5 Usaha Kuliner Nusantara Ini Populer Banget di Luar Negeri! Tertarik?

Masakan Nusantara dikenal dengan beragam cita rasanya. Mulai dari rasa pedas, asin, asam, hingga manis, menyatu menjadi perpaduan rasa yang khas.

Makanya jangan heran kalau banyak orang, sekalipun udah di luar negeri masih belum bisa lepas dari masakan kampung halamannya sendiri. Maklum aja, lama di Indonesia bikin lidah mereka udah ketergantungan dengan rasa makanan di sini.

Kamu juga bakal merasa begitu kalau misalnya aja lama bermukim di luar negeri. Repotnya nih kalau lagi kangen masakan Nusantara, kamu bakal kesusahan nyarinya di negeri orang.

Mulai dari cari restoran yang memasak menu masakan Nusantara hingga pasar yang menyediakan banyak bahan-bahan makanan dari Asia, khususnya Asia Tenggara.

Hebatnya, ada yang melihat ini sebagai peluang buat mencari cuan. Mereka tahu gak sedikit orang Indonesia yang menetap lama di luar negeri, termasuk mereka sendiri. Ditambah lagi banyak juga orang-orang di luar negeri yang penasaran dengan masakan Nusantara.

Siapa aja mereka? Yuk kenalan dengan mereka lewat ulasan berikut ini.

1. Sate Truck

Sate Truck (wowshack)

Masih ingat kejadian Obama teriak kata “Sate!”? Sepertinya Presiden ke-44 Amerika Serikat itu gak usah jauh-jauh ke Indonesia buat cicipi lezatnya masakan Nusantara yang satu ini.

Ternyata di Amerika Serikat, tepatnya di Metro Center, Washington, D.C. ada food truck yang menjual sate khas Indonesia. Dan yang menjualnya pun benar-benar orang Indonesia, yaitu Martin Sonny Setiantoko.

Gak disangka-sangka, usaha Sate Truck yang dibukanya tahun 2012 digemari banyak orang. Sate menjadi menu yang begitu populer di sana. Sehari aja, pria yang biasa disapa Sonny ini menjual 160 porsi makanan.

Walaupun namanya Sate Truck, Sonny gak membatasi dengan cuma jualan sate. Ia juga menambahkan menu lain, seperti mi ayam, nasi campur, kari ayam, hingga rendang.

Soal harga, Sate Truck menjual relatif lebih mahal buat ukuran di sini. Buat cicipi menu sate, kamu mesti membayar US$ 10 atau Rp 143 ribuan. Sementara buat mi ayam, harganya US$ 9 atau Rp 128 ribuan.

2. D’Penyetz Singapore

masakan nusantara
D’Penyetz (franchiseglobal)

Tahu warung kuliner bernama D’Penyetz? Siapa sangka ternyata usaha makanan Nusantara ini pertama kali berdiri di Singapura.

Usaha yang berdiri tahun 2008 ini awalnya bernama Dapur Penyet yang kemudian berubah nama menjadi D’Penyetz. Menurut Edy Ongkowijaya, pemilik D’Penyetz, perubahan nama ini adalah bagian dari strategi memasarkan brand-nya ketika akan masuk ke Indonesia.

Bercita-cita mengikuti jejak sukses KFC, Edy pengin usaha ayam penyetnya ini dikenal luas. Gak hanya Singapura dan Indonesia, tetapi juga di negara-negara lain.

Dan apa yang dicita-citakannya menjadi nyata. Kini D’Penyetz udah memiliki 52 gerai di Singapura, Indonesia, Malaysia, Brunei, dan Myanmar. Rencananya D’Penyetz bakal hadir di Eropa dan Timur Tengah.

3. Warteg Gembul

masakan nusantara
Warteg Gembul (ranseltravel)

Siapa pun, termasuk kamu pasti setuju, warteg itu emang sahabat banget buat makan siang. Wajar aja, soalnya selain harganya yang ramah di kantong, warteg juga kasih porsi yang bikin kamu kenyang lama.

Gak cuma di sini kamu bisa menemukan warteg lho. Di Korea Selatan, tepatnya di Kota Busan, kamu bakal menemukan usaha masakan Nusantara yang bernama Warteg Gembul.

Yannie Kim adalah sosok di balik jalannya Warteg Gembul. Usaha yang didirikannya sekitar tahun 2015 ini cukup diminati banyak orang di sana. Salah satu menu yang disukai adalah bakso.

Wanita yang udah menetap 17 tahun di Korea Selatan ini menjamin makanan yang disajikannya halal. Buat harga, makan di Warung Gembul cukup mengeluarkan 5 ribu won hingga 12 ribu won atau sekitar Rp 64 ribuan hingga Rp 154 ribuan.

4. Waroeng Adji Amsterdam

masakan nusantara
Waroeng Adji (airbnb)

Pertautan Belanda dan Indonesia yang lama menjadi sebab kenapa di Negeri Kincir Angin tersebut mudah ditemukan berbagai hal khas Indonesia. Contohnya aja usaha kuliner Indonesia. Kamu bisa dengan gampang menemukannya di sana.

Salah satunya adalah Waroeng Adji Amsterdam. Usaha kuliner ini khusus menyediakan menu-menu Nusantara. Banyak orang Belanda yang menggemari apa yang disuguhkan Waroeng Adji Amsterdam. Selain itu, ada juga orang Turki dan Maroko yang jadi pelanggan setia.

Budi Santoso, orang di belakang lahirnya Waroeng Adji Amsterdam, menjalankan usaha ini sejak 1996. Budi memasak 30 jenis menu. Ini masih ditambah dengan sejumlah kue dan panganan kecil lainnya.

Dalam sebulan, Waroeng Adji Amsterdam bisa meraih omzet 28-30 ribu euro atau Rp 471 jutan-505 jutaan.

5. Warung Padang London

masakan nusantara
Warung Padang London (goodnewsfromindonesia)

Masakan Padang itu emang juara banget. Masakan Nusantara yang satu ini punya rasa yang lezat, pedasnya mantap, dan porsinya yang bikin kamu gak rugi.

Kalau kamu sedang jalan-jalan di Kota London, gak ada salahnya nih mampir ke warung padang yang ada di sana. Namanya Warung Padang London yang berlokasi di Chinatown, Leicester Square.

Beberapa menu yang disuguhkan Warung Padang London menjadi juara di sana. Misalnya aja rendang, bakso, batagor, gado-gado, dan es cendol.

Merantau tahun 1997 ke Inggris, Firdaus Bustaman bersama istrinya mendirikan Warung Padang London pada tahun 2006. Warungnya pun pernah dikunjungi sejumlah pesohor dari artis hingga pejabat.

Ternyata, masakan Nusantara gak cuma dicintai di sini ya. Di luar negeri pun penggemarnya juga banyak. Malah antusiasme mereka di sana terhadap masakan kita dijadikan peluang oleh orang-orang Indonesia di sana.

Intinya, di mana pun berada, kamu bisa menciptakan untung dari peluang yang ada, seperti yang udah dibuktikan usaha-usaha orang Indonesia di atas.