7 Nasihat Karir Buat Usia Kepala 2 Biar Gak Menyesal di Kemudian Hari

‘Ah nyesel gue pas meeting kemarin gak pede ngasih ide, jadi si Deni deh yang dikasih kesempatan pimpin project kali ini!’ keluh Anto sambil mengacak-ngacak rambutnya dengan kesal.

Penyesalan si Anto mungkin pernah kamu alami juga dalam dunia kerja. Siapa sih yang gak mau sukses berkarir, apalagi buat yang masih dalam usia produktif.

Kegagalan atau merasa mentok dalam berkarir sering terjadi bukan karena kesalahan orang lain atau perusahaan loh. Kalau mau jujur, kita susah maju dalam karir ya karena diri sendiri.

Makanya, biar gak menyesal di kemudian hari, buat kamu yang masih usia kepala 2 atau produktif kerja, simak dulu 7 nasihat karir ini deh.

1. Percaya pada kemampuan diri

Kita pasti diam-diam suka membandingkan diri sendiri dengan rekan kerja yang lain. Itu bukan dosa kok. Merasa ‘kok dia pintar ya, gue gak’, ‘Kok ngetiknya cepat banget bak kekuatan cahaya, gue sebelas jari’ dan seterusnya.

Suka membandingkan kemampuan diri sendiri dengan rekan kerja sih gak apa-apa selama jadi motivasi diri buat jadi lebih baik. Akan jadi salah kalau malah jadi bikin kamu tambah gak pede dan merasa gak berguna. Setiap orang pasti punya sesuatu yang bisa dibanggain, termasuk kamu.

usia kepala 2
Pede dong dengan kemampuan diri sendiri (Public Speaking / Terapiotak)

2. Berani mengutarakan gagasan

Jangan pernah merasa takut mengutarakan gagasan atau buah pemikiran. Gak ada ide yang terlalu remeh atau terlalu besar. Soal ide mau diterima atau gak, itu urusan belakangan. Apalagi kalau kamu memang diundang di rapat tim atau perusahaan. Itu artinya pendapat kamu diperhitungkan juga.

Bagaimana bos atau rekan kerja bisa tahu kalau kamu cuma memantulkan ide-ide kamu dalam hati. Emangnya mereka peramal? Gak usah khawatir ide itu akan ditolak atau ditertawakan. Daripada akhirnya kamu diam seribu bahasa dan terbawa mimpi karena penasaran.

Terkadang atasan atau rekan kerja butuh masukan lain selain pemikiran mereka sendiri. Kamu juga gak mungkin selamanya benar dengan pemikiran sendiri. Menurut kamu mungkin ide itu terlalu sulit untuk diaplikaskan oleh perusahaan. Padahal bisa jadi pemikiran kamu salah.

3. Jangan takut salah

Manusia pasti berbuat salah, kalau gak ada yang namanya salah, kita gak akan tahu apa itu benar.. Berbuat kesalahan dalam pekerjaan selama gak disengaja, diulang-ulang dan gak fatal itu wajar kok.

Justru jadikan kesalahan itu untuk bisa bekerja lebih baik lagi. Lebih baik berusaha dulu lalu salah, daripada jadi pengecut dan takut disalahkan. Di sini kita bisa belajar jadi orang yang berani mengambil tanggung jawab atas kesalahan yang diperbuat lalu memperbaikinya.

4. Aktif berkomunikasi

Komunikasi itu kebutuhan dan salah satu cara setiap manusia untuk mencapai sesuatu. Gak terkecuali dalam dunia kerja. Bekerja apalagi dalam satu tim wajib aktif berkomunkasi supaya gak ada kerjaan yang sia-sia.

usia kepala 2
Sama rekan kerja wajib komunikasi dong kalau gak mau kerja jadi sia-sia (Karyawan / Hipwee)

Semisal, maksudnya sih ambil inisiatif ngerjain laporan tanpa komunikasi sama tim. Ternyata ada anggota tim lain ngerjain hal yang sama. Sementara bisa jadi malah ada tugas lain yang belum tersentuh karena masing-masing gak berkomunikasi. Ini namanya sia-sia.

5. Jangan terjebak pada zona nyaman

Punya rasa bangga atau puas karena sudah berhasil mengerjakan sesuatu dengan hasil bagus boleh saja. Tapi, jangan terlena dengan pencapaian tersebut deh. Masih banyak pencapaian lain yang lebih tinggi yang bisa diraih loh.

Hindari merasa terlalu nyaman dengan apa yang sudah diperoleh saat ini. Merasa semuanya akan baik-baik saja selamanya seperti itu. Gak berani mengambil kesempatan dan melakukan lebih karena takut kehilangan kenyamanan tersebut.

6. Terlalu naif

Positive thinking itu sesuatu yang baik. Tapi jangan pernah berpikir kalau semua orang baik. Dengan naifnya menganggap semua orang itu memiliki prinsip bersaing dalam dunia kerja secara sehat.

Realitanya gak sedikit yang berambisius soal karir dan rela melakukan apa saja demi memperoleh posisi tertentu dalam perusahaan. Ambisi menempati posisi tertentu itu gak tabu kok, selama caranya dengan adu kemampuan bukan saling menjegal.

Mencari jalan pintas biar cepat naik jabatan atau gaji. Menjilat bos pun dilakukan kalau perlu. Jadi, lebih berhati-hati saja dalam menjalin hubungan dengan rekan kerja ya. Jaga juga tutur kata dan sikap kita saat bekerja.

usia kepala 2
Duh mbaksis, jangan polos-polos ya jadi orang hehehe (Berbincang / WordPress)

7. Jangan gengsi

Kesampingkan deh yang namanya gengsi. Minta bantuan senior atau rekan kerja yang lebih jago soal kerjaan gak ada salahnya. Ambil ilmu dari siapa saja yang kamu bisa di kantor tanpa merasa gengsi atau malu.

Jangan pernah takut dianggap bodoh atau merasa gengsi karena harus minta diajarin rekan sekantor yang usianya lebih muda. Orang dengan prinsip kayak gini bakalan susah majunya deh.

So, manfaatkan usia kepala 2 di mana tenaga dan pemikiran masih tokcer buat mencapai karir gemilang. Jangan pernah takut gagal, karena sesungguhnya kegagalan itu adalah sukses yang tertunda.

 

 

Yang terkait artikel ini:

[Baca: Persiapan Memilih Berkarir Layaknya Diplomat Muda Nara Masista Rakhmatia]

[Baca: Ngerasa Gak Kreatif Eits Cobain Nih Cara Jadi Kreatif Buat Keuangan dan Karir]

[Baca: Punya Karir Tidak Berkembang Jangan Buru-buru Resign Refleksi Diri dengan Cara Ini]