Ada Skema Baru, Pensiunan PNS Bisa Dapat Rp 20 Juta per Bulan! Tapi…

Jaminan pensiun PNS merupakan salah satu faktor yang bikin banyak orang melirik profesi ini. Adanya gaji tetap, banyaknya tunjangan, dan jenjang karier juga jadi nilai tambah.

Berbeda dengan pegawai swasta yang pendapatannya turun drastis saat pensiun, PNS tetap bisa menikmati gaji hingga 75 persen dari gaji pokok terakhir saat bekerja.

Kabarnya pemerintah sedang menggodok skema baru buat ini. Skema baru ini bisa bikin dana pensiun PNS melonjak sampai empat kali lipat. Mantap banget, kan?

Biar lebih paham kenapa bisa gitu, yuk kita pelajari sama-sama skema pensiun PNS, mulai dari yang lama hingga yang baru.

Apa yah bedanya?

Skema Lama: pay as you go

pensiun PNS
(Image: beritaPNS)

Skema pensiun PNS yang lama masih mengacu pada Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1969 tentang Pensiun Pegawai dan Pensiun Janda atau Duda Pegawai. Pada UU tersebut disebutkan bahwa PNS harus mendapatkan dana pensiun sebesar 40-75 persen dari gaji pokok.

Buat itu, PNS jadi wajib membayar iuran delapan  persen tiap bulannya dipotong dari gaji pokok. Iuran tersebut terdiri dari 3,25 persen buat Tabungan Hari Tua (THT) dan 4,75 persen buat dana pensiun.  

THT bakal diberikan keseluruhan saat PNS pensiun, sedangkan dana pensiun bakal diberikan secara berkala tiap bulannya.

Terus kenapa skemanya perlu diubah?

Salah satu alasan singkatnya adalah biar pemerintah gak nombok banyak buat dana pensiun PNS.

Iuran 4,75 persen yang dibayarkan PNS tiap bulannya ternyata gak cukup buat memenuhi  jatah dana pensiunnya yang telah ditetapkan. Akibatnya pemerintah perlu nombok pakai dana APBN.

Biaya nomboknya gak main-main, bisa sampai ratusan triliun per tahunnya.

Oleh sebab itu, pemerintah akhirnya mencanangkan skema baru. Salah satu yang sedang dipertimbangkan adalah fully funded.

Skema baru: fully funded

pensiun PNS
(Image: kitamuda)

Skema pensiun PNS ini merupakan sistem pembayaran yang berasal dari iuran pemerintah dan pegawai terkait. Besarannya disesuaikan dengan jumlah gaji PNS setiap bulannya. Persentase iuran PNS buat porsi dana pensiun jadi jauh lebih besar dari iuran pada skema lama.  

Selain itu, acuannya gak lagi berdasarkan gaji pokok aja, tapi gaji pokok plus tunjangan.

Dengan gini, PNS emang bakal membayar lebih banyak, tapi mereka juga bisa dapat uang pensiun yang lebih besar.

Menurut Menteri PAN-RB Asman Abnur, PNS setingkat eselon I dengan skema lama cuma menerima dana pensiun sebesar Rp 4,5 juta per bulan. Sedangkan dengan skema baru bisa sampai di atas Rp 20 juta per bulan.

Walau skema baru bikin dana pensiun tampak naik berkali-kali lipat, namun potongan iurannya pun ikut membengkak. Istilahnya, bagai “dipaksa” menyicil tabungan pensiun yang lebih besar sejak pertama kali bekerja.

Tapi, hal ini tentu aja sepadan dengan jaminan kesejahteraan PNS saat pensiun nanti. Pensiunan PNS pun gak lagi dicap beban negara karena pemerintah gak perlu banyak nombok selisih dana lagi.

Berlaku 2020

Hingga kini pemerintah masih melakukan proses pematangan sebelum benar-benar dieksekusi. Kabar terbaru, skema ini baru berlaku pada 2020.

Nantinya, bakal ada lembaga baru yang khusus mengelola dana pensiun para PNS. Diharapkan lembaga baru ini bisa menginvestasikan dana secara baik sehingga bisa lebih bermanfaat bagi para pensiunan PNS dan tentu aja uangnya bisa beranak-pinak lebih banyak.

Gimana, gimana? Dengan skema dana pensiun PNS yang baru, jadi makin tertarik jadi abdi negara atau malah berubah pikiran?