6 Cara Sukses Hadapi Bos Genit Agar Karier Gak Terganggu

Beberapa di antara kamu, terutama kaum Hawa, pasti risih kalau punya bos genit alias suka menggoda lawan jenis di kantor. Udah pasti dibutuhkan cara sukses menghadapi tipe bos kayak gini biar karier gak terganggu.

Sikap genit atau sering flirting dengan rekan kerja tentu bikin lingkungan kerja gak nyaman. Gak nutup kemungkinan, karyawan yang digenitin bakal resign karena gak betah dengan lingkungan kerjanya.

Kalau yang genit teman kerja sih masih bisa diakalin ya. Tapi gimana kalau yang genit itu bos sendiri? Nah, kalau begini kasusnya, kamu perlu baca enam cara sukses berikut untuk bisa tetap profesional dalam bekerja. Yuk disimak!

1. Jaga jarak tanpa harus menghindari

cara sukses
Eaaa.. maksudnya apa ini bos? (idiva)

Jaga jarak itu wajib, tapi bukan berarti jadi kucing-kucingan di kantor. Setiap bos memanggilmu untuk ngajak ngobrol sebelum jam kerja, kamu belagak main di ruangan divisi lain atau di luar kantor.

Jaga jarak yang dimaksud adalah gak membiarkan dirimu berduaan bersamanya dalam waktu yang cukup lama. Karena hal itu bisa memancingnya melakukan suatu hal yang mengganggu.

2. Tetap profesional

Cara sukses kedua saat menghadapi bos genit adalah tetap profesional dengan menjaga komunikasi.

Bila sang bos memang genit, bukan berarti sah-sah saja buatmu untuk gak ngangkat telepon atau gak membalas chat-nya dengan cepat kalau udah menyangkut kerjaan. Kalau kamu melakukan hal itu, yang ada kamu bakal dicap gak profesional.

Jagalah komunikasi yang baik terhadapnya. Selama masih urusan kerjaan, salah bagimu bila menghindar darinya. Apalagi kalau dia adalah bos yang tergolong gak bisa lihat kamu santai dikit.

[Baca: 4 Cara Menghadapi Bos yang Gak Bisa Lihat Kamu Santai Dikit]

Tapi kalau untuk urusan lain, bila dia memulai pembicaraan yang menjurus ke hal-hal yang gak menyenangkan, alihkan saja dengan jawaban yang diplomatis dan langsung membicarakan soal pekerjaan.

3. Gak perlu berteman di medsos

 

cara sukses
Wah kalau bos bertemen di Instagram udah bisa dibayangin gimana keponya (Shutterstock)

Medsosmu udah pasti isinya banyak foto atau video pribadimu. Sudah bukan rahasia, bos yang genit bakal kepo sama foto atau video-videomu. Dia juga ingin tau seperti apa kepribadianmu jika dilihat dari foto-foto tersebut.

[Baca: Mau Temenan Sama Bos di Medsos? Ini Poin Positif dan Negatifnya]

Daripada kamu harus mendengar pujian genitnya terhadap salah satu foto yang kamu pampang di medsos, lebih baik gak usah berteman dengannya di medsos. Atau biar lebih aman blokir saja akun medsosnya agar dia gak bisa melihat akunmu sama sekali.

4. Tunjukan status

Cara sukses selanjutnya adalah memampang foto pasanganmu di meja kerja atau di profil Whatsapp atau aplikasi chat lainnya. Tujuannya adalah agar si bos bisa jaga sikap.

Kalau kamu jomblo, boleh juga pinjam foto teman atau sahabat buat diakuin jadi pacarmu. Asal ini kamu lakukan atas izin mereka ya.

5. Peringatkan saja bila mengganggu

cara sukses
Eits, saya gak suka diperlakukan kayak gini lho bos (Yahoo News)

Jika sang bos sudah terlewat genit, maka jangan sungkan untuk memperingatkannya. Ingat lho, sebagai karyawan, kamu juga berhak atas lingkungan kerja yang kondusif.

Dengan memperingatkannya atas apa yang gak semestinya dia lakukan, tentu dia bakal malu. Setelah itu, harapannya semua bisa kembali normal lagi.

6. Bila sudah kebangetan, lapor HRD

Kalau cara sukses nomor lima itu gak terbukti sukses, dan dia malah makin menjadi, laporkan saja ke divisi personalia alias HRD. So, hal itu akan jadi tanggung jawab HRD untuk mengambil keputusan.

Patut diingat, sebagai karyawan tentu pihak HRD pernah memberikan buku tata tertib perusahaan kepadamu bukan? Bukalah buku itu dan baca isinya. Bila apa yang dilakukan sang bos sudah melanggar pasal yang ada, segera laporkan ke HRD.

Jangan lupa menyertakan barang bukti bila ada. Hal itu bisa saja berbentuk bukti chat bila dia sering mengirimkan pesan yang dinilai mengganggu.

Itulah enam cara sukses menghadapi bos genit agar kariermu di kantor gak terganggu. Kalau semua cara sudah kamu terapkan dan ternyata masih gak mempan, lebih baik resign aja. Toh masih banyak perusahaan lain yang buka lowongan kerja kok.

Buat apa terus bekerja di perusahaan yang lingkungannya membuatmu gak nyaman. Nanti ujung-ujungnya kerja pun jadi gak konsen dan kondusif lho.