat bagi-bagi amplop justru bisa terpakai di perjalanan.

Agar perjalanan mudik lancar tanpa kendala finansial, berikut ini beberapa biaya yang perlu disiapkan saat mudik dengan kendaraan pribadi.

1. Jajan

Ini terutama bila mudik dengan membawa anak-anak. Ketika berhenti di rest area, besar kemungkinan anak merengek minta jajan di minimarket.

mudik dengan kendaraan pribadi
Sediakan uang buat beli jajanan ya (snack/mummysofia)

Alokasikan bujet untuk jajan ini, juga buat orang tua. Mungkin sopir butuh doping kopi biar lebih segar? Atau beli air minum karena bekal dari rumah habis di jalan.

Agar lebih hemat uang jajan, mending siapkan snack dan minuman yang cukup sebelum berangkat. Harga makanan dan minuman di rest area umumnya lebih mahal dibanding di luar lho.

2. BBM

Uang buat beli bahan bakar minyak juga mesti masuk bujet. Dihitung aja secara rata-rata konsumsi per kilometer kendaraan yang dipakai.

Lalu, hitung jarak ke kampung halaman. Misalnya konsumsi bensin per liter bisa sampai 20 kilometer. Jika jarak ke kampung 400 kilometer, berarti dibutuhkan 20 liter bensin.

Tinggal dihitung deh mau pakai bensin apa. Kalau pakai Pertamax, dengan harga Rp 8.500 per liter, berarti butuh duit minimal Rp 170 ribu untuk sampai di rumah.

Buat jaga-jaga, bawalah bensin barang 1-2 liter  jika sewaktu-waktu terjebak kemacetan dan susah cari pom bensin. Daripada kehabisan bensin lalu ditawari bensin eceran dengan harga hingga 5 kali lipat lebih mahal, bisa nangis ntar.

3. Recehan

Sediakan recehan di kabin sopir buat tukang parkir atau pak ogah. Dalam setiap musim mudik, sering muncul pak ogah dadakan di putaran atau pengkolan jalan.

Keberadaan mereka bikin dilema memang. Kadang membantu karena jalanan ramai, tapi juga kadang nampang doang karena bisa lewat meski tanpa bantuan mereka.

mudik dengan kendaraan pribadi
Receh pasti sangat berguna saat kamu mudik (receh/ziliun)

Meski begitu, gak ada salahnya sedia recehan dalam perjalanan. Buat parkir terutama, ya. Kasih duit pas saja Rp 2.000.

Kalau kasih lebih, mungkin ada juru parkir yang pakai modus “wah, gak ada kembalian” terus mengharap jawaban “ya udah, kembalian ambil aja”. Gak apa-apa sih sebenarnya kalau ikhlas, asal gak keterusan.

4. Penginapan

Buat yang mudik jauh, ada kemungkinan capek di jalan. Bisa juga terjebak macet lalu letih melanda. Buat siap-siap, taruh bujet penginapan di dompet.

Gak perlu hotel bintang lima kalau untuk transit saja. Yang penting badan kembali fit untuk melanjutkan perjalanan. Sediakan cash saja, takutnya dapat penginapan yang gak punya mesin EDC buat gesek kartu kredit maupun debit.

5. Darurat

Meski sudah berhati-hati, kadang kecelakaan tetap datang menghampiri. Kita sudah hati-hati, pengendara lain yang sembrono. Karena itu, perlu juga menyiapkan dana darurat untuk antisipasi.

Buat berobat di rumah sakit, misalnya. Jika gak ada dana, bisa-bisa tindakan dokter ditunda.

mudik dengan kendaraan pribadi
Dana darurat juga penting saat mudik (uang tunai/jfxprojournal)

Situasi darurat lainnya juga mungkin terjadi, misalnya mobil ngadat. Karena itu, pastikan kondisi kendaraan benar-benar prima sebelum dipakai mudik.

Mudik dengan kendaraan pribadi memerlukan persiapan yang betul-betul matang. Apalagi jika menyopiri sendiri tanpa gantian.

Berbeda dengan mudik pakai angkutan umum. Tinggal bayar tiket, masuk, duduk manis di kursi, sampai deh di tujuan.

Tapi gak ada salahnya juga pakai kendaraan pribadi buat mudik, kecuali dengan sepeda motor. Mudik pakai motor gak disarankan karena risikonya besar.

Meski begitu, kadang pilihan ini yang harus diambil karena kondisi-kondisi tertentu, misalnya kehabisan tiket atau perjalanan mudik jarak dekat. Intinya, jangan sampai mudik tanpa persiapan ya, terlebih soal biaya. Biar bisa berlebaran di kampung.

 

 

 

Yang terkait artikel ini:

[Baca: Mau Mudik Pakai Mobil? Cek Dulu 6 Hal Ini di Bengkel]

[Baca: Habis Lebaran Terbitlah Utang? Hindari dengan 5 Tips Mujarab Ini]

[Baca: Pengendara Mobil Bisa Makin Untung Kalau Isi BBM dengan 5 Kartu Kredit Ini]