6 Alasan Kenapa Harga Rumah di Jakarta Gak Masuk Akal

Harga rumah di Jakarta, apalagi di kawasan elite, bikin pusing kepala. Contohnya aja di Menteng, Jakarta Pusat, harganya bisa mencapai miliaran rupiah.

Rumah minimalis juga gak kalah mahalnya. Misalnya aja rumah yang luasnya 100 meter dan terletak gak di pusat kota banget, ada yang dibanderol sampai Rp 8 miliar.

Butuh berapa tahun buat bisa beli rumah di kawasan tersebut, ya? Apalagi kalau gaji cuma UMR. Aduh, hampir-hampir gak masuk akal.

Melihat kondisi tersebut, muncul pertanyaan, kenapa sih harga rumah di Jakarta mahal-mahal? Mungkin ada yang “cuma” Rp 300 jutaan tetapi lokasinya di gang-gang sempit. Padahal dengan dana Rp 300 juta tersebut, kamu udah bisa dapat rumah cluster di kawasan Depok.

Yuk, simak enam penyebab mahalnya harga rumah di Jakarta berikut ini.

1. Pusat pemerintahan dan ibu kota negara

Harga rumah di Jakarta
Ibukota negara (youtube)

Alasan mendasar yang paling gak bisa ditampik adalah pamor Jakarta sebagai ibu kota negara dan pusat pemerintahan.

Di kota Jakarta terdapat banyak bangunan yang didirikan buat keperluan pemerintah, dari mulai kementerian hingga lembaga negara non kementerian. Tentu hal ini berefek pada bangunan-bangunan di sekitarnya yang ikut mengalami kenaikan harga.

Selain itu, tentu aja infrastruktur kota ini dibenahi melulu. Kalau infrastruktur lengkap maka harga tanah dan bangunan sekitarnya bakal ikut naik.

2. Pusat bisnis

rumah dijual di jakarta selatan
Kawasan SCBD bukan cuma hits tetapi emang udah jadi salah satu pusat bisnis (scbd)

Coba lihat kota Washington D.C. Kota tersebut merupakan pusat pemerintahan. Namun pusat bisnisnya ada di New York. Ini keunikan Jakarta dibandingkan kota tersebut dan kota lainnya di seluruh dunia. Selain pusat pemerintahan, kota ini pun jadi pusat bisnis.

Orang-orang lalu-lalang di daerah ini buat bekerja. Jadi, kalau kamu bisa dapat tempat tinggal di daerah tersebut, tentu jadi keuntungan karena ongkos transportasi lebih rendah.

Masalahnya adalah, faktor pusat bisnis tersebut mengerek harga tanah dan bangunan di sana. Salah satu contohnya kawasan Sudirman CBD. Harga tanah di sana mencapai Rp 200 juta per meter! Buat satu meter tanah di kawasan tersebut, kamu udah bisa beli 14 motor.

[Baca: Para Pekerja Jakarta, Gini Caranya Kalau Mau Beli Rumah Murah]

3. Biaya hidup yang tinggi

jual rumah murah jakarta
Apalagi kalau kamu pilih kos ekslusif, makin mahal deh (booking)

Emang sih kelihatannya gaji di Jakarta tinggi banget dibandingkan dengan kota-kota lain di Indonesia. UMR (Upah Minimum Regional) di sana mencapai angka Rp 3,6 juta, sementara itu kota Medan misalnya, “cuma” Rp 2,1 juta.

Tapi meski gitu, biaya kebutuhan hidup di Jakarta pun lebih tinggi dibanding yang lain.

Misalnya aja, biaya kos di Jakarta berkisar di angka Rp 750 ribuan. Sulit banget deh buat dapat sewa kos di bawah angka tersebut yang masih layak ditempati.

Harga kos-kosan aja gak murah, apalagi buat beli rumah.

4. Banyak pembangunan infrastruktur

rumah dijual di jakarta barat
Banyak pembangunan di Jakarta (tribunnews)

Yap! Ini dia faktor yan gjuga gak kalah penting kenapa harga rumah di Jakarta makin mahal. Harga tanah biasanya ditentukan oleh fasilitas umum yang tersedia.

Kota Jakarta menjawab itu semua. Beragam pembangunan infrastruktur semakin gencar, mulai dari layanan transportasi publik seperti commuter line, MRT, LRT. Kemudian, jalan raya yang mulus serta fasilitas lainnya.

Gak heran harga rumah yang berada di lokasi strategis seperti misalnya dekat ke stasiun KRL makin tinggi tiap tahunnya.

[Baca: Beli Rumah Murah di Jakarta Masih Bisa Kok, Begini Caranya…]

5. Kota metropolitan

jual rumah murah jakarta butuh uang
Arus balik lebih tinggi daripada mudik (tempo)

Kota metropolitan adalah sebutan buat kota yang memiliki populasi banyak banget dibandingkan daerah lain. Bukan cuma sebagai pusat populasi besar, kota tersebut pun dijadikan sebagai pusat pedagangan. Nah, kota Jakarta memenuhi kriteria tersebut.

Bila jumlah penduduk di suatu daerah cukup besar, maka permintaan bakal tempat tinggi pun melambung. Otomatis hukum ekonomi dimana adanya peningkatan permintaan maka harga pun melonjak, berlaku.

Harga rumah di Jakarta pun naik drastis karena makin banyak orang merantau ke kota tersebut.

Contoh, Lebaran tahun lalu, arus kedatangan ketimbang arus mudik ternyata lebih banyak. Tercatat 70 ribu orang datang ke Jakarta setelah Lebaran.

6. Prestise

jual rumah jakarta timur butuh uang
Kawasan Menteng yang didominasi rumah elit (rumah)

Ini dia alasan lain yang gak bisa ditampik kenapa harga rumah di Jakarta mahal banget.

Prestise alias rasa bangga buat tinggal di Jakarta tentu bikin orang pengin tinggal di kota ini. Balik lagi ke poin-poin sebelumnya, makin tinggi permintaan maka harga pun melonjak.

Tadi di awal disebutkan betapa mahalnya harga rumah di kawasan Menteng. Gak heran karena lokasi tersebut adalah salah satu kawasan elite di kota Jakarta. Deretan rumah mewah menghiasi kawasan tersebut, plus lokasinya yang dekat banget dari pusat bisnis.

[Baca: Jangan Nunggu Rumah DP 0 Persen, Beli Rumah Sekarang Juga!]

Melihat harga rumah di Jakarta yang cukup mencengangkan ini, kamu masih tertarik buat punya sebidang tanah di kota ini? Kalau punya dana tentu gak ada salahnya banget.

Bayangkan aja, di kawasan Sudirman, lonjakan harga tanah mencapai 100 persen dalam kurun waktu sepuluh tahun. Bisa dibayangkan berapa harga rumah di Jakarta lima sampai sepuluh tahun mendatang.