6 Hal yang Bisa Dilakukan Saat Badai Keuangan Menerpa Rumah Tanggamu

‘Kamu sih hobi banget pakai kartu kredit buat belanja, gini deh akibatnya!’ Heru berteriak lantang kepada istrinya yang duduk sambil nangis sesenggukan. Sang istri cuma bisa lanjut nangis sambil menyeka hidung.

Eits, ini bukan salah satu adegan drama seri Korea atau sinetron kesayangan kamu loh. Kejadian ini bisa terjadi sama pasangan suami istri manapun.

Ngaku deh, kamu pasti pernah, atau bahkan sering, berantem sama pasangan perkara uang? Yang gak ngaku hidungnya panjang kayak Pinokio ya.

Kesalahan atau gak bijak dalam menggunakan uang adalah hal yang gak terhindarkan. Apalagi dalam rumah tangga.

Daripada fokus sama masalah, lebih baik lakuin hal-hal ini deh. Biar ke depannya gak mengulang kesalahan yang sama dan keutuhan rumah tangga gak hancur karena emosi soal uang.

1. Duduk Bareng

Saat ada masalah keuangan, masing-masing jangan malah kabur-kaburan gak jelas. Duduk bareng, ambil momen yang pas untuk bicara serius empat mata bareng pasangan. Menenangkan pikiran satu sama lain, gak saling menyalahkan atau ngelakuin hal-hal lain yang cuma bakal bikin keadaan makin buruk.

badai keuangan menerpa
Jangan malas dan sok sibuk, diskusi empat mata juga penting (Suami Istri / Tstatic)

Telusuri ujung pangkal perrmasalahan lalu mulai mencari beberapa alternatif solusi – bersama.

2. Membuat Catatan

Segala sesuatu yang menyangkut uang gak bisa hanya diangan-angan saja. Ya harus dicatat supaya jelas. Makanya jangan malas bikin catatan pengeluaran deh.

Dari catatan pengeluaran bakalan ketahuan ke mana semua uang dihabiskan. Dengan punya catatan pengeluaran, pasangan juga bisa evaluasi bareng.

Pilah mana saja pengeluaran yang gak perlu dan mana yang perlu. Mana saja yang boleh dilakukan sekali-kali dan lainnya. Lebih bijak dan cermat menentukan mana kebutuhan dan keinginan.

3. Cek Kondisi Keuangan

Langkah selanjutnya sudah pasti cek kondisi keuangan. Berapa tabungan yang tersisa atau ada dana lain. Transparan satu sama lain, sudah bukan masanya main rahasia-rahasiaan soal keuangan masing-masing.

Coba cek lagi mungkin ada aset yang masih berharga untuk ditukar dengan uang, seperti emas atau elektronik baru. Tapi, jangan gelap mata dan menjual semua lalu bikin rumah jadi kosong melompong.

badai keuangan menerpa
Jangan semua barang rumah dijual ya (Jual Barang / Futuready)

Kalau emang memungkinkan, cari jalan untuk menambah sumber penghasilan. Suami misalnya bisa mengambil kerjaan transportasi online atau istri selain kerja kantoran bisa jualan online. Apa saja deh yang penting halal.

4. Membuat Komitmen

Tinjau catatan yang sudah dibuat di atas, saling berkompromi dan buat komitmen bersama. Termasuk salah satunya melakukan penghematan alias menekan ego masing-masing.

Contohnya, gak usah pakai asisten rumah tangga, menghemat penggunaan listrik rumah tangga hingga ngurangin frekuensi jalan-jalan.  

5. Take Action

Semua rencana dan komitmen di atas bakal cuma jadi wacana belaka dan gak akan menyelesaikan masalah kalau gak dieksekusi.

Emang sih praktek sering gak seindah teori. Usaha dulu sebelum bilang gak mungkin. Jangan pesimis dan kalah sebelum berperang.

6. Saling Mengingatkan

Sudah jadi kewajiban untuk pasangan agar saling mengingatkan ketika salah satu mulai melanggar komitmen yang sudah disepakati. Gak boleh ada yang bawa perasaan alias baper. Harus menerima demi kepentingan bersama dan keutuhan rumah tangga.

Pas mau belanja ina inu dilarang sama suami gak boleh, cemberut bahkan sampai ngambek pulang ke rumah orangtua. Lebay!

badai keuangan menerpa
Duh mas, istri disayang, jangan dimarahin (Pasangan Bertengkar / Debusana)

Sama halnya ketika suami dilarang istri pas mau ikutan pesta komunitas motor di luar kota. Gak boleh bete.

Wajar dan mendasar banget kok kalau dalam pernikahan itu wajib punya komunikasi dua arah dan keterbukaan. Kedewasaan berpikir, berkata-kata dan bertindak pastinya gak boleh ketinggalan.

Gak sedikit permasalahan uang dalam rumah tangga berujung perpisahan dan kehancuran. Duh, jangan sampai deh kita mengalaminya. Jaga dan sayangi keluargamu. Masalah itu harus dihadapi, bukan dihindari.

 

 

Yang terkait artikel ini:

[Baca: Manajemen Keuangan Suami Istri yang Sama-sama Kerja Tapi Tanpa Ngikutin Ego]

[Baca: Jangan Jadi Suami Takut Istri Apalagi Kalau Soal Keuangan]

[Baca: 6 Pelajaran Soal Keuangan yang Bisa Kamu Dapat dari Pernikahan]