6 Bisnis dengan Keuntungan Besar, Tapi ‘Mengandalkan’ Kematian

Meski terdengar tabu, namun faktanya di balik kematian ada ide bisnis yang siap direalisasikan. Bagi sebagian orang, kematian justru jadi penanda buat menyambung kehidupan.  

Emang sih, beberapa di antaranya memerlukan perizinan pendirian yayasan. Jika emang tertarik, mungkin bisa menjalin afiliasi alias kerja sama dengan yayasan yang udah ada ketimbang repot dengan urusan administratif bikin yayasan sendiri.

Peluang-peluang usaha ini bisa dirintis dari skala rumahan (kecil) hingga skala menengah. Modalnya pun beragam, tapi umumnya dimulai dengan modal yang cukup besar.

Jadi, apa aja ide bisnis yang dimaksud? Berikut ulasannya.

1. Pengurusan jenazah

Pengurusan jenazah merupakan salah satu ide bisnis yang gak bakal sepi sampai kapan pun. Biasanya, bisnis ini dijalankan yayasan-yayasan pendidikan Islam. Sebut aja seperti Al-Azhar, Muhammadiyah, dan sebagainya.

Intinya, bisnis yang satu ini bakal membantu menangani jenazah sejak awal, dari mulai proses pemandian jenazah, penyediaan ambulans, sampai pemakaman.

Selain butuh tenaga profesional, buat menjalankan bisnis ini juga butuh kantor. Modalnya cukup besar, terutama buat membeli alat transportasi jenazah sendiri.

2. Rumah duka

Sejatinya rumah duka gak jauh beda dengan bisnis pengurusan jenazah. Yang membedakan adalah target pasarnya aja.

Jika pengurusan jenazah lebih berpusat pada Muslim, maka jasa rumah duka biasa dimanfaatkan oleh warga non-Muslim.

Rumah duka bakal memfasilitasi keluarga dengan jasa penyediaan peti mati, pemandian, periasan, hingga jadi penyedia jasa tunggu jenazah sebelum akhirnya disemayamkan. Mereka pun biasanya menerima jasa kremasi.

Pemilik rumah duka harus menyediakan peti mati dan perlengkapan sembahyang lain. Mereka juga harus memiliki kru yang siap menunggu jenazah selama 24 jam dan rohaniawan buat memimpin doa.

3. Penyedia lahan makam

Jakarta diprediksi mengalami krisis lahan makam tahun ini. Kabarnya, ada 100 jenazah yang setiap hari dimakamkan di sini. Bisa jadi hal yang sama terjadi di kota-kota besar lain.

Maka bisnis selanjutnya yang cukup menjanjikan adalah penyedia lahan makam. Syaratnya cuma satu: emang udah punya tanah yang luas dan bersedia buat menjadikan itu pemakaman.

Dari mana dapat uangnya? Biasanya buat pemakaman yang bagus, tiap bulan keluarga almarhum bakal membayar sewa. Bisa juga sih dengan cara jual putus.

4. Pengrajin batu nisan dan makam

Bisnis batu nisan dan makam juga cukup menarik, namun sayangnya gak banyak yang tertarik karena menganggap usaha ini sulit dijalani.

Seperti diketahui, banyak banget material yang digunakan buat bikin batu nisan. Ada yang bermaterial marmer, granit, dan sejenisnya. Harganya pun beragam, mulai dari Rp 700 ribu sampai jutaan Rupiah.

Buat menjalankan ide bisnis yang satu ini, kamu harus punya tenaga ahli alias pengrajin. Kamu juga dituntut buat mengerti seluk beluk material buat pembuatan nisan.

Ketika kebanjiran order, dalam sebulan pendapatan bersih bisnis batu nisan dikabarkan bisa sampai Rp 20 jutaan. Lumayan banget, kan?

5. Karangan bunga

Ide bisnis yang satu ini sebetulnya gak cuma ramai karena ada orang meninggal. Bisnis karangan bunga juga bisa dapat konsumen dari mereka yang pengin memberi ucapan selamat, misalnya pernikahan atau peluncuran produk.

Biar bisa dapat klien yang banyak, ada baiknya buat melakukan pendekatan ke berbagai instansi, LSM, atau perusahaan-perusahaan besar. Jadi mereka udah tahu bakal pesan ke mana kalau butuh karangan bunda. Jangan lupa juga buat promosi di sosial media.

Tantangan buat menjalankan bisnis ini adalah, selain harus kreatif, juga wajib hukumnya mengantar pesanan tepat waktu.

6. Produsen atau distributor peti jenazah

Bisnis yang satu ini sifatnya seperti pengrajin batu nisan. Kamu bisa memilih jadi produsen alias yang bikin peti jenazah, atau distributor yang kerjanya cuma menjual.

Peti-peti jenazah dijual secara online kok. Di Tokopedia aja banyak, lihat aja deh.

Itu artinya, gak sedikit produsen yang bisa diajak kerja sama oleh penjual perorangan. Kalau emang bisa sistem konsinyasi, otomatis kamu gak perlu keluar modal.

Tapi kalau jadi produsen, otomatis beban kerja gak jauh beda sama pengrajin batu nisan. Harus paham material, harus punya karyawan, dan punya modal yang cukup besar.

Walaupun untungnya besar, tapi usaha ini emang gak mudah.

Itulah enam ide bisnis menguntungkan di atas duka dan kematian.

Kalau dipikir-pikir, semua usaha ini emang menghasilkan cuan yang besar. Namun seiring dengan besarnya keuntungan, modalnya pun rata-rata besar dan butuh karyawan.

Mungkin cuma ide bisnis nomor enam aja yang paling kecil, dan itu juga jika kamu memilih sebagai distributor.

Jadi, apa tertarik?