6 Tips dari Remy Sylado yang Bakal Bikin Kamu Jadi Penulis Hebat

Adakah seniman di Indonesia yang serba bisa? Jawabannya ada. Dia adalah Yapi Tambayong atau lebih tenar dengan panggilan Remy Sylado.

Remy Sylado adalah seorang aktor, pelukis, dramawan, jurnalis dan juga sastrawan. Sebagai sastrawan, buku-bukunya banyak diterbitkan dan sebagiannya laku di pasaran.

Sebut saja misalnya novel “Ca Bau Kan”, “Hotel Pro Deo”, hingga novel “Namaku Mata Hari”. Atau antologi puisi “Mbeling” yang sempat menggegerkan kesusastraan Indonesia.

Bagaimana seorang Remy Sylado bisa menulis puluhan buku yang banyak dibaca orang? Yuk simak tips menjadi penulis hebat ala Remy Sylado yang dia utarakan kepada DuitPintar di acara peluncuran buku Niswasa di Jakarta beberapa waktu lalu.

1. Menjadi penulis harus banyak membaca

remy sylado
Jangan jadi penulis kalau gak seneng baca (Prensalibre)

Salah satu syarat menjadi penulis yang baik menurut Remy Sylado adalah menjadi pembaca karya penulis yang baik juga. Menulis tanpa membaca sama aja bohong.

Dengan banyak membaca, seorang penulis bakal dapat gagasan dari hasil bacaannya. Bacaan tersebut secara gak langsung akan menginspirasi penulis.

Semakin banyak penulis membaca, semakin banyak pula ia memiliki ide yang bisa dituangkan dalam topik yang akan dituliskannya.

Remy sendiri mengaku sejak duduk di SD dia udah banyak baca karya para sastrawan Indonesa dan asing. Dan sejak SMP dia udah mulai menulis karya sastra.

[Baca: Jika Budaya Malas Membaca Tetap Dipelihara, Jangan Mengeluh Jadi ‘Orang yang Tertindas’]

Intinya, banyak membaca bakal merangsang kemampuan menulis seseorang. Gak percaya? Coba buktikan sendiri.

2. Tiru cara menulis dari para penulis hebat

remy sylado
Salah satu penulis hebat di Indonesia adalah Pramoedya Ananta Toer (Sekelumitpandang)

Bagi Remy Sylado, meniru cara menulis dari para penulis hebat bukanlah sebuah kejahatan. Apalagi buat yang lagi belajar jadi penulis. Dengan meniru gayanya, maka seseorang bisa belajar cara menulis yang baik.

Tapi ingat, konteks meniru di sini bukan berarti menjiplak atau plagiat karya orang. Melainkan belajar mengikuti gaya menulis dari penulis yang udah hebat itu tadi.

Pada dasarnya, kata Remy, ketika seseorang memasuki dunia kreatif, dia akan menjadi epigon atau jadi peniru terlebih dahulu. Setelah proses menjadi epigon berakhir, maka seorang penulis diharapkan menemukan jati dirinya sendiri.

3. Jangan bicara teori

remy sylado
Jangan peduliin teori menulis. Kalau mau nulis ya nulis aja (Fakhrurrojihasan)

Kalau mau jadi penulis, simpan dulu deh teori-teori soal cara menulis. Menurut Remy, kalau mau menulis, baik itu untuk cerpen, novel, atau puisi, ya tulislah. Jangan sampai teori-teori cara menulis membebani para penulis. Akhirnya tulisannya gak jadi-jadi.

Nah, kamu juga bisa ikuti nasihat ini. Kalau mau nulis sesuatu, ya nulis aja. Jangan dulu pikirin teori ini dan itu. Singkatnya, tulislah apa yang ada di benakmu. Urusan edit-mengedit itu belakangan.

4. Bikin ide tulisan yang berbeda dari penulis lain

Siapa sih penulis yang gak mau bukunya banyak dibaca orang? Gak mungkin ada. Orang jadi penulis karena bukunya pengin dibaca kan?

Tapi banyak juga penulis yang karyanya ditolak penerbit. Alasannya beragam. Bisa jadi karyanya gak menarik bagi pihak penerbit. Atau ide karya yang ditulisnya sudah banyak ditulis orang.

Nah, untuk hal ini, Remy mengingatkan kepada para penulis. Sebaiknya para penulis pemula belajar membuat ide original ketika akan menulis. Atau ide yang berbeda dengan para penulis lain.

Jika ide tersebut original dan ekslusif, bisa jadi karyanya banyak dibaca orang. Kalau udah dilirik banyak orang dan laku keras, maka secara bertahap namanya akan dikenal. Kalau udah dikenal, penerbit mana sih yang berani nolak?

5. Percaya diri

Jadi penulis harus punya rasa percaya diri. Ini modal penting bagi seorang penulis. Jika udah punya karya yang rampung ditulis, coba ajukan ke penerbit.

Jangan minder atau malu buat nerbitin karya sendiri. Jangan merasa kecil juga di hadapan penerbit yang selalu nerbitin karya-karya penulis terkenal. Toh, kamu juga sedang berproses menjadi penulis hebat kok.

[Baca: Mau Menjadi Orang Sukses? Miliki Dulu 8 Karakter Ini Deh!]

6. Berlatih terus dan pantang menyerah

remy sylado
Jangan pantang menyerah kalau mau jadi penulis hebat (Neilsquire)

Gak sedikit para penulis berhenti menulis. Mungkin mereka kapok atau bahkan trauma karena karyanya gak laku dan gak dibaca orang. Ini adalah tantangan menjadi seorang penulis.

Kata Remy, menjadi seorang penulis gak boleh putus asa. Jika karyanya gak dibaca atau bahkan ditolak penerbit, ia harus terus mencoba. Penulis juga harus terus berlatih mengasah kemampuan penulisannya.

Sikap pantang menyerah tersebut akan membuat mental penulis makin kuat. Jika terus mencoba menulis, maka perlahan ia akan menemukan karya terbaiknya.

Nah, itulah beberapa tips menulis yang baik dari sastrawan Remy Sylado. Kamu juga pengin kan jadi penulis hebat yang punya banyak karya seperti Remy?

Ya udah, seperti kata Remy di atas, kalau mau nulis, jangan cuma omdo dan kebanyakan teori deh. Nulis mah nulis aja dulu.

[Baca: 5 Profesi yang Kerja Tanpa Harus ke Kantor]