6 Hal Seputar Keuangan Rumah Tangga yang Harus Dirahasiakan ke Anak

Memiliki keluarga bahagia tentu bukan angan-angan. Tapi, terkadang kita harus merahasiakan beberapa hal sensitif seputar terhadap buah hati kita yang masih kecil.

Hal sensitif yang dimaksud ternyata adalah hal seputar keuangan. Tapi bukannya mengajari anak soal keuangan itu baik ya?

Mengajari anak soal finansial memang hukumnya wajib. Akan tetapi, gak semua serba serbi keuangan rumah tangga harus diberitahu ke mereka, meski mereka penasaran dan ingin tahu.

Dikhawatirkan, sang anak akan makin bingung jika mereka mengetahui informasi ini. Dan gak menutup kemungkinan juga, dia bakal cerita ke orang lain soal masalah seputar keuangan keluarga yang gak pantas diketahui orang lain.

Kalau rahasia-rahasia ini bocor, jangankan jadi keluarga bahagia. Yang ada jadi keluarga was-was melulu deh.

Penasaran dengan serba-serbi keuangan yang dimaksud? Berikut ulasannya.

Baca juga: Bingung Kembangkan Karier di Perusahaan Ternama Atau Startup, 5 Hal Ini Bisa Meyakinkanmu

1. Penghasilanmu sendiri

Gaji terlalu kecil.

Demi keluarga bahagia, hindari untuk memberitahu berapa besaran penghasilanmu sebulan ke anakmu yang masih kecil.

Yang dia harus tahu hanyalah kamu mencintainya sepenuh hati dan siap memberikan yang terbaik untuk masa depannya.

Bocah cilik tentu belum paham soal besaran uang. Walaupun kamu sebut bahwa gajimu adalah Rp 1 juta per bulan, dia pasti menganggap angka itu sangatlah besar.

Anak-anak juga punya kebiasaan bercerita ke temannya. Dan sebagai orangtua, tentunya kamu gak mau dong melihat anakmu menyombongkan diri karena gaji ayahnya besar.

Ajari saja untuk tetap bersyukur dalam kondisi seperti apapun. Ingatkan pada mereka bahwa di dunia ini masih ada orang yang kurang mampu, yang butuh uluran tangan kita untuk bertahan hidup.

2. Total aset yang kamu miliki

investasi emas
Logam mulia Antam (logammulia)

Sebagai kepala keluarga, tentunya kamu memiliki aset-aset. Sebut saja seperti rumah, mobil, logam mulia, dan aset investasi lainnya.

Untuk rumah dan mobil, mustahil sang anak gak tahu karena dua aset itu adalah aset yang bisa dilihat kasat mata. Tapi buat yang lainnya, jangan biarkan dia tahu ya.

Selain karena dia belum paham dengan aset-aset itu, dikhawatirkan hal serupa seperti yang tertera di poin pertama terjadi. Karena sang anak memang gemar membanggakan diri ketika melihat ayahnya kaya raya.

Yang paling parah adalah, dia bisa saja membanding-bandingkan kekayaan ayahnya dengan ayah teman-temannya. Gak lucu kan kalau dia jadi seperti ini.

Baca juga: 7 Hal Boros yang Sering Kamu Lakukan Tanpa Sengaja, Hentikan Mulai Sekarang

3. Utang

Nah, ini juga berbahaya kalau sampai diketahui oleh anakmu. Parah kalau sampai dia tahu, karena bisa saja si kecil menyimpulkan kalau kamu gak mampu membeli sesuatu dan terpaksa pinjam uang.

Kalau begitu, dia pun bisa berkesimpulan bahwa kamu adalah orang yang hobi berutang. Lambat laun, dia mungkin saja menilai keluarganya saat ini bukanlah keluarga bahagia yang sudah bebas secara finansial.

So, jangan sampai dia tahu masalah yang ini ya.

4. Harga rumahmu

simulasi kpr
Saat mau kredit rumah, jangan lupa ketahui simulasi KPR (realestate.com)

Orang yang mau jadi gubernur, wagub, presiden, atau pejabat lainnya memang harus menyampaikan laporan harta kekayaan yang isinya termasuk harga rumah pribadi.

Seandainya kamu gak berniat jadi pejabat, informasi seputar harga rumah sebaiknya hanya kamu sendiri dan agen properti yang tahu. Anakmu juga gak perlu tahu soal yang satu ini, apalagi kalau rumahnya masih dicicil pakai KPR.

Yang harus diketahui sang anak adalah, ayahnya sudah mencukupi kebutuhan pokok berupa sandang, pangan, dan “papan.” Dan ayahnya selalu berjuang demi menciptakan keluarga bahagia di masa depan.

Gak perlu dia tahu harganya berapa, apalagi berapa Rupiah yang dikeluarkan orangtuanya buat cicil rumah tiap bulan.

Baca juga: Berani Terima Kritik, Salah Satu Kunci Sukses Taylor Swift yang Wajib Diterapkan

5. Warisan

Seorang notaris memberitahu warisan yang akan diberikan pada orangtuamu (Shutterstock).

Hal ini tentu harus dirahasiakan terutama bagi kamu yang berniat mewariskan harga yang cukup besar ke sang anak. Sudah pasti, hal ini justru bisa membahayakan sang anak lho. Kok bisa?

Sekarang gini deh, ketika sang anak menceritakan hal ini ke teman-temannya, otomatis dia pasti dianggap anak orang berduit. Informasi seperti ini mudah sekali tersebar kemana-mana.

Lantas apa kabar kalau pada akhirnya seseorang yang mengetahui hal ini justru terpancing untuk melakukan tindakan di luar hukum. Sebut saja seperti melakukan penculikan terhadap anakmu, atau yang lain?

6. Harga hadiah yang kamu berikan padanya

Uang Lebaran
Hadiah (Shutterstock).

Memberikan hadiah saat dia ulang tahun atau naik kelas tentu bisa membuatnya semangat dan bahagia. Tapi gak perlu lah untuk memberi tahu bahwa sepeda, mainan, atau barang lain yang kamu berikan harganya adalah Rp. xxx.

Sang anak tentu berpikir, barang mahal pasti lebih bagus daripada yang murah. Ketika kamu memberikan hadiah yang lebih murah daripada yang sebelumnya, bisa jadi dia kecewa.

Padahal yang semestinya dia pahami adalah nilai dibalik hadiah pemberian orangtuanya. Semurah apapun yang diberikan orangtua, pasti manfaatnya jauh lebih tinggi daripada yang mahal sekalipun.

Itulah enam hal seputar keuangan rumah tangga yang tidak sepantasnya diketahui oleh anak kecil. Sejatinya mudah kok untuk merahasiakan hal ini demi terciptanya keluarga bahagia, akan tetapi masalah yang muncul ya ketika anakmu mulai kepo saja.

Pastikan saja, kamu dan pasanganmu tetap komit untuk merahasiakan enam hal ini ya. Agar si kecil bisa tumbuh menjadi pribadi yang bijak di kemudian hari. (Editor: Winda Destiana Putri).